Kecemasan

adalah emosi yang umum saat menghadapi stres dan masalah sehari – hari. Semua orang pasti pernah merasakan kecemasan tanpa terkecuali anda sendiri, dan ini merupakan hal yang normal, apalagi jika sedang dirundung masalah. Rata – rata rasa cemas ini paling sering terjadi pada orang yang beranjak dewasa.

Tetapi apakah kecemasan ini termasuk dalam kategori gangguan mental ?

Jawabannya, benar.

Apabila emosi ini terjadi secara terus – menerus, berlebihan dan tidak rasional, dan memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkegiatan atau beraktivitas, kecemasan akan menjadi gangguan mental. Ada berbagai jenis gangguan kecemasan, termasuk fobia, gangguan panik dan stres, serta gangguan obsesif kompulsif.

Ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih berisiko terkena gangguan kecemasan, yaitu:

  1. Pengalaman negatif yang menyebabkan stres atau trauma psikologis,
  2. Keturunan,
  3. Gangguan Kepribadian,
  4. Efek samping obat atau zat tertentu, termasuk kafein dan narkoba,
  5. Penyakit tertentu, seperti gangguan irama jantung dan penyakit tiroid.

Gejala orang yang mengalami gangguan kecemasan (Anxiety)

pada umunya merasakan rasa takut, bingung, gelisah, perasaan tidak berdaya, pikiran negatif yang berulang-ulang, ketegangan otot, jantung berdebar dan sulit bernapas. Ada beberapa jenis gangguan kecemasan, yaitu gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, serta gangguan kecemasan umum atau menyeluruh (GAD).

Penderita gangguan panik akan mengalami serangan kecemasan secara tiba – tiba dan berulang kali, tanpa alasan yang jelas. Frekuensi dan tingkat keparahannya pun bervariasi. Adapun ciri – ciri gejala yang dapat muncul saat terjadi gangguan panik:

  1. Berkeringat,
  2. Nyeri dada,
  3. Merasa seperti tersedak atau sesak di dada,
  4. Ketakutan,
  5. Gemetar,
  6. Merasa seperti tidak berdaya,
  7. Palpitasi (berdebar-debar).

Seseorang dengan kondisi ini, bisa diserang kapanpun dan di mana saja. Gangguan panik biasanya berlangsung tidak menentu. Bisa kurang dari 10 menit atau bahkan bisa mencapai satu jam lebih.

Jika merasakan gejala seperti jantung berdebar atau nyeri dada saat serangan panik muncul, Anda disarankan untuk duduk sambil memejamkan mata. Lalu, tarik napas dalam-dalam melalui hidung, setelah itu hembuskan melalui mulut. Ulangi beberapa kali hingga merasa lebih tenang.

Jika cara tersebut tidak berhasil, segeralah temui psikiater atau psikolog. Pengobatan yang diberikan oleh dokter untuk menangani gangguan panik dapat berupa pemberian obat-obatan pereda cemas dan psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif.

Gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial merupakan rasa cemas atau takut yang berlebihan terhadap situasi sosial atau interaksi dengan orang lain, baik sebelum, sesudah, maupun saat berada dalam situasi tersebut.

Orang dengan gangguan kecemasan sosial akan merasa takut untuk berbicara atau melakukan sesuatu di depan orang lain atau di tempat umum, karena menganggap hal tersebut akan mempermalukan mereka. Adapun ciri – ciri gejala gangguan kecemasan sosial:

  1. Takut untuk berinteraksi atau berkomunikasi dan menyapa orang lain, terutama orang yang tidak dikenal,
  2. Memiliki kepercayaan diri yang sangat rendah,
  3. Menghindari bertatapan mata dengan orang lain,
  4. Takut dikritik atau dihakimi orang lain.

Gangguan kecemasan sosial berbeda dengan perasaan malu. Orang yang pemalu umumnya masih bisa berinteraksi sosial atau berkomunikasi dan menjalani aktivitas sehari-hari, meskipun mungkin akan merasa malu jika harus bertegur sapa. Jika rasa malu atau takut berinteraksi dengan orang lain dirasakan sangat berlebihan, sampai menyebabkan kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, maka kondisi ini perlu mendapatkan pertolongan dari psikiater atau psikolog. Pengobatan gangguan kecemasan sosial bisa berupa konsumsi obat pereda cemas dan terapi perilaku kognitif sebagai bagian dari psikoterapi.

Gangguan kecemasan ini membuat penderitanya mengalami kecemasan secara berlebihan yang menetap dalam waktu  yang sangat lama. Penderita GAD akan sangat mengkhawatirkan dan memikirkan banyak hal (Overthinking). Hal yang dipikirkan bisa beragam, misalnya keuangan, kesehatan, pekerjaan bahkan hal kecil sekalipun.

Seseorang yang menderita gangguan kecemasan umum biasanya tidak bisa fokus pada satu hal, sulit berkonsentrasi, dan tidak bisa merasa tenang. Pada beberapa kasus, rasa cemas ini bisa begitu berat hingga menimbulkan depresi. Adapun beberapa gejala yang sering dirasakan oleh penderita gangguan kecemasan umum, seperti:

  1. Gemetar dan keringat dingin,
  2. Pusing dan sakit kepala,
  3. Mudah marah,
  4. Susah tidur,
  5. Jantung berdebar – debar.
  6. Sering merasa lelah,
  7. Sesak napas,
  8. Merasa sering ingin buang air kecil.

Pengobatan untuk gangguan kecemasan umum bisa ditempuh dengan dua cara, yakni melalui psikoterapi dan pemberian obat – obatan psikotropika atau obat penenang.

Orang yang mengalami kecemasanberlebihan sebaiknya segera dibawa ke psikiater atau psikolog agar cepat mendapatkan penanganan. Karena, jika dibiarkan akan mengganggu aktvitas sehari – hari dan berdampak buruk terhadap kualitas hidup penderita.

Referensi: https://www.webmd.com/anxiety-panic/guide/anxiety-disorders#1

Baca lainnya: pemulihan dari gangguan jiwa