Pengaruh teknologi gadget terhadap perkembangan anak

Teknologi gadget terhadap perkembangan anak

Teknologi yang terus – menerus berkembang  dari tahun ke tahun membuat perangkat berevolusi menjadi begitu kuat dan cerdas sehingga terasa seperti memiliki komputer super di tangan.

Pemandangan saat ini yang sering kita lihat adalah banyak anak – anak bahkan balita memainkan gadget di tangan mereka. Pada satu titik,

orang tua sangat menghargai gadget sebagai cara untuk menenangkan anak – anak mereka dan sebagai alat yang menghibur dan mendidik. Namun kemudian, itu menjadi pemandangan yang mengkhawatirkan.

Beberapa riset mengatakan bahwa anak – anak berumur dibawah 10 tahun menggunakan teknologi gadget seperti smartphone  dan tablet selalu meningkat tiap tahunnya. Dan seorang balita cenderung merespon lebih baik di layar video yang memulai interaksi, sehingga memberikan pengaruh menenangkan. Sehingga, anak – anak maupun balita bisa menghabiskan berjam – jam untuk menatap layar. Teknologi gadget ini mengubah seluruh gaya hidup masa kanak – kanak, bahkan menggantikan TV, mainan, taman bermain, dan buku cerita. Hal tersebut menimbulkan pengaruh negatif terhadap perkembangan anak.

teknologi gadget terhadap perkembangan anak

Source: Oketechno

Jadi, apa saja pengaruh teknologi gadget terhadap perkembangan anak?

Berikut beberapa alasan mengapa teknologi gadget berpengaruh terhadap perkembangan anak:

  • Paparan radiasi

Tahukah Anda bahwa memegang gadget nirkabel terlalu dekat dengan tubuh dapat meningkatkan paparan radiasi pada anak Anda? Gadget nirkabel memancarkan radiasi, yang diserap oleh tubuh anak pada tingkat yang lebih tinggi daripada orang dewasa. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia tahun 2011, ponsel dan perangkat nirkabel lainnya dianggap berisiko kategori 2B karena pancaran radiasi mereka. Jadi, batasi panggunaan teknologi gadget pada anak anda.

  • Interaksi yang Dikurangi

Dengan bermain di gadget seperti smarphone dan tablet, mereka bisa dengan mudah bermain sendiri. Jika anak – anak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk teknologi gadget dan lebih sedikit waktu dengan orang – orang disekitar, hal itu menghalangi interaksi dan mengganggu perkembangan keterampilan komunikasi normal pada anak – anak. Dalam tatanan keluarga, balita seringkali gagal meningkatkan komunikasi mereka dengan orang tua karena mereka mengelilingi diri mereka dengan benda mati.

  •  Kegemukan

Anak – anak yang mengandalkan waktu bermain mereka di depan layar yang tidak membakar kalori yang mereka konsumsi. Mengalami obesitas, dapat menyebabkan komplikasi seperti diabetes, serangan jantung, dan stroke. Orang tua harus mendorong anak – anak mereka untuk bermain lebih banyak. Mereka harus memahami bahwa ada banyak manfaat bermain termasuk mengajak anak – anak mereka berjalan, berlari, melompat dan berolahraga yang mereka butuhkan. Agar mereka menjadi sehat dan dapat membangun hubungan sosial dengan baik.

  • Kurang tidur

Balita maupun anak – anak membutuhkan istirahat yang cukup agar pertumbuhan dan kinerja otak mereka baik. Anak – anak yang kecanduan bermain smartphone atau tablet akan kehilangan waktu istirahat yang dibutuhkan. Di kesempatan lain, bermain di smartphone atau tablet menjadi obat tidur mereka. Tanpa itu, mereka menjadi pemarah dan agresif.

  • Perkembangan Otak yang Drastis

Selama masa balita, ukuran otak menjadi tiga kali lipat dan terus berkembang hingga dewasa. Penelitian telah menunjukkan bahwa terlalu banyak bermain teknologi gadget dapat berdampak negatif pada fungsi otak anak, dan bahkan dapat menyebabkan defisit perhatian, keterlambatan kognitif, gangguan belajar, peningkatan impulsif, dan penurunan kemampuan untuk mengatur diri sendiri. Smart Parenting menyarankan orang tua untuk lebih sering berinteraksi seperti: bernyanyi, membaca, dan berbicara dengan anak mereka daripada membiarkan mereka.

  • Tingkat penglihatan menurun

Kontak yang terlalu lama di layar gadget membuat mata tegang. Para ahli mengatakan bahwa penglihatan yang baik sangat bergantung pada menatap benda – benda dari jarak yang berbeda – beda. Anak – anak yang kecanduan bermain game melalui teknologi gadget yang mereka miliki lebih mungkin mengembangkan masalah mata saat mereka tumbuh.

  • Kecanduan

Jika orang tua terus memberi dan membiarkan mereka bermain dengan teknologi gadget, itu akan menimbulkan kecanduan. Alih – alih membuat mereka kecanduan teknologi semacam itu, lebih baik mereka dihadapkan pada aktivitas yang mendorong perkembangan mental, fisik, dan emosional.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *