Pengertian dan gejala depresi (1)

Depresi adalah suatu keadaan dimana seseorang terus menerus merasa sedih dan kehilangan minat/ keinginan atau interest. Depresi juga bisa menimbulkan gejala fisik di badan.

Depresi mempengaruhi perilaku, pola pikir dan perasaan seseorang yang terserang. Depresi biasanya mengganggu kegiatan sehari-hari dan dapat menyebabkan seseorang merasa bahwa tidak ada lagi gunanya untuk terus hidup.

Depresi biasanya memerlukan pengobatan jangka panjang. Meskipun demikian, banyak penderita depresi yang merasa nyaman setelah minum obat.

Gejala dari depresi antara lain:

  • Merasa sedih atau tidak bahagia
  • Hal hal kecil sudah membuat frustasi atau sangat mengganggu
  • Kehilangan minat atau kesenangan terhadap kegiatan sehari-hari
  • Tidak bisa tidur atau kebanyakan tidur (tidur terus)
  • Kehilangan dorongan seksual
  • Perubahan nafsu makan, bisa kehilangan nafsu makan dan menjadi kurus atau bertambah nafsu makan dan menjadi kegemukan.
  • Tidak tenang, sulit duduk diam ditempat
  • Mudah meledak marah atau sangat mudah tersinggung
  • Berpikir pelan, berbicara pelan dan lemah, begitu pula ketika bergerak atau menggerakkan bagian tubuhnya.
  • Sulit mengambil keputusan, kurang konsentrasi, gampang terganggu konsentrasinya, sulit mengingat.
  • Selalu merasa capai, lemah dan kehilangan tenaga, bahkan sebuah kegiatan kecil terasa sangat berat dan memerlukan banyak tenaga
  • Merasa tidak berharga, merasa bersalah dan selalu memikirkan kegagalan atau kesalahan masa lalu.
  • Sering berpikir tentang kematian atau bunuh diri.
  • Tiba tiba menangis tanpa sebab yang jelas
  • Gangguan fisik yang tidak jelas penyebabnya, seperti sakit kepala atau sakit punggung.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Tahapan pemulihan kerja pada penderita schizophrenia (2)

Lanjutan artikel sebelumnya

Hasil gambar untuk supported employment

5. Tahap kerja penuh waktu berfungsi tetapi masih melakukan pekerjaan yang mudah. Fase ini melibatkan upaya peningkatan kualitas hasil kerja. Penderita mungkin melakukan pekerjaan yang sama tetapi pemberian honor/ gaji diberikan secara mingguan atau bulanan. Dukungan konseling tetap diperlukan. Pada tahap ini para pasien dan anggota keluarganya secara bertahap diberi pemahaman agar penderita dapat mendapatkan pekerjaan yang selaras dengan kemampuan pasien   yang sebenarnya dan potensi sesungguhnya.

6. Tahap pekerjaan intelektual. Dalam fase ini pasien mulai diberi penugasan untuk bekerja yang sesuai dengan kemampuan intelektualnya, misalnya tutor, akuntan, asisten dalam profesional khusus. Jika pasien sendiri adalah seorang dokter atau pengacara atau akuntan, maka tahap ini mungkin penderita diberikan program  magang di bawah bimbingan profesional lainnya dengan kualifikasi yang sama. Pada fase ini penderita masih harus berada dalam lingkungan yang terlindungi.

7. Tahap bekerja secara penuh. Dalam fase ini pasien melakukan apa yang ingin ia lakukan dalam bidang pilihannya, sesuatu yang ia akan lakukan dengan cara baik jika dia tidak menderita penyakit. Lama  setiap tahap rehabilitasi tergantung pada kasus individu, yang didasarkan pada seberapa stabil pasien dalam setiap fase. Pada umumnya, setiap fase dapat berlangsung selama antara 1 sampai 6 bulan. Obat dapat ditambahkan, atau disesuaikan tergantung pada: kemajuan gejala klinis, ada tidaknya gejala psikotik, ada tidaknya faktor yang  menghambat kerja yang disebabkan oleh efek samping dari obat-obatan misalnya tremor atau mengantuk, serta ada tidaknya kebutuhan untuk melindungi dan menjaga pasien dari stres.

sumber: http://www.aarogya.com/support-groups/schizophrenia/4674-schizophrenia-rehabilitation.html

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Laporan Keuangan Bulan Mei 2017

Dana yang masuk melalui Rekening Tirto Jiwo di Bank Mandiri pada bulan Mei 2017

  1. ibu Damasela  Rp. 300 000.
  2. Ibu Nina Mardyana Rp. 1 200 000.
  3. Ibu Feni Yuniati Rp. 1 500 000.
  4. Bapak Waluyo BS Rp. 750 000
  5. Dermawan Rp 750 000
  6. Ibu Nindya Kartika Wahyudiani Rp. 250 000
  7. Dermawan Rp 10 000 000.
  8. Bp/ Ibu Halim Suwita Rp. 400 000
  9. Ashab Muhammad Rp. 1 500 000
  10. Dermawan Rp. 800 000.
  11. Siguidoghu Rp. 2 000 000
  12. Dermawan Rp. 1 500 000.
  13. Ibu Damasela Rp. 300 000
  14. Ibu Feni Yuniati Rp. 1 500 000

Total pemasukan selama Bulan Mei 2017 Rp. 22 750 000.

Semoga kebaikan dari para dermawan mendapatkan balasan dari Allah swt dengan berlipat ganda sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al Baqarah ayat 261.
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Pekerjaan bagi penderita gangguan jiwa

Adanya rumah (tempat tinggal) dan pekerjaan adalah dua kunci penting dalam proses pemulihan gangguan jiwa.

Di Indonesia, belum ada program pendidikan dan pembimbingan bagi keluarga yang salah satu anggota keluarganya terkena gangguan jiwa. Akibatnya, karena hanya mengandalkan minum obat (sering juga penderita tidak patuh minum obat), maka penderita gangguan jiwa menjadi kronis. Akhirnya, setelah bosan merawat, penderita gangguan jiwa tersebut mulai ditinggalkan dan bahkan “dibuang”.

Di Amerika dan Inggris, ada program family therapy yang berlangsung selama 18 bulan. Tujuannya adalah menyiapkan keluarga agar dapat membantu proses pemulihan penderita gangguan jiwa. Selain itu juga ada program “supported employment”, yaitu program untuk membantu penderita gangguan jiwa yang telah mulai pulih untuk dapat bekerja dan mendapat penghasilan yang layak.

 

Menempatkan pasien Tirto Jiwo ke perusahaan bukan pekerjaan gampang. Banyak sekali alasan yang dikemukakan oleh para pengusaha untuk menolak. Tirto Jiwo juga sudah berusaha menciptakan lapangan kerja dengan mencoba berternak kambing, membuat kaos, membuka cafe. Sayangnya semua gagal total. Kami tidak punya keahlian berwira usaha. Harapan kami adalah keluarga dari penderita gangguan jiwa tersebut yang menciptakan pekerjaan untuk saudaranya yang menderita gangguan jiwa.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

 

 

Prinsip prinsip pemulihan gangguan jiwa yang disusun oleh bekas penderita (4)

3.Hasil gambar untuk recovery psychiatry Recovery skills (pulihnya ketrampilan). Setelah seseorang yakin bahwa dirinya bisa pulih, begitu pula dengan orang orang disekitarnya juga percaya bahwa orang tersebut bisa pulih dari gangguan jiwanya, maka penderita gangguan jiwa mulai dapat mengembalikan ketrampilannya, khususnya ketrampilan berkomunikasi atau berinteraksi sosial. Penderita gangguan jiwa perlu belajar untuk mendapatkan ketrampilan bagaimana mengekspresikan marah, sedih,kecewa, sayang, atau takut. Ketrampilan tersebut diperlukan agar yang bersangkutan bisa bergaul dan berinteraksi dengan sesama secara normal. Ketrampilan yang diperlukan dalam pemulihan, antara lain: ketrampilan menentukan tujuan dan sasaran serta mencapainya, ketrampilan memaafkan diri sendiri, ketrampilan mengendalikan perasaan tidak enak, ketrampilan merawat diri sendiri (olah raga, jalan jalan, bermain musik, melakukan hobi, dll), bertanggung jawab kepada diri sendiri.

4. Recovery Identity (Pulihnya identitas diri ). Penderita yang pulih dari gangguan jiwa tidak lagi hanya merasa sebagai penderita gangguan jiwa, tapi sudah menjadi manusia yang utuh. Identitas diri tersebut antara sebagai karyawan, kepala atau anggota keluarga, murid, dll.

5. Recovery comunity (kembali menjadi bagian masyarakat). Penderita gangguan jiwa yang pulih diterima sebagai bagian dari masyarakat.

Dr Nancy Waxler, pada tahun 1979 melakukan penelitian dengan membandingkan pemulihan dari gangguan jiwa di Sri lanka dengan di Inggris. Dia menemukan bahwa angka pemulihan gangguan jiwa di Sri Lanka ternyata lebih bagus dibandingkan dengan di Inggris. Hal ini disebabkan karena penduduk Sri lanka melihat gangguan jiwa sebagai penyakit yang bersifat sementara dan penderita akan pulih kembali. Ketika masyarakat percaya bahwa penderita gangguan jiwa akan pulih kembali, maka penderita tersebut benar benar kemudian menjadi pulih.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Prinsip prinsip pemulihan gangguan jiwa yang disusun oleh bekas penderita (3)

Menurut hasil berbagai riset yang dilakukan oleh National Empowerment Center, terhadap orang orang yang sudah pulih dari gangguan jiwa, ada 5 tema utama dalam pemulihannya, yaitu:

  1. Recovery beliefs (keyakinan bisa pulih). Penderita gangguan jiwa harus yakin bahwa mereka bisa pulih, kembali hidup normal dan bekerja di masarakat. Orang orang disekitarnya juga harus punya keyakinan yang sama, bahwa saudara mereka akan bisa pulih dari gangguan jiwanya. Mereka (orang yang sudah pulih dari gangguan jiwa) tidak pernah menyerah dan yakin bahwa suatu saat mereka akan mencapai suatu keadaan dimana mereka tidak lagi menderita gangguan jiwa. Adanya “harapan” akan masa depan yang lebih baik merupakan salah satu kunci pemulihan gangguan jiwa, karena bila tidak punya harapan, mereka tidak akan mau berusaha. Orang yang bisa pulih dari gangguan jiwa juga kembali mempunyai kepercayaan pada dirinya sendiri. Kepercayaan diri yang sering hilang karena menderita gangguan jiwa, bisa mereka raih kembali.
  2. Recovery relationships (pulih hubungan sosialnya). Adanya hubungan persaudaraan atau persahabatan yang erat akan membantu proses pemulihan. Beberapa penderita gangguan jiwa pernah menyakiti orang tua, saudara atau sahabatnya. Kembalinya persaudaraan atau persahabatan akan mempercepat proses pemulihan. Beberapa sifat sifat yang diperlukan oleh penderita gangguan jiwa agar membantu pemulihannya adalah: seseorang yang yakin kepada  penderita bahwa dia akan pulih, seseorang yang tidak pernah menyerah (karena dalam proses pemulihan kadang masih terjadi kekambuhan), seseorang dimana penderita merasa aman atau percaya kepada orang tersebut, seseorang yang pernah mengalami kejadian serupa (pernah menderita gangguan jiwa dan sekarang sudah pulih), seseorang yang mempunyai rasa kemanusiaan yang tinggi, seseorang yang membiarkan penderita pulih dengan kecepatan yang berbeda beda antara

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Prinsip prinsip pemulihan gangguan jiwa yang disusun oleh bekas penderita (2)

Beberapa prinsip pemulihan gangguan jiwa menurut Laurie Ahern dan Daniel Fisher:

  • Seseorang bisa pulih sepenuhnya dari gangguan jiwa yang paling berat sekalipun.
  • Seseorang dapat dan sangat memerlukan interaksi/ koneksi emosional dengan orang orang  lain, terutama ketika mengalami stress.
  • Saling percaya (trust) adalah tonggak dari pemulihan
  • Orang orang yang mempercayai (believe) anda, dapat membantu anda dalam proses pemulihan
  • Agar bisa pulih, seseorang harus dapat melaksanakan mimpi mimpinya (cita-citanya).
  • Ketidak-percayaan akan mendorong terjadinya pemaksaan dan kontrol yang bisa menghalangi proses pemulihan
  • Sikap bertanggung jawab  dan berani menentukan nasibnya sendiri sangat penting bagi pemulihan
  • Seseorang yang menderita gangguan jiwa harus percaya bahwa dirinya bisa pulih dari gangguan jiwa, begitu pula dengan orang orang yang ada disekitarnya juga harus percaya.
  • Penghormatan dan penghargaan sangat penting dalam pemulihan
  • Semua yang telah kita pelajari tentang pentingnya hubungan/ keterkaitan sosial (social connectedness) berlaku untuk orang normal dan berlaku juga penderita gangguan jiwa.
  • Adanya perasaan aman secara emosional sangat penting agar seseorang dapat mengungkapkan perasaan atau emsoinya, dan hal ini penting bagi pemulihan.
  • Memahami arti dari pengalaman kejiwaan selama mengalami stress akan membantu proses pemulihan.

bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Pengobatan schizophrenia (2)

Gambar terkaitObat obat anti psikotik lama, sering mempunyai efek samping yang menganggu gerak tubuh. Obat obat anti psikotik lama antara lain:

  • Chlorpromazine
  • Fluphenazine
  • Haloperidol (Haldol)
  • Perphenazine

Obat anti psikotik lama tersebut sangat murah, khususnya obat generiknya. Hal tersebut perlu dipertimbangkan untuk pengobatan jangka lama.

Biasanya diperlukan waktu beberapa minggu sebelum obat anti psikotik memberikan dampak pada perbaikan gejala. Tujuan utama pengobatan adalah menekan tanda dan gejala schizophrenia dengan dosis serendah mungkin.

Selain dengan obat obatan, untuk mendukung pemulihan penderita schizophrenia juga memerlukan terapi psikososial, seperti:

  • social skills training yang fokusnya pada pelatihan ketrampilan komunikasi dan interaksi sosial
  • family therapi (terapi keluarga) dengan memberi informasi kepada keluarga tentang caranya mendukung pemulihan penderita schizophrenia
  • vocational rehabilitation dan supported employment, dimana pelatihan kerja diberikan dan juga dukungan psikososial selama sang penderita bekerja
  • individual therapy dimana penderita belajar tentang cara mencegah kambuh dan belajar mengatasi penyakitnya.

Di negara negara maju, masyarakat juga mengembangkan program yang menggarap masalah pekerjaan, perumahan, self-help group, dall. Diharapkan Tirto Jiwo, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan, akan bisa memberikan berbagai terapi psikososial dan sekaligus mengembangkan self-help group.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Pengobatan schizophrenia

Schizophrenia merupakan penyakit menahun/ khronis, seperti juga dengan penyakit darah tinggi atau gula darah, yang memerlukan pengobatan jangka panjang meskipun gejala sudah menghilang atau berkurang. Pengobatan dengan minum obat dan psikoterapi akan dapat membuat penderita schizophrenia mengendHasil gambar untuk schizophreniaalikan penyakitnya. Pada saat krisis atau kambuh parah, perawatan di rumah sakit sering diperlukan sehingga penderita bisa tetap mendapat nutrisi, tidur dan penanganan kebersihan diri yang baik.

Pengobatan schizophrenia memerlukan penanganan dari psikiater. Penanganan pasien schizophrenia sering memerlukan berbagai keahlian, seperti psikiater, perawat jiwa, psikolog, pekerja sosial.
Obat obatan merupakan kunci utama pengobatan schizophrenia. Hanya saja, pemberian obat tersebut kadang memberikan efek samping yang tidak enak sehingga membuat penderita malas minum obat. Obat obat anti psikotik biasanya yang diberikan dokter kepada pasien schizophrenia. Obat obat tersebut mengendalikan gejala dengan melalui pengaruhnya terhadap neurotransmitter serotonin dan dopamin. Kesediaan penderita untuk bekerja sama dalam pengobatan akan memudahkannya untuk pulih. Penderita yang tidak mau minum obat perlu diobati dengan suntikan. Penderita yang gelisah (agitated) mungkin memerlukan pemberian benzodiazepine, seperti lorazepam (Ativan) ) agar bisa tenang selain diberikan obat anti psikotik juga.

Obat antipsikotik atypical adalah obat obat anti psikotik baru biasanya lebih disukai karena lkurang dalam membuat pasien menjadi lemah atau tidak bertenaga. beberapa obat anti psikotik atypical adalah:

  • Aripiprazole (Abilify)
  • Clozapine (Clozaril, Fazaclo ODT)
  • Olanzapine (Zyprexa)
  • Paliperidone (Invega)
  • Quetiapine (Seroquel)
  • Risperidone (Risperdal)
  • Ziprasidone (Geodon)

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Psikoedukasi bagi skizophrenia (2)

Orang orang dibawah ini mempunyai resiko terkena schizophrenia yang lebih besar:

  • hidup menyendiri
  • hidup susah (unsatisfactory living conditions)family fighting
  • memakai obat terlarang

Sedangkan kemampuan perlindungan diri yang bisa membentengi diri dari terkena schizophrenia, antara lain:

  • kemampuan atau ketrampilan dalam mengatasi stress dan masalah
  • dukungan sosial atau persahabatan
  • pola mencari bantuan yang tepat, misalnya tidak lari ke dukun
  • minum obat sesuai perintah dokter (bagi yang sudah sakit).

Meskipun mempunyai kerentanan genetis, namun bila hidupnya tidak penuh stress atau mempunyai kemampuang mengatasi masalah dan bisa mengendalikan rasa frustasi, maka seseorang bisa terhindar dari schizophrenia. Bagi yang sudah terkena, hal yang penting ditanamkan adalah perlunya minum obat sesuai petubjuk dokter, mengendalikan stress, belajar meningkatkan ketrampilan mengatasi masalah dan membangun jaringan persaudaraan dan pertemanan yang mendukung.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo