Bagaimana Perasaan Penderita Skizofrenia ?

Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 7 dari 1000 Rumah Tangga terdapat anggota keluarga dengan Skizofrenia/Psikosis. Sampai saat ini para ahli belum mendapatkan kesepakatan tentang definisi baku dari kekambuhan skizofrenia. Hal ini memperburuk keadaan pasien dan perkembangan gangguan menjadi semakin banyak, akan tetapi pegetahuan mengenai skizofrenia bagi masyarakat sangat kurang sehingga menghambat upaya penyembuhan bagi pasien skizofrenia. Kerap memperlakukan pasien gangguan jiwa dengan tindakan yang tidak layak seperti pemasungan.

Apa itu Skizofrenia ? Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku. Jika seseorang dengan skizofrenia telah menjalani pengobatan yang baik dan terkontrol dengan baik, mereka mungkin tidak terlihat seperti orang yang memiliki ganguan jiwa.

Tetapi bagi mereka yang tidak memiliki akses ke obat-obatan dan perawatan yang mereka butuhkan, atau mereka yang menghentikan pengobatan mereka, skizofrenia sangat menghancurkan. Gejala yang muncul pun akan sangat bervariasi dari orang ke orang tergantung pada genetika mereka, lingkungan mereka.

Diagnosis gangguan jiwa skizofrenia, memiliki tiga jenis kelompok gejala: positif, negatif, dan kognitif :

  • Gejala Skizofrenia Positif

Adalah seseorang dengan skizofrenia seperti halusinasi, delusi, gerakan fisik yang tidak biasa, dan pikiran yang tidak logis. “Ini sama nyatanya bagi penderita skizofrenia ketika berinteraksi dengan seseorang yang nyata, seperti selayaknya orang pada umumnya”

  • Seperti Apa Gejala Negatif Skizofrenia

Gejala negatif dapat berlangsung beberapa tahun, sebelum penderita mengalami gejala awal. Sebagai contoh:

Keengganan untuk bersosialisasi dan tidak nyaman berada dekat dengan orang lain.

Kehilangan konsentrasi.

Pola tidur yang berubah.

Kehilangan minat dan motivasi dalam segala aspek hidup.

Kehilangan minat dalam menjalin hubungan

sikap tidak responsif terhadap keadaan,

Sehingga orang lain hanya menganggapnya sebagai fase remaja.

Misalnya: bicara monoton tanpa intonasi, bicara tanpa ekspresi wajah, dan tidak melakukan kontak mata. Hal ini sering kali memicu rusaknya hubungan penderita dengan keluarga ataupun dengan teman-temannya. Gejala negatif skizofrenia bisa berlangsung beberapa tahun sebelum penderita mengalami episode akut pertama.

  • Sedangkan Gejala Skizofrenia Kognitif

Seseorang mengalami kesulitan berkonsentrasi, fokus, menerima informasi baru, dan menggunakan informasi itu. Otak mereka memproses informasi lebih lambat, ingatan mereka menurun, dan mereka sering mengalami kesulitan dalam membaca dan memahami isyarat sosial. Meskipun gejala-gejala ini dapat menjadi lebih buruk dengan “lalu lintas” otak dari gejala-gejala positif, penurunan kognitif adalah gejala yang berdiri sendiri.

Meskipun tidak ada obat untuk skizofrenia, pengobatan dan terapi dapat mengatasi gejalanya. Konsistensi adalah kuncinya: tanpa pengobatan, gejalanya akan segera kembali. Hal ini dapat menyebabkan spiral ke bawah yang ekstrim bagi seorang skizofrenia yang pergi tanpa obat-obatan dan perawatan yang mereka butuhkan.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *