Penanganan Orang Sakau Narkoba Jenis Sabu

Penanganan Orang Sakau Narkoba Jenis Sabu

Berdasarkan data BNN, jumlah pemakai narkoba tahun 2019 lalu mencapai angka 3,6 juta orang. Dengan banyaknya pengguna narkoba, masyarakat perlu tahu bagaimana cara menangani orang yang sakau karena narkoba. Ada beberapa tips pertolongan pertama yang bisa dilakukan, namun sebelum membahas tips-tips tersebut alangkah baiknya jika kita mengetahui apa saja ciri-ciri orang yang mengalami sakau.

Gejala yang dialami seseorang ketika sakau, antara lain:

  1. Kecemasan. Kecemasan sangatlah umum dialami oleh orang-orang yang putus dari penggunaan sabu dan penelitian menunjukkan bahwa tingkat gangguan kecemasan orang yang menggunakan sabu diperkirakan mencapai 30%.
  2. Kelelahan dan Rasa Kantuk. Saat menggunaan sabu, orang sering merasa hiperaktif dan tidak perlu tidur. Tetapi, setelah berhenti menggunakan sabu mereka seringkali merasakan hal sebaliknya.
  3. Depresi. Depresi merupakan salah satu hal yang biasanya dialami setelah seseorang berhenti menggunakan sabu.
  4. Psikosis. Psikosis terdiri dari melihat, mendengar dan merasakan hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Terkadang delusi juga turut dirasakan dimana ide-ide yang dirasa benar ternyata tidak benar dalam kenyataan.
  5. Nafsu makan meningkat. Setelah berhenti menggunakan sabu, ada orang yang mengalami sakau dibarengi dengan meningkatnya nafsu makan.
  6. Ciri-ciri fisik orang sakau yang lain adalah pernafasan tidak teratur, kulit pucat, mual atau muntah, dan kejang.

 

Ketika seseorang mengalami sakau karena narkoba jenis sabu, langkah-langkah yang dapat anda lakukan  antara lain:

  1. Siapkan air panas dalam botol. Fungsi dari air panas adalah untuk membantu menghilangkan sakit perut pada pengguna. Caranya adalah dengan meletakkan botol air panas pada bagian perut pasien agar merasa lebih baik.
  1. Upayakan pasien tetap tenang dengan membawanya ke ruangan yang tenang. Jika mendapati saudara atau teman yang sedang sakau, maka anda harus membawanya ke tempat yang tenang. Ruangan yang tenang akan membuat kondisi kejiwaan orang tersebut lebih tenang.
  1. Menghubungi dokter atau tenaga medis. Carilah bantuan dari dokter atau tenaga medis agar orang yang sedang sakau ini mendapatkan penanganan yang tepat.
  1. Menyediakan media hiburan. Media hiburan seperti televise, majalah, atau radio akan menjadi sarana pengalih perhatian bagi orang yang sedang sakau.
  1. Hindari untuk memberi obat. Hendaknya kita tidak memberikan obat-obatan penghilang rasa sakit, dan menunggu instruksi dari dokter mengenai obat yang tepat untuk diberikan kepada pasien.
  1. Tetap menemani dan terus memantau kondisi pasien. Pastikan ada yang selalu menemani dan memastikan kondisi pasien dalam keadaan baik.
  1. Mencoba berkomunikasi. Cobalah untuk berbicara dengan tenang kepada pasien, jika memungkinkan kita bisa tanyakan berapa banyak narkoba yang dikonsumsi. info ini bisa disampaikan nantinya kepada tenaga medis.
  1. Menyiapkan ambulance. Ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan lanjutan dari rumah sakit, oleh karena itu kita bisa mencari ambulance agar pasien dibawa ke rumah sakit terdekat.
  1. Lepas pakaian pasien. Pada kasus tertentu pasien merasa kegerahan, untuk itu kita bisa coba melepaskan pasien agar tubuhnya lebih dingin.
  1. Percaya pada tenaga medis. Biarkan dokter atau tenaga medis membantu penanganan orang sakau dan percayakan sepenuhnya kepada ahlinya.
  1. Hindari untuk memberikan minuman bersoda. Kafein dan minuman bersoda dikhawatirkan dapat membuat kondisi pasien semakin buruk.

Demikianlah langkah-langkah penanganan pertama bagi orang sakau karena narkoba. Saat menghadapi pasien, pastikan untuk segera menghubungi tenaga medis agar pasien bisa cepat tertangani.

*Penulis adalah mahasiswa magang di Tirto Jiwo

Sumber: verywellmind.com

Baca lainnya: Apakah shabu shabu itu?

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *