Penyebab gangguan jiwa

Hingga sekarang belum diketahui secara pasti penyebab dari gangguan jiwa. Meskipun demikian, para ahli sepakat bahwa ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap munculnya gangguan jiwa , yaitu: faktor biologis, faktor psikologis (pengalaman hidup masa kecil yang melukai atau menekan jiwa) dan faktor sosial.

Faktor penyebab gangguan pertama yang akan kita bahas bersama disini yaitu :

Faktor biologis.

Faktor biologis yang dimaksud disini adalah faktor genetika atau keturunan. Apabila salah satu atau kedua orangtua anda menderita gangguan jiwa atau anda memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat gangguan jiwa, maka kemungkinan anda mengalami gangguan jiwa lebih besar dibandingkan seseorang yang tidak memiliki garis keturunan seorang penderita gangguan jiwa. Meskipun demikian, bukan berarti anda secara otomatis akan menderita gangguan jiwa, karena faktor lain seperti psikologis dan sosial juga berkontribusi.

Diduga kimia otak (neurotransmitter, zat kimia yang berperanan dalam menyampaikan pesan didalam sistem syaraf otak) berperanan sebagai penyebab gangguan jiwa. Beberapa neurotransmitter yang diduga penyebab gangguan jiwa adalah: dopamin, serotonin dan glutamate. Beberapa obat anti psiskosis (gangguan jiwa) yang diberikan oleh psikiater bekerja untuk mempengaruhi kadar dopamin, serotonin ataupun glutamate di dalam sistem syaraf otak.

selain faktor keturunan, kelainan struktur dan fungsi otak juga diduga sebagai penyebab gangguan jiwa. Pada penderita gangguan jiwa sering ditemukan jumlah “grey matter”, bagian otak yang berwarna kelabu ternyata berjumlah lebih kecil (lebih sedikit) dibandingkan orang normal. Meskipun demikian, penemuan ini juga belum bisa dipakai sebagai bukti bahwa gangguan jiwa adalah penyakit biologis yang disebabkan oleh adanya kelainan di otak. faktor kedua yang menjadi penyebab gangguan jiwa adalah faktor psikologis.

 

Faktor psikologis

Faktor psikologis yang dimaksud disini adalah  pengalaman hidup masa lalu yang membuat jiwa terluka (trauma) dan hubungan tidak sehat dengan orang terdekat yang membuat emosi negatif (marah, sedih, takut, dll) menumpuk.

Pengalaman hidup yang melukai jiwa, seperti: mengalami pelecehan seksual dimasa kecil, ditinggal mati ayah atau ibu, orang tua bercerai sehingga kurang mendapat kasih sayang maupun asuhan, sering jadi bahan ejekan, hubungan yang tidak sehat dengan orang terdekat, dan berbagai pengalaman hidup traumatis yang dapat menimbulkan munculnya gangguan jiwa ketika menginjak remaja.

Sebagai contoh, Azis pernah disodomi ketika kecil oleh pamannya. Dia diancam akan dibunuh bila mengadukan hal tersebut kepada orang tuanya. Aziz menyimpan pengalaman tersebut dan tidak pernah menceritakan kepada orang lain. Ketika mulai beranjak dewasa, Aziz merasa bersalah dan merasa dirinya kotor, banyak berdosa, dan tidak berharga. Sejak saat itu, Aziz mulai sering mendengar suara suara yang mengejek dirinya dan menyuruhnya bunuh diri.

Tentunya tidak semua anak yang pernah mengalami pengalaman hidup traumatis akan mengalami gangguan jiwa. Perlu ada faktor biologis dan atau sosial yang ikut mendorong terjadinya gangguan jiwa. Berikutnya, ini adalah faktor terakhir penyebab gangguan jiwa yaitu faktor sosial.

 

Faktor sosial.

Sebagian besar penderita gangguan jiwa adalah mereka yang hidup dalam tekanan ekonomi, sulit mencari pekerjaan atau menganggur, hidup di kampung padat penduduk, dan bentuk-bentuk kehidupan yang berat lainnya.

Tentunya tidak semua orang yang memiliki hidup susah akan menderita gangguan jiwa. Namun bila seseorang yang secara biologis dan psikologis mempunyai kecenderungan menderita gangguan jiwa, maka kesulitan ekonomi, hidup yang tertekan, sulit mencari pekerjaan akan sangat memicu munculnya gangguan jiwa.

Misalnya, Joni adalah contoh orang yang menderita gangguan jiwa yang ditimbulkan oleh sulitnya kehidupan yang mereka alami. Ia harus merantau ke Sumatera untuk mencari sesuap nasi. Sayangnya, hidup disana ternyata sangat keras, padahal jiwa mereka yang memang sudah lemah sejak muda tidak kuat menanggung besarnya tekanan di Sumatera. Akhirnya terjadilah gangguan jiwa.

 

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *