Cara memulihkan diri dari schizophrenia

Hasil gambar untuk schizophreniaAKHIR AKHIR INI BANYAK PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA PENDERITA SCHIZOPHRENIA BISA PULIH. MESKIPUN DEMIKIAN, PEMULIHAN TERSEBUT MERUPAKAN SUATU PROSES ATAU PERJALANAN PANJANG YANG KADANG ADA PASANG SURUTNYA. FAKTA BARU MENUNJUKKAN BAHWA:

  • schizophrenia bisa diobati dan dipulihkan. Meskipun belum ada obat untuk menyembuhkannya, schizophrenia bisa dipulihkan. Hanya saja perlu pengobatan dan dukungan orang orang dekatnya.
  • schizophrenia bisa menjalani hidup dengan berarti dan bahagia. Dengan penanganan yang baik, penderita schizophrenia bisa bekerja dan bermasyarakat serta hidup bermanfaat dan bahagia.
  • schizophrenia tidak harus tinggal di rumah sakit. Dengan minum obat dan melakukan upaya agar tidak kambuh, penderita schizophrenia bisa terhindar dari kambuh yang memerlukan perawatan di rsj.
  • Dengan berjalannya waktu, penderita schizophrenia menjadi semakin baik, tidak memburuk.

Menurut UK Royal College of Psychiatrist, dari setiap 5 pasien dengan schizophrenia, maka: 1 orang akan pulih dalam waktu 5 tahun sejak serangan pertama, 3 orang akan pulih, namun kadang kambuh, dan 1 orang akan mengalami gangguan secara berkelanjutan.

Dibawah ini ada beberapa cara untuk mengatasi schizophrenia:

  1. Mengupayakan  pemulihan dirinyaa secara aktif dan bertanggung jawab. Bila kita tahu diri kita atau seseorang menderita schizophrenia, segeralah berobat. Semakin cepat berobat semakin baik hasilnya. Penderita gangguan jiwa bisa pulih dan itu yang harus tetap dipegang oleh si penderita maupun keluarga atau orang orang dekatnya.
  2. Ciptakan lingkungan yang mendukung. Adanya lingkungan yang mendukung sangat penting bagi pemulihan. Keluarga, saudara atau teman dekat dapat menjadi pendukung dengan mencarikan dokter, mengendalikan gejala dan membimbing agar bisa kembali bermasyarakat. Upayakan agar selalu bergaul dan bermasyarakat,  jangan hidup menyendiri.
  3. Upayakan untuk mengikuti pola hidup sehat. Berolah raga secara teratur, tidur yang cukup (8 jam sehari), hindari alkohol atau obat terlarang, kendalikan stress dan lakukan hal hal positif yang menyenangkan (musik, melukis, menulis puisi, dll)
  4. Minum obat sesuai petunjuk dokter. Jenis dan dosis obat bervariasi bagi masing masing individu sehingga perlu kerja sama dgn dokter dalam penentuan jenis obat dan dosisnya. Pelajarilah obat gangguan jiwa dan efek sampingnya. Perlu diingat bahwa obat tidak menyembuhkan schizophrenia, tapi menekan gejalanya sehingga berhenti minum obat sering menimbulkan kambuh.
  5. Upayakan untuk bermasyarakat. Upayakan untuk bisa kerja dan melakukan kegiatan kemasyarakatan. Nantinya, Tirto Jiwo akan memberi bekal kepada penderita gangguan jiwa agar bisa mandiri secara keuangan dengan memberikan pelatihan kerja secara praktis.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

 

Bunuh diri (6): ajaklah bicara

Hasil gambar untuk bunuh diriBeberapa saran bila anda akan bicara kepada seseorang yang punya niat untuk bunuh diri:

  • Jadilah diri anda sendiri. Upayakan agar orang tersebut tahu bahwa anda prihatin dan ingin membantu. kata kata yang tepat tidak terlalu penting. Asalkan disampaikan dengan tulus dan sungguh sungguh, dengan melihat nada suara dan gerak tubuh, orang tersebut akan tahu bahwa anda perhatian terhadap dirinya.
  • Dengarkan. Upayakan agar orang yang berniat bunuh diri mengeluarkan isi hatinya. Bila orang tersebut mau mengeluarkan isi hatinya, itu sebuah tanda positif.
  • Bersikap simaptik, tidak menghakimi, tenang, bisa menerima dan sabar. Upayakan agar yang bersangkutan mau bicara.
  • Berikan harapan. yakinkan bahwa akan ada pertolongan dan bahwa keinginan bunuh diri itu hanya sementara sifatnya. Beri tahu kepadanya bahwa hidupnya penting bagi anda
  • Bila orang tersebut berkata:”Saya sangat sedih dan sudah tidak tahan lagi. Saya tidak kuat lagi”. Ajukan pertanyaan:” Apa kamu punya niat untuk bunuh diri?” Dengan berkata begitu bukannya anda memberikan inspirasi kepadanya, namun hal tersebut menunjukkan bahwa anda prihatin dengan diri orang tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa anda bersedia menampung dan meringankan masalah yang dihadapinya.

Hal hal yang sebaiknya tidak dikatakan atau dilakukan:

  • Berdebat dengan orang yang punya niat bunuh diri. Hindari dari berkata-kata seperti berikut:” bunuh diri akan membuat keluargamu menderita”, “Lihatlah sisi positifnya”, “masih banyak yang bisa kamu kerjakan dalam hidupmu”
  • Memberi kuliah bahwa bunuh diri adalah tindakan salah, memberi ceramah tentang arti kehidupan, bertindak seperti orang yang shock.
  • Berjanji bahwa apa yang dibicarakan sebagai suatu rahasia. Kita tidak boleh berjanji akan merahasiakan hal tersebut karena disini nyawa seseorang taruhannya. Mungkin diperlukan bantuan seorang dokter jiwa agar orang yang punya niat bunuh diri bisa diselamatkan.
  • Mengajukan beberapa cara untuk memecahkan masalah, memberikan nasehat, atau membuat orang tersebut menimbang nimbang perasaan mereka tentang bunuh diri. Disini yang jadi masalah bukan seberapa besar masalah tersebut, tapi seberapa tajam masalah tersebut menyakitkan atau melukai perasaan orang tersebut.

Berlanjut

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Bunuh diri (3): tanda tanda orang yang akan bunuh diri

Hampir semua orang yang bunuh diri telah menyampaikan atau mempunyai tanda tanda atau gejala. Cara paling tepat dalam mencegah upaya bunuh diri adalah mengenal tanda tanda tersebut dan bertindak dengan tepat dan cepat. Bila anda percaya bahwa seseorang akan bunuh diri, maka anda bisa mempunyai peran besar dalam mencegah upaya bunuh diri dengan mengajaknya bicara tentang berbagai alternatif jalan keluar yang masih mungkin, menunjukkan bahwa anda perhatian dan mengasihi dia, dan membawanya ke dokter atau psikolog.

Tanda tanda yang jelas bahwa seseorang akan bunuh diri adalah dia berbicara tentang keinginannya untuk bunuh diri atau niat mencelakai dirinya sendiri, berbicara atau menulis tentang mati atau kematian, dan mencari sesuatu yang bisa untuk bunuh diri seperti senjata, tali untuk gantung diri atau obat. Tanda tanda seperti itu sangat penting terutama bila orang tersebut mempunyai gangguan jiwa seperti depresi atau gangguan bipolar, mempunyai ketergantungan obat atau alkohol, pernah mencoba bunuh diri sebelumnya, atau ada riwayat keluarga bunuh diri.

Tanda lain yang tidak terlalu kentara/ terlihat jelas, namun sama pentingnya adalah bila yang bersangkutan sudah putus asa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keputus-asaan merupakan salah satu tanda yang kuat bahwa seseorang mempunyai kemungkinan besar untuk bunuh diri. seseorang yang sudah putus asa mungkin bicara tentang sesuatu yang “sudah tidak tertahankan lagi”, masa depan suram, atau bicara tentang tidak ada lagi hari esok atau masa depan.

Tanda tanda lain yang mengarah ke upaya bunuh diri adalah perubahan perasaan dan perubahan kepribadian yang mendadak, seperti perubahan dari anak sopan menjadi pemberontak, senang bergaul berubah menjadi mengurung diri. Seseorang yang akan bunuh diri sering juga tidak lagi tertarik dengan kegiatan sehari-hari, tidak memperhatikan penampilan dirinya lagi, dan menunjukkan adanya perubahan yang besar pada kebiasaan makan dan tidurnya.

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Program pemulihan gangguan jiwa di rumah masing masing (6): mengatasi depresi

 Langkah ketiga

berikutnya adalah membuat jadwal kegiatan baru. Sesuai dengan area yang ingin ditingkatkan dibuatlah kesepakatan bersama antara penderita dengan pembimbing jadwal kegiatan baru. Kegiatan baru tersebut dimulai dari kegiatan mudah dan ringan. Dalam langkah ketiga ini juga dimonitor perubahan pikiran, suasana hati dan hambatan yang dialami serta dukungan yang diperlukan. Disini, mungkin penderita depresi diminta membuat suatu “kontrak” atau “perjanjian” dengan keluarga atau orang terdekatnya bahwa dia benar benar akan mengerjakan kegiatan tersebut.

 Langkah keempat

Setelah penderita depresi melaksanakan kegiatan penting yang menyenangkan dan positif, kemudian didiskusikan hal hal apa yang menjadi penghambat kegiatan perilaku positif tersebut. Perlu juga didiskusikan hal hal apa yang bisa mendorong agar peri laku positif tersebut semakin berkembang.

Begitulah secara bertahap dilakukan kegiatan perilaku sehat yang mudah dan kemudian meningkat ke kegiatan yang semakin sulit. Kegiatan perilaku sehat yang semakin sulit biasanya juga membawa dampak positif yang semakin besar.

Selain membuat jadwal kegiatan baru yang semakin banyak dan semakin penting, penderita depresi juga perlu diajak untuk memulai menerapkan pola hidup sehat, seperti makan makanan yang sehat dan berolah raga secara teratur. Penderita juga perlu diajari teknik pemecahan masalah, manajemen tidur dan lain lain yang akan dapat mendukung terapi aktivasi perilaku tersebut.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi

 

Program pemulihan gangguan jiwa di rumah masing masing (1)

Bila anda mempunyai anak atau saudara yang menderita gangguan jiwa, apa yang anda lakukan?

Saat ini program pemulihan gangguan jiwa bisa dilaksanakan dirumah dan dijalankan oleh anggota keluarga terdekat dari penderita gangguan jiwa. Berbagai teknik psikoterapi yang akhir akhir ini dikembangkan sangat kongkrit sifatnya, sederhana dan tidak memerlukan landasan pengetahuan medis maupun psikologis canggih. Tentu saja, pemahaman dasar tentang penyakit gangguan jiwa diperlukan, dan ilmu tersebut juga sudah bisa dibaca dari internet.

Pada saat ini, sebagian besar penderita gangguan jiwa yang telah keluar dari rumah sakit jiwa (rsj) akan mendapat obat dan diminta kontrol sebulan sekali atau dua kali. Minum obat secara teratur sesuai petunjuk dokter itu perlu, namun tidak cukup. Agar bisa cepat pulih kembali, diperlukan program pemulihan yang tertata dan disusun berdasar bukti ilmiah hasil penelitian (evidence based treatment).

Dalam tahap persiapan untuk membuat program pemulihan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan diri anda sendiri.

Mengapa? Karena mendukung proses pemulihan gangguan jiwa adalah  pekerjaan gampang gampang susah.. Diperlukan kesabaran dan pengorbanan, baik pengorbanan moril dan sering juga materiil. Untuk itu, saya sarankan. Mari kita niatkan upaya membantu pemulihan gangguan jiwa tersebut sebagai amal ibadah. Kita niatkan semua ini karena ingin mendapatkan ridlo Allah semata. Yang kedua, yang tidak kalah pentingnya, mari kita sandarkan semuanya kepada pertolongan Allah Yang Maha Kuasa. Sesungguhnya, kita ini semua adalah hamba-Nya, dan bila kita sakit, maka Dia yang akan menyembuhkan. Mari kita yakinkan dalam diri kita sendiri bahwa Tuhan yang bisa menerbitkan dan menenggelamkan matahari bisa pula menyembuhkan seseorang dari gangguan jiwa.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Sosial fobia (2)

Baca artikel sebelumnya

Penderita sosial fobia mempunyai pola pikir yang kurang sehat yang menyebabkan mereka selalu cemas. Kecemasan pada sosial fobia terutama karena penderita sosial fobia tidak ingin mendapat penilaian yang jelek atau penolakan dari orang lain.

Beberapa belief atau kepercayaan atau pikiran pada diri seorang penderita sosial fobia yang sering ditemui adalah:

  • saya harus kelihatan mampu
  • saya harus kelihatan menarik atau saya akan gagal
  • bila mereka melihat saya cemas atau gelisah, mereka akan menilai bahwa saya lemah
  • bila tidak ada yang bisa saya omongkan atau sampaikan, itu akan jadi bencana
  • mereka akan mulai tidak menyukai saya.

Beberapa pikiran atau belief yang menurut penderita sosial fobia dimiliki orang lain ketika melihat dirinya bila ia tidak bisa tampil dengan baik:

  • orang bodoh
  • orang tersebut kelihatan tidak becul
  • dia tidak bisa mengendalikan dirinya
  • tingkah lakunya aneh.

karena punya pikiran seperti diatas, seorang penderita sosial fobia akan selalu cemas dan menarik diri atau menghindar dari melakukan tuga tugas dimana dia harus tampil atau kelihatan. Untuk itu, dalam mengobati sosial fobia langkah yang harus dilakukan adalah:

  1. Belajar untuk mengidentifikasi pikiran yang lewat di kepala penderita sosial fobia dalam menanggapi peristiwa, dan interpretasi mereka  terhadap  peristiwa dan situasi tersebut.
  2. Belajar bagaimana melihat setiap pikiran-pikiran secara objektif, dan memutuskan apakah pikiran pikiran tersebut mewakili penilaian yang wajar dari situasi (ini untuk menantang mereka agar mempunyai pikiran atau kepercayaan alternatif ).
  3. Menata ulang setiap pikiran yang tidak realistis atau tidak membantu (tidak sehat) dengan cara yang lebih mencerminkan realitas situasi dan lebih membantu dalam kehidupannya.
  4. Menempatkan keyakinan baru yang  lebih bermanfaat dalam praktek dengan mendasarkan perilakunya pada pikiran atau kepercayaan baru tersebut.

Sebagai contoh:

Activating event (A) atau situasi: Minum kopi di cafe.

Belief (B) yang muncul adalah: (1) Tangan saya akan gemetar dan kopi akan tumpah. (2) Saya akan terlihat gemetar, (3) mereka akan mengira saya orang gila.

Sebagai konsekuensi (C), maka yang bersangkutan akan sangat gelisah, cemas. Tanda yang muncul antara lain: gemetar, pucat, berkeringat.

Tentunya seorang penderita fobia sosial akan berkurang cemasnya bila mampu mengubah B (belief) dari kejadian A tersebut dan menerapkannya dalam perilaku yang baru.

Biasanya, terapi kognitif tersebut digabung dengan terapi perilaku. Penderita sosial fobial diminta mengidentifikasi hal hal yang membuatnya cemas. Kemudain bersama terapis, mereka membuat program untuk menghadapi hal hal yang mencemaskan tersebut secara bertahap. Misalnya bila bepergian dengan kendaraan umum membuatnya cemas, maka dibuat program sebagai berikut:

  1. pergi ke terminal dan kemudian kembali kerumah tanpa naik kendaraan umum. Bila berhasil, kemudian lakukan langkah kedua.
  2. pergi ke terminal dan naik kendaraan umum sejauh 1 km dan turun. Bila berhasil, maka lakukan langkah ketiga
  3. pergi ke terminal dan naik kendaraan umum sampai ketempat tujuan. Bila berhasil, langkah berikutnya:
  4. pergi ke terminal, naik kendaraan umum sampai tujuan dan kemudian kembali ke rumah dengan kendaraan umum lagi.

Begitulah, dengan menggarap aspek kognitif dan perilaku, bila perlu ditambah obat, lama kelamaan sosial fobia akan bisa dihilangkan.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Fobia sosial (1)

Normal normal saja  untuk merasa gugup dalam beberapa situasi sosial. Hal tersebut terjadi bila kita harus pidato atau memberikan presentasi. Namun dalam gangguan kecemasan sosial, juga disebut fobia sosial, interaksi sehari-hari menyebabkan kecemasan irasional, rasa takut, kesadaran diri berlebihan dan malu.

Gangguan kecemasan sosial adalah suatu kondisi kesehatanmental  kronis, tetapi pengobatan seperti konseling psikologis, pengobatan danbelajar  keterampilan coping (mengatasi sesuatu masalah)  dapat membantu Anda mendapatkan kepercayaan diri dan meningkatkan kemampuan Anda untuk berinteraksi dengan orang lain.

Gangguan kecemasan sosial mempengaruhi emosi dan perilaku. Hal ini juga dapat menyebabkan gejala fisik yang signifikan. Tanda tanda dan gejala emosi dan perilaku  kecemasan sosial, termasuk:

  •     Takut secara berlebihan ketika berinteraksi dengan orang asing
  •     Takut situasi di mana Anda dapat dinilai
  •     Khawatirkan memalukan atau memalukan diri sendiri
  •     Ketakutan bahwa orang lain akan melihat bahwa Anda terlihat cemas
  •     Kecemasan yang mengganggu rutinitas harian Anda, pekerjaan, sekolah atau kegiatan lain
  •     Menghindari melakukan sesuatu atau berbicara dengan orang karena takut malu
  •     Menghindari situasi di mana Anda mungkin menjadi pusat perhatian
  •     Kesulitan membuat kontak mata
  •     Kesulitan berbicara

Tanda tanda fisik tanda-tanda dan gejala gangguan kecemasan sosial:

  •     Blushing (muka merah)
  •     Berkeringat
  •     Gemetar atau bergetar
  •     Detak jantung cepat
  •     Gangguan perut
  •     Mual
  •     Suara gemetar
  •     Ketegangan otot
  •     Kebingungan
  •     Diare
  •     Tangan dingin, basah

Khawatir  memiliki gejala

Bila Anda memiliki gangguan kecemasan sosial, Anda menyadari bahwa kecemasan atau ketakutan tersebut diluar proporsi karena tidak sesuai dengan situasi. Namun karena anda  begitu khawatir akan timbulnya  gejala gangguan kecemasan sosial, hal tersebut malah dapat memacu timbulnya fobia sosial.  Hal tersebut menimbulkan  lingkaran setan yang dapat membuat gejala menjadi lebih buruk.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Ketahanan Jiwa (5)

Artikel sebelumnya bisa di klik disini

Hasil gambar untuk berdoaBeberapa jalan untuk meningkatkan ketahanan jiwa:

  • Bersikap optimis. Dengan bersikap optimis dan percaya bahwa setelah segala kesulitan akan ada kemudahan, maka seseorang akan lebih berani melangkah kedepan. Sikap optimis membuat seseorang lebih mudah melihat peluang dalam setiap pemecahan masalah.
  • Rawat diri sendiri. Mengabaikan kebutuhan dan kesehatan diri hanya akan memperlemah ketahanan jiwa. Dengan menjaga kesehatan serta berperilaku sehat, maka ketahanan jiwa juga akan ikut meningkat. Luangkan waktu untuk berolah raga, menikmati keindahan alam, bergaul dengan masyarakat sekitar akan meningkatkan ketahanan jiwa.
  • Memperdalam agama. Meningkatkan keimanan, khususnya tauhid, akan memperkuat ketahanan jiwa. Dengan meyakini bahwa Allah itu Maha Kuasa dan Allah akan mengabulkan doa, maka dengan bersandar pada Allah, hidup akan menjadi terasa lebih mudah.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Laporan Keuangan Januari 2017

Daftar pemasukan selama bulan Januari 2017

  1. Infak dari keluarga Farid Rp. 1 000 000.
  2. Infak dermawan (tgl  5-1-2017) Rp 750 000
  3. Infak dari ibu Nina Mardyana Rp 1 000 000
  4. Infak dari dermawan (tgl 9-1-2017) Rp 750 000
  5. Infak dari Ibu nindya Kartika Wahyudiani Rp. 500 000.
  6. Infak dari Kleuarga Suhartoyo Rp. 1 000 000
  7. Infak dari Esti Widiyanto Rp 1 000 000
  8. Infak dari Bpk Imam Budiono Rp 1 400 000
  9. Infak dari dermawan (30-1-2017) Rp. 1 250 000
  10. infak dari Ibu Feni Yuniati Rp 1 000 000.
  11. Pemasukan secara tunai (tidak lewat rekening) Rp. 2 300.000

Total pemasukan selama bulan Januari sebanyak Rp. 11 950 000.

Pengeluaran selama bulan Januari 2017:

  1. Makanan Rp 6 440 000
  2. Gaji pegawai Rp. 10 300 000.
  3. Pengeluaran transportasi, listrik, dll Rp. 1 750 000.

Total pengeluaran Rp. 18 490 000.

Defisit anggaran ditutup oleh para pengurus Tirto Jiwo

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Ketahanan Jiwa (4)

Artikel sebelumnya bisa di klik disini

Beberapa jalan yang akan dapat memperkuat ketahanan jiwa:

  1. Pakai sebagai kesempatan untuk lebih mengenal diri sendiri. Dai kondang Aa Gym, sebagai anak tentara, juga bercita cita menjadi tentara. Namun karena tingginya kurang memenuhi syarat, maka dia gagal masuk AKABRI. Ternyata kegagalannya masuk tentara mengantarkannya menjadi ustadz terkenal. Kejadian Hasil gambar untuk Keep things in perspectiveyang tidak menyenangkan atau kegagalan, dapat dipakai sebagai sarana untuk lebih mengenal diri dan kemudian berjuang untuk sukses dalam situasi atau jalur karir yang baru.
  2. Pupuk sikap positif terhadap diri sendiri. Orang yang memandang negatif diri sendiri cenderung gampang terkena depresi, sedangkan orang yang menilai dirinya secara positif (tapi tidak berlebihan) akan mempunyai ketahanan jiwa. Tidak percaya diri membuat seseorang mudah patah semangat, tidak tahan menghadapi cobaan. Oleh karena itu, memupuk sikap positif terhadap diri sendiri sangat perlu dilakukan agar ketahanan jiwa menjadi semakin kuat.
  3. Letakkan segala sesuatu dalam gambaran besarnya. Badai pasti berlalu, tidak ada badai yang berlangsung selamanya. Begitu juga dengan masalah atau ujian, semuanya akan berlalu. Sesuatu yang kelihatan besar, penting atau berat, mungkin dalam waktu setahun tidak akan lagi terasa besar. Bila dimarahi atasan, tidak dapat promosi jabatan, gagal masuk perguruan tinggi, maka letakkan itu dalam perspektif yang benar. Tertunda setahun masuk perguruan tinggi, tidak akan banyak pengaruhnya terhadap kariri seseorang

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo