7 langkah terapi kognitif sederhana

Kognitif terapi

Terapi kognitif merupakan salah satu cara untuk memperbaiki pola pikir yang terdistorsi, seperti pikiran all or nothing, loncat ke kesimpulan, dll. Artikel tersebut telah diuraikan dalam artikel sebelumnya yang bisa dibaca disini.

Berikut ini 7 langkah sederhana dari terapi kognitif:

  1. Tuliskan semua yang anda rasakan dan pikirkan. Dengan menuliskan semua apa yang anda rasakan dan pikirkan membuat anda bisa melihat “gambar besarnya” dan membuat anda bisa melihat dengan lebih obyektif. Dengan menuliskan hal tersebut maka pola pikir negatif bisa mudah dikenali.
  2. Identifikasi kejadian yang membuat anda terganggu (upset). Apa yang benar benar membuat anda tidak suka (misalnya ketika mobil tiba tiba macet di jalan). apakah karena baju anda yang baru menjadi kotor terkena oli ketika mengecek mesin? Ataukah karena mobil tidak mau jalan? Apakah karena anda tahu bahwa sebenarnya mobilnya memang sudah memerlukan service namun anda menunda-nunda membawa ke bengkel? Ataukah karena hla tersebut membuat anda terlambat datang ke kantor?
  3. Identifikasi semua emosi yang negatif. Misalnya kejadiannya adalah mobil mogok, maka identifikasi semua emosi negatif ketika mobil anda mogok tidak mau jalan. Seperti: kesal karena mobil tidak mau jalan, frustasi karena baju baru terkena oli, merasa bersalah karena menunda nunda tidak membawa mobil ke bengkel. Semua emosi negatif tersebut diidentifikasi dan ditulis.
  4. Identifikasi semua pikiran negatif yang mengikuti emosi negatif. Misalnya: saya kesal karena mobil mogok membuat saya terlambat datang ke pertunjukan drama dimana anak saya ikut pentas. pasti dia berpikir bahwa saya bukan ayah yang baik. Saya frustasi karena baju saya kotor, saya jadi kelihatan tidak rapih, saya memang berantakan.
  5. Identifikasi distorsi pemikiran yang terjadi dan ganti dengan yang benar. Misalnya, soal mobil mogok:”saya bukan orang yang suka MENUNDA pekerjaan, tapi akhir akhir ini memang pekerjaan kantor sedang banyak sekali. Soal pakaian kotor, kita bisa bereaksi dengan:” Saya bukan orang yang jorok dan tidak rapih, saya biasanya rapih. Baju kena oli membuat saya kesal karena baju saya biasanya rapih dan bersih.
  6. Pertimbangkan kembali “emosi” anda. Dengan mengubah reaksi anda terhadap suatu kejadian, anda bisa terhindar dari gangguan jiwa atau emosi yang tidak sehat.   Mungkin anda masih merasa kesal karena mobil mogok, namun hal tersebut didasarkan pada realita, bukan berdasar atas hasil pemikiran yang sudah terdistorsi.
  7. Buat rencana “perbaikan”. Misalnya, segera selesai nonton pertunjukan anak, saya akan bawa mobil ke bengkel.

Teknik sederhana ini bisa diterapkan untuk mengelola stress. Dengan pendekatan yang sama, kita bisa menghilangkan pola pikir yang terdistorsi.

referensi: http://www.diy-stress-relief.com/cognitive-therapy-techniques.html

Leave a Reply