Teknik dasar mengatasi depresi (2)

Tehnik ketiga dalam mengatasi depresi adalah merawat dan menjaga diri sendiri. Penderita depresi perlu menjalankan pola hidup sehat, belajar mengelola stress (tekanan hidup), menentukan batas batas apa yang bisa dikerjakan, belajar berperilaku sehat dan menjadwalkan kegiatan yang menyenangkan dalam kehidupannya sehari hari.

  • Upayakan agar punya kebiasaan tidur 8 jam sehari. Penderita depresi biasanya mempunyai gangguan tidur. Tidur terlalu banyak atau sulit tidur tidak baik untuk kejiwaan.
  • Jangan mengurung diri di dalam rumah atau kamar. Lakukan jalan jalan di alun alun atau taman, minum teh di halaman, duduk duduk di bangku taman, dan kegiatan luar rumah lainnya.
  • Kendalikan stress. Stress dapat memperpanjang dan memperburuk depresi. Stress juga dapat menjadi pencetus depresi.
  • Latihan teknik relaksasi. Relaksasi setiap hari dapat mengurangi gejala depresi, mengurangi stress, dan memperkuat perasaan bahagia dan sejahtera. Belajar dan terapkan teknik meditasi, yoga, napas panjang, atau meditasi.
  • Lakukan hal hal yang menyenangkan atau yang dulu disukai. Misalnya bermain musik, jalan jalan ke gunung atau ke pantai, melukis, atau menulis. Lakukanlah kegiatan apa saja meskipun anda tidak menyukainya karena berada di luar rumah dan mengerjakan sesuatu akan membawa perbaikan. Lama kelamaan anda akan merasa lebih bersemangat dalam melakukan kegiatan yang menyenangkan.
  • Buat daftar kegiatan atau hal hal yang di masa lalu dapat memperbaiki depresi dengan cepat. Misalnya luangkan waktu menikmati alam, buat daftar apa yang kamu sukai tentang dirimu, membaca buku yang bagus, menonton film lucu, mandi pakai air hangat, bermain dengan hewan piaraan (kucing, burung, dll), mendengarkan musik, melakukan kegiatan kegiatan kecil, melakukan sesuatu secara spontan.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Teknik dasar mengatasi depresi (1)

Depresi menyerap energi, harapan dan daya juang sehingga membuat orang yang terkena depresi mengalami kesulitan mengatasinya.

Meskipun demikian, bukan berarti depresi tidak bisa dipulihkan. Untuk masalah obat anti depresi, kita serahkan masalahnya kepada para dokter. Kita fokus pembahasan kita pada teknik mengatasi depresi.

Agar terbebas dari depresi kita harus mau melakukan atau mengerjakan sesuatu. Namun melakukan sesuatu tersebut disaat kita mengalami depresi bukanlah pekerjaan mudah. Biasanya semakin bermanfaat kegiatan yang perlu dilakukan untuk mengatasi depresi , semakin sulit hal tersebut dilakukan. Hanya saja, perlu dibedakan bahwa sulit bukan berarti tidak mungkin.Untuk itu, agar bisa mengatasi depresi, kita perlu melakukan hal hal yang kecil terlebih dahulu yang kemudian dikembangkan ketingkat yang lebih sulit.

  1. Bangun hubungan yang mendukung (support network).  Adanya keluarga, saudara atau teman yang mendukung sangat penting untuk mengatasi depresi. Terisolasi atau merasa sendirian tanpa teman dapat membuat depresi menjadi lebih berat. Hanya masalahnya, orang yang lagi depresi biasanya malas bergaul.  Untuk itu, berusaha menjaga hubungan/ pertemanan serta kegiatan sosial sangat penting untuk mengatasi depresi. Bila seseorang sedang depresi, maka upayakan untuk: (a) menghubungi saudara atau teman yang dipercaya. Upayakan agar orang tersebut mau menceritakan perasaannya dan meminta dukungan mereka. (b) Mencoba untuk tetap ikut kegiatan sosial meskipun orang tersebut tidak menyukainya. Ketika depresi biasanya seseorang senang menyendiri, namun berada diantara teman dan saudara akan membuat penderita depresi merasa lebih baik. (c) Dorong untuk bergabung dengan kelompok support group for depression. Bertemu dan berbicara dengan orang orang yang sama sama sedang berusaha mengatasi depresi bisa membuat depresi berkurang
  2. Hilangkan pikiran negatif. Penderita depresi melihat segala sesuatunya dari sisi negatif. Namun kita tidak bisa hanya bilang kepada mereka untuk selalu berpikir positif. Untuk mengurang pikiran negatif seorang penderita depresi bisa diminta untk melakukan hal hal sebagai berikut: (a) terima bahwa dirinya tidak sempurna tanpa menjadi sedih atau kecewa,karena tidak ada manusia sempurna (b) ajak untuk membuat pernyataan yang lebih positif tentang dirinya, (c) bergaul dengan orang orang yang optimis atau bersikap positif, (d) ajak untuk membuang pikiran negatif dan minta untuk menuliskan dalam buku hariannya. Bila orang tersebut sedang tidak dalam depresi, kita minta yang bersangkutan membaca ulang tulisan tersebut.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Pengertian dan gejala depresi (2)

Image result for depresiGejala depresi pada anak anak atau remaja belasan tahun:

  • Gejala pada anak anak mungkin berupa kesedihan, tidak mempunyai harapan, ketakutan atau kecemasan
  • Gejala pada remaja bisa berupa kecemasan, kemarahan dan menghindari kontak sosial
  • Hasil belajar disekolah biasanya terganggu
  • Depresi pada anak jarang menimbulkan gejala berupa gangguan tidur atau gangguan berpikir.
  • Pada anak dan remaja, depresi sering terjadi bersamaan dengan gangguan perilaku dan gangguan mental lainnya seperti attention deficit/ hyperactive disorder (ADHD).

Pada orang dewasa, depresi lebih sulit dikenali karena gejala seperti kecapekan, kehilangan minat, gangguan tidur, gangguan nafsu seksual- sering dikira karena disebabkan oleh penyakit lain. Gejala depresi pada orang dewasa sering tidak terlalu jelas. Mereka hanya merasa kurang memuaskan hidupnya, bosan, tidak berharga atau tidak ada harapan lagi.. Mereka juga biasanya hanya ingin tinggal dirumah dari pada harus bersosialisasi keluar atau mengerjakan sesuatu yang baru. Bila sampai ada keinginan untuk bunuh diri, maka itu merupakan salah satu tanda serius dari depresi yang tidak boleh dipandang enteng. Pada orang dengan depresi, laki laki dewasa tua mempunyai rsiko tertinggi untuk bunuh diri.

Bila anda atau orang yang anda kenal mempunyai keinginan untuk bunuh diri, segera meminta pertolongan kepada dokter atau ulama/ kiyai, dan lain lain. Bila anda mengetahui seseorang yang dekat dengan anda mencoba atau berniat bunuh diri, maka pastikan bahwa orang tersebut selalu ada yang menemani. Jangan biarkan orang yang ingin bunuh diri berada sendirian tanpa orang lain didekatnya. Bawalah orang tersebut ke rumah sakit atau klinik untuk pertolongan darurat.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Pengertian dan gejala depresi (1)

Depresi adalah suatu keadaan dimana seseorang terus menerus merasa sedih dan kehilangan minat/ keinginan atau interest. Depresi juga bisa menimbulkan gejala fisik di badan.

Depresi mempengaruhi perilaku, pola pikir dan perasaan seseorang yang terserang. Depresi biasanya mengganggu kegiatan sehari-hari dan dapat menyebabkan seseorang merasa bahwa tidak ada lagi gunanya untuk terus hidup.

Depresi biasanya memerlukan pengobatan jangka panjang. Meskipun demikian, banyak penderita depresi yang merasa nyaman setelah minum obat.

Gejala dari depresi antara lain:

  • Merasa sedih atau tidak bahagia
  • Hal hal kecil sudah membuat frustasi atau sangat mengganggu
  • Kehilangan minat atau kesenangan terhadap kegiatan sehari-hari
  • Tidak bisa tidur atau kebanyakan tidur (tidur terus)
  • Kehilangan dorongan seksual
  • Perubahan nafsu makan, bisa kehilangan nafsu makan dan menjadi kurus atau bertambah nafsu makan dan menjadi kegemukan.
  • Tidak tenang, sulit duduk diam ditempat
  • Mudah meledak marah atau sangat mudah tersinggung
  • Berpikir pelan, berbicara pelan dan lemah, begitu pula ketika bergerak atau menggerakkan bagian tubuhnya.
  • Sulit mengambil keputusan, kurang konsentrasi, gampang terganggu konsentrasinya, sulit mengingat.
  • Selalu merasa capai, lemah dan kehilangan tenaga, bahkan sebuah kegiatan kecil terasa sangat berat dan memerlukan banyak tenaga
  • Merasa tidak berharga, merasa bersalah dan selalu memikirkan kegagalan atau kesalahan masa lalu.
  • Sering berpikir tentang kematian atau bunuh diri.
  • Tiba tiba menangis tanpa sebab yang jelas
  • Gangguan fisik yang tidak jelas penyebabnya, seperti sakit kepala atau sakit punggung.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Tahapan pemulihan kerja pada penderita schizophrenia (2)

Lanjutan artikel sebelumnya

Hasil gambar untuk supported employment

5. Tahap kerja penuh waktu berfungsi tetapi masih melakukan pekerjaan yang mudah. Fase ini melibatkan upaya peningkatan kualitas hasil kerja. Penderita mungkin melakukan pekerjaan yang sama tetapi pemberian honor/ gaji diberikan secara mingguan atau bulanan. Dukungan konseling tetap diperlukan. Pada tahap ini para pasien dan anggota keluarganya secara bertahap diberi pemahaman agar penderita dapat mendapatkan pekerjaan yang selaras dengan kemampuan pasien   yang sebenarnya dan potensi sesungguhnya.

6. Tahap pekerjaan intelektual. Dalam fase ini pasien mulai diberi penugasan untuk bekerja yang sesuai dengan kemampuan intelektualnya, misalnya tutor, akuntan, asisten dalam profesional khusus. Jika pasien sendiri adalah seorang dokter atau pengacara atau akuntan, maka tahap ini mungkin penderita diberikan program  magang di bawah bimbingan profesional lainnya dengan kualifikasi yang sama. Pada fase ini penderita masih harus berada dalam lingkungan yang terlindungi.

7. Tahap bekerja secara penuh. Dalam fase ini pasien melakukan apa yang ingin ia lakukan dalam bidang pilihannya, sesuatu yang ia akan lakukan dengan cara baik jika dia tidak menderita penyakit. Lama  setiap tahap rehabilitasi tergantung pada kasus individu, yang didasarkan pada seberapa stabil pasien dalam setiap fase. Pada umumnya, setiap fase dapat berlangsung selama antara 1 sampai 6 bulan. Obat dapat ditambahkan, atau disesuaikan tergantung pada: kemajuan gejala klinis, ada tidaknya gejala psikotik, ada tidaknya faktor yang  menghambat kerja yang disebabkan oleh efek samping dari obat-obatan misalnya tremor atau mengantuk, serta ada tidaknya kebutuhan untuk melindungi dan menjaga pasien dari stres.

sumber: http://www.aarogya.com/support-groups/schizophrenia/4674-schizophrenia-rehabilitation.html

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Pekerjaan bagi penderita gangguan jiwa

Adanya rumah (tempat tinggal) dan pekerjaan adalah dua kunci penting dalam proses pemulihan gangguan jiwa.

Di Indonesia, belum ada program pendidikan dan pembimbingan bagi keluarga yang salah satu anggota keluarganya terkena gangguan jiwa. Akibatnya, karena hanya mengandalkan minum obat (sering juga penderita tidak patuh minum obat), maka penderita gangguan jiwa menjadi kronis. Akhirnya, setelah bosan merawat, penderita gangguan jiwa tersebut mulai ditinggalkan dan bahkan “dibuang”.

Di Amerika dan Inggris, ada program family therapy yang berlangsung selama 18 bulan. Tujuannya adalah menyiapkan keluarga agar dapat membantu proses pemulihan penderita gangguan jiwa. Selain itu juga ada program “supported employment”, yaitu program untuk membantu penderita gangguan jiwa yang telah mulai pulih untuk dapat bekerja dan mendapat penghasilan yang layak.

 

Menempatkan pasien Tirto Jiwo ke perusahaan bukan pekerjaan gampang. Banyak sekali alasan yang dikemukakan oleh para pengusaha untuk menolak. Tirto Jiwo juga sudah berusaha menciptakan lapangan kerja dengan mencoba berternak kambing, membuat kaos, membuka cafe. Sayangnya semua gagal total. Kami tidak punya keahlian berwira usaha. Harapan kami adalah keluarga dari penderita gangguan jiwa tersebut yang menciptakan pekerjaan untuk saudaranya yang menderita gangguan jiwa.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

 

 

Laporan Keuangan Maret 2017

Pemasukan bulan Maret 2017 melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

  1. Ibu Feni Yuniarti Rp. 1 000 000
  2. Dermawan Rp 600 000
  3. Dermawan Rp 750 000
  4. Dermawan Rp. 1 200 000
  5. Nindya Kartika Wahyudiani Rp. 250 000
  6. Dermawan Rp. 750 000.
  7. Keluarga Iwan (Nina Mardyana)  Rp.1 000 000
  8. Dermawan Rp. 500 000
  9. Halim Sunita Rp. 400 000
  10. Keluarga Ashab M. Rp. 1 500 000.
  11. Arief Mushodiq Rp. 1 000 000
  12. Dermawan Rp. 600 000
  13. Dermawan Rp. 6 000 000.
  14. Dermawan Rp. 1 250 000
  15. Mbarep Rp. 700 000.

Semoga Allah berkenan memberikan balasan berlipat ganda kepada para dermawan yang telah menyalurkan sedekahnya kepada Panti Pemulihan Tirto Jiwo.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Pengobatan schizophrenia (2)

Gambar terkaitObat obat anti psikotik lama, sering mempunyai efek samping yang menganggu gerak tubuh. Obat obat anti psikotik lama antara lain:

  • Chlorpromazine
  • Fluphenazine
  • Haloperidol (Haldol)
  • Perphenazine

Obat anti psikotik lama tersebut sangat murah, khususnya obat generiknya. Hal tersebut perlu dipertimbangkan untuk pengobatan jangka lama.

Biasanya diperlukan waktu beberapa minggu sebelum obat anti psikotik memberikan dampak pada perbaikan gejala. Tujuan utama pengobatan adalah menekan tanda dan gejala schizophrenia dengan dosis serendah mungkin.

Selain dengan obat obatan, untuk mendukung pemulihan penderita schizophrenia juga memerlukan terapi psikososial, seperti:

  • social skills training yang fokusnya pada pelatihan ketrampilan komunikasi dan interaksi sosial
  • family therapi (terapi keluarga) dengan memberi informasi kepada keluarga tentang caranya mendukung pemulihan penderita schizophrenia
  • vocational rehabilitation dan supported employment, dimana pelatihan kerja diberikan dan juga dukungan psikososial selama sang penderita bekerja
  • individual therapy dimana penderita belajar tentang cara mencegah kambuh dan belajar mengatasi penyakitnya.

Di negara negara maju, masyarakat juga mengembangkan program yang menggarap masalah pekerjaan, perumahan, self-help group, dall. Diharapkan Tirto Jiwo, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan, akan bisa memberikan berbagai terapi psikososial dan sekaligus mengembangkan self-help group.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Pengobatan schizophrenia

Schizophrenia merupakan penyakit menahun/ khronis, seperti juga dengan penyakit darah tinggi atau gula darah, yang memerlukan pengobatan jangka panjang meskipun gejala sudah menghilang atau berkurang. Pengobatan dengan minum obat dan psikoterapi akan dapat membuat penderita schizophrenia mengendHasil gambar untuk schizophreniaalikan penyakitnya. Pada saat krisis atau kambuh parah, perawatan di rumah sakit sering diperlukan sehingga penderita bisa tetap mendapat nutrisi, tidur dan penanganan kebersihan diri yang baik.

Pengobatan schizophrenia memerlukan penanganan dari psikiater. Penanganan pasien schizophrenia sering memerlukan berbagai keahlian, seperti psikiater, perawat jiwa, psikolog, pekerja sosial.
Obat obatan merupakan kunci utama pengobatan schizophrenia. Hanya saja, pemberian obat tersebut kadang memberikan efek samping yang tidak enak sehingga membuat penderita malas minum obat. Obat obat anti psikotik biasanya yang diberikan dokter kepada pasien schizophrenia. Obat obat tersebut mengendalikan gejala dengan melalui pengaruhnya terhadap neurotransmitter serotonin dan dopamin. Kesediaan penderita untuk bekerja sama dalam pengobatan akan memudahkannya untuk pulih. Penderita yang tidak mau minum obat perlu diobati dengan suntikan. Penderita yang gelisah (agitated) mungkin memerlukan pemberian benzodiazepine, seperti lorazepam (Ativan) ) agar bisa tenang selain diberikan obat anti psikotik juga.

Obat antipsikotik atypical adalah obat obat anti psikotik baru biasanya lebih disukai karena lkurang dalam membuat pasien menjadi lemah atau tidak bertenaga. beberapa obat anti psikotik atypical adalah:

  • Aripiprazole (Abilify)
  • Clozapine (Clozaril, Fazaclo ODT)
  • Olanzapine (Zyprexa)
  • Paliperidone (Invega)
  • Quetiapine (Seroquel)
  • Risperidone (Risperdal)
  • Ziprasidone (Geodon)

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Pemeriksaan dan diagnosa schizophrenia

Hasil gambar untuk schizophreniaBila dokter menduga bahwa seseorang menderita schizophrenia, dia akan menanyakan adanya  riwayat penyakit badan dan kejiwaannya, melakukan pemeriksaan badan, melakukan test medis dan psikologis. Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan:

  • Pemeriksaan laboratorium, seperti pemeriksaan darah dan skrining ada tidaknya kecanduan obat bius yang sering memberikan gejala yang sama dengan schizophrenia. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan CT Scan dan MRI otak,  untuk mengetahui ada tidaknya kelainan di otak.
  • Pemeriksaan psikologis. Dokter akan menanyakan tentang pikiran, perasaan, ada tidaknya waham (delusion), sikap/ perilaku, keinginan untuk bunuh diri atau melakukan kekerasan.

Kriteria diagnosa schizophrenia mengikuti Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) yang dikeluarkan oleh American Psychiatric Association. Dokter perlu menyingkirkan penyebab lain dari gejala yang ada pada pasien, seperti karena kecanduan obat bius, minum obat obatan tertentu atau karena adanya penyakit tertentu.

  • Penderita setidaknya mempunyai 2 atau lebih gejala yang sering muncul pada penderita schizophrenia, yaitu: waham, halusinasi, bicara tidak teratur, perilaku tak terarah atau katatonik, atau adanya gejala negatif yang cukup menonjol dalam sebulan terakhir.
  • Mengalami penurunan kemampuan kerja, sekolah atau dalam mengerjakan kegiatan sehari-hari
  • Gejalanya menetap selama setidaknya 6 bulan.
Ada beberapa sub-tipe schizophrenia, 5 sub-tipe yang paling sering:
  • Paranoid, ditandai dengan menjolnya waham dan halusinasi. Termasuk sub-tipe yang paling sedikit mengalami gangguan fungsi sehingga paling gampang pulih.
  • Katatonik, jenis ini jarang berinteraksi dengan orang lain, melakukan kegiatan tanpa arah yang jelas, atau berdiri atau duduk dalam posisi aneh selama berjam-jam.
  • Disorganized (tak terorganisir), gejala yang menonjol adalah pikiran yang tidak tertata dan ekspresi emosi yang tidak tepat (inappropriate). Sub-tipe ini yang paling banyak mengalami kerusakan fungsi sehingga merupakan jenis yang paling sulit pulih secara sempurna.
  • Undiffentiated. Dimana gejalanya merupakan campuran dari beberapa subtipe, merupakan jenis yang paling banyak.
  • Residual. Jenis ini mempunyai gejala positif yang tidak muncul dalam waktu lama, namun gejala lain tetap ada.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo