Yuk ! Kenali jenis Insecure dan cara mengatasinya

insecure

Insecure itu apa sih ? jenisnya apa saja ? dan Bagaimana cara mengatasinya ?

Di jaman modern ini, teknologi dan media sosial memberi perasaan percaya diri yang meningkat. Memotret atau memvideokan diri sendiri lalu membagikannya ke media sosial seperti hal yang umum terjadi terutama dikalangan remaja. Akan tetapi, tidak sedikit pula orang yang merasakan keraguan dan kurang percaya diri. Dikarenakan dirinya merasa gemuk, jelek, membosankan, tidak pintar dan bersalah. Faktanya, ada satu emosi mendasar yang secara luar biasa membentuk citra diri kita dan memengaruhi perilaku kita, dan itu adalah perilaku insecure.

Insecure merupakan salah satu kondisi mental ketika kamu merasa kurang percaya diri dan takut secara berlebihan sehingga kamu melakukan sesuatu dengan berhati – hati. Bahkan, terkadang seseorang yang mengalami insecure sering menaruh curiga pada orang lain maupun lingkungan di sekitarnya.

Sebagian besar dari kita terkadang merasa Insecure. Masa kanak – kanak yang Anda miliki, trauma masa lalu, pengalaman kegagalan atau penolakan, kesepian, kecemasan sosial, keyakinan negatif tentang diri Anda, perfeksionisme, atau memiliki orang tua atau pasangan yang kritis semuanya dapat berkontribusi pada rasa Insecure.

Berikut adalah jenis yang paling umum terjadi dan cara mulai mengatasi rasa Insecure:

  • Insecure yang Didorong oleh kesempurnaan

Beberapa dari kita memiliki standar yang sangat tinggi untuk semua yang kita lakukan. Anda mungkin menginginkan nilai tertinggi, pekerjaan terbaik, sosok yang sempurna, apartemen atau rumah yang didekorasi dengan indah, anak-anak yang rapi dan sopan, atau pasangan yang ideal. Sayangnya, hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan, meskipun kita bekerja ekstra keras.

Ada sebagian hasil yang setidaknya sampai taraf tertentu di luar kendali kita. Atasan mungkin kritis, pekerjaan mungkin langka, pasangan mungkin menolak komitmen, atau Anda mungkin memiliki gen yang membuat sulit untuk menjadi kurus. Jika Anda terus-menerus kecewa dan menyalahkan diri sendiri karena menjadi sesuatu yang kurang sempurna, Anda akan mulai merasa Insecure dan tidak berharga. Walaupun berusaha sebaik mungkin dan bekerja keras bisa memberi Anda keuntungan, tetapi aspek kesempurnaan membuat anda tidak sehat. Menyalahkan diri sendiri dan terus-menerus mengkhawatirkan ketidakcukupan diri dapat menyebabkan depresi dan kecemasan, gangguan makan, atau kelelahan kronis.

Berikut adalah cara mengatasi rasa Insecure yang didorong kesempurnaan:

  1. Cobalah untuk mengevaluasi diri Anda berdasarkan seberapa banyak usaha yang Anda lakukan yang dapat dikontrol daripada hasilnya, yang bergantung pada faktor eksternal,
  2. Pikirkan tentang seberapa besar perbedaan yang sebenarnya terjadi jika pekerjaan Anda 10 persen lebih baik. Akankah waktu dan energi yang dihabiskan untuk memeriksa dan mengecek ulang atau menjawab setiap email benar-benar sepadan?
  3. Kesempurnaan sering kali didasarkan pada pemikiran semu atau tidak sama sekali, jadi cobalah untuk menemukan area abu – abu.  Apakah Anda mempertimbangkan keadaan Anda saat mengevaluasi diri sendiri? Adakah sesuatu yang Anda pelajari atau capai meskipun hasil akhirnya tidak sempurna?
  • Insecure karena Kegagalan atau Penolakan

Kegagalan dan penolakan dapat memberikan pukulan ganda pada diri Anda. Penolakan pasti membuat Anda melihat diri Anda sendiri dan orang lain secara lebih negatif, setidaknya untuk sementara waktu. Dan bagi Anda yang memiliki rasa Insecure lebih reaktif terhadap kegagalan. Seolah – olah pengalaman seperti penolakan ketika melamar pekerjaan menangkap keyakinan negatif dan timbul rasa Insecure dalam diri Anda.

Berikut adalah cara mengatasi rasa Insecure tentang kegagalan atau penolakan:

  1. Beri diri Anda waktu untuk pulih dan beradaptasi dengan keadaan saat ini,
  2. Keluar dan terlibat dengan kegiatan yang menjadi minat dan keingintahuan Anda,
  3. Dapatkan umpan balik yang positif dari orang yang Anda percayai,
  4. Bertekad, tekun dan terus bergerak menuju tujuan Anda,
  5. Bersedia mencoba strategi lain jika perlu.
  • Insecure karena Kecemasan Sosial

Banyak dari kita mengalami kurangnya rasa percaya diri dalam situasi sosial seperti pesta, pertemuan keluarga, wawancara, dan kencan. Rasa kurang percaya diri ini membuat rasa takut dan cemas. Akibatnya, seseorang mungkin menghindari situasi sosial, dikarenakan merasa ketidaknyamanan dan takut di tindas dan dikucilkan. Orang – orang yang mengalami penindasan atau dikucilkan semasa kecilnya dari sekelompok teman di sekolah akan berdampak negatif pada kepercayaan dirinya ketika dewasa. Dan jika seseorang tumbuh dari orang tua yang kritis, atau orang tua yang terus – menerus menekan untuk menjadi populer dan sukses, itu mungkin juga akan membuat seseorang tersebut menjadi terlalu peka terhadap cara orang lain memandang dirinya.

Bentuk Insecure ini umumnya didasarkan pada keyakinan yang menyimpang tentang harga diri dan tentang sejauh mana orang lain mengevaluasi dirinya. Sering kali, seseorang lebih fokus pada penampilan untuk menutupi rasa Insecure. Sehingga mungkin terjadi mereka lebih menghargai atribut daripada karakter dan integritas.

Berikut adalah cara mengatasi rasa Insecure dalam situasi sosial:

  1. Bicaralah kembali dengan diri Anda. Ingatkan diri Anda tentang semua alasan mengapa Anda bisa menjadi menarik dan menyenangkan atau akan menjadi teman atau pasangan yang baik,
  2. Persiapkan sebelumnya. Pikirkan beberapa hal yang dapat Anda bicarakan seperti: peristiwa terkini, film yang pernah Anda tonton, hobi, pekerjaan Anda, atau keluarga Anda,
  3. Menghindari situasi sosial hanya memperburuk keadaan. Jadi pergilah ke pesta atau kencan meskipun Anda gugup. Rasa Insecure akan berangsur hilang ketika anda sering menghadiri sebuah pertemuan yang melibatkan banyak orang,
  4. Tentukan sendiri tujuan yang terbatas dan realistis. Ini bisa apa saja mulai dari berbicara dengan dua orang baru atau mencari tahu lebih banyak tentang pekerjaan dan hobi satu orang,
  5. Fokus pada orang lain dengan sengaja untuk melawan fokus kepada diri sendiri yang intens. Perhatikan kesamaan atau keterampilan yang dapat Anda pelajari dari mereka.

 

Baca juga : Kendalikan pikiran anda agar terhindar dari Overthinking

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *