Mengapa seorang pengguna narkoba butuh perawatan?

Kebanyakan orang yang terlanjur menjadi pecandu narkoba tidak dapat berhenti menggunakannya hanya karena mereka ingin. Sakit yang luar biasa akan dirasakan seorang pengguna apabila tidak mengkonsumsi obat atau zat yang biasa mereka konsumsi.

Sakit tersebut merupakan gejala yang muncul karena tiba-tiba berhenti menggunakan narkoba setelah periode penggunaan yang lama dan dosis yang tinggi (atau dalam kasus gejala putus kafein, penggunaan sehari-hari). hal tersebut biasa disebut dengan gejala putus zat atau substance withdrawal.

Ilustrasi dari seorang perempuan pecandu narkoba yang mengalami gejala putus zat

penggunaan zat secara berulang dapat mengubah reaksi fisiologis tubuh, mengakibatkan berkembangnya efek fisiologis seperti toleransi dan secara jelas disebut sebagai sindrom putus zat (withdrawal syndrom). Dampak dari substance withdrawal tidak jarang menyebabkan seorang pengguna menghalalkan segala cara untuk mendapatkan obat-obatan yang biasa dikonsumsi.

Oleh sebab itu, seorang pecandu obat-obatan tidak akan merasa lebih baik sampai tubuh dan otak mereka berhenti dari ketergantungan. Biasanya, salah satu cara yang banyak digunakan untuk mengurangi ketergantungan adalah dengan mengurangi dosis obat secara bertahap.

Meskipun lepas dari jeratan narkoba membutuhkan usaha yang keras, namun ada yang dapat berhasil menggunakan narkoba. Mereka yang berhasil dapat mengubah hidup mereka sehingga mereka tidak kembali menggunakan narkoba. Mereka mungkin harus mencobanya berkali-kali dan terkadang membutuhkan waktu lama, namun tapi intervensi yang mereka jalani berhasil.

Jenis perawatan yang diberikan kepada pecandu obat-obatan berbeda. hal tersebut tergantung pada pribadi orang tersebut, seberapa tinggi tingkat kecanduan orang tersebut kepada obat-obatan dan obat apa yang dikonsumsi.

Karenanya, penting bagi anda yang ketergantungan dengan obat-obatan untuk konsultasi dan berdiskusi dengan psikolog terkait intervensi yang tepat untuk anda.

Unduh aplikasi jasa sehat atau kunjungi tirto jiwo untuk mendiskusikan hal ini dengan psikolog kami.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *