Perkuat ketahanan jiwa dengan sedekah

Dalam psikologi, ada yang dikenal dengan istilah mekanisme pertahanan (defence mechanism). Mekanisme pertahanan menjaga jiwa agar tetap sehat ketika menghadapi tekanan hidup.

Teori tentang mekanisme defensi tersebut pertama kali dikemukakan oleh Sigmund Freud lebih dari seabad yang lalu. Dr George E. Valliant dari Universitas Harvard membagi mekanisme defensi menjadi  4 tingkatan, yaitu tingkat patologis, tingkat tidak matang, tingkat neurosis, dan tingkat matang atau dewasa.

Sedekah atau menolong sesama (altruisme) merupakan salah satu mekanisme defensi tingkat dewasa. Dengan sering atau secara rutin melakukan sedekah maka ketahanan jiwa yang bersangkutan akan semakin kuat sehingga akan mampu menghadapi berbagai persoalan hidup.

Ibu Sumirah sejak remaja selalu menyedekahkan 50% penghasilannya untuk sedekah sehingga meskipun hanya lulusan SD (SMP tidak tamat) dia tidak pernah kesulitan secara ekonomi. Bahkan Ibu Sumirah mampu membangun masjid, memperbaiki jalan di desanya, mendirikan panti asuhan, dll.

Silahkan lihat tayangan Kick Andy yang menjadikan Ibu Sumirah sebagai nara sumber  dengan melihat tayangan berikut

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Cara mengatasi perasaan tidak berdaya (learned helplessness)-4

Biografi Houtman Zainal Arifin, Profil, Vice Presiden CitibankTulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya.

Langkah terbaik dalam mengatasi learned helplessness adalah dengan belajar dari orang orang yang sudah berhasil mengatasi berbagai hambatan dan rintangan tersebut.

Contoh kedua yang saya ingin angkat adalah perjalanan hidup bapak Houtman Zainal Arifin. Riwayat hidup bapak Houtman Zainal Arifin saya kutip dari situs biografi tokoh ( www.biografiku.com). Beliau dilahirkan pada tanggal 27 Juli 1950 di Kota Kediri Jawa Timur, dan meninggal pada hari Kamis, 20 Desember 2012.

Pengalaman hidupnya yang amat inspiratif patut untuk disimak. Awalnya ia hanya seorang office boy hingga bisa menduduki jabatan sebagai seorang Vice President Citibank. Sebelum meninggal beliau berkerja sebagai direksi di perusahaan swasta, pengawas keuangan di beberapa perusahaan swasta, komite audit BUMN, konsultan, penulis serta dosen pasca sarjana di sebuah Universitas.

Kisah hidup beliau dimulai ketika lulus dari SMA, Hotman merantau ke Jakarta dan tinggal di daerah Kampung1974, Houtman membawa mimpi di Jakarta untuk hidup berkecukupan dan menjadi orang sukses di Ibukota, namun apa daya Di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta, pekerjaan tidak mudah diperoleh.

Sewaktu tinggal di tanah abang, ayah beliau sakit keras. Orang tuanya ingin berobat, tetapi tidak mempunyai biaya yang cukup. Melihat keadaan seperti itu, beliau tidak mau menyerah. Dengan bermodal hanya Rp 2.000,- hasil pinjaman dari temannya, beliau menjadi pedagang asongan menjajakan perhiasan imitasi dari jalan raya hingga ke kolong jembatan mengarungi kerasnya kehidupan ibukota. Usaha dagangannya kemudian laku keras, namun ketika ia sudah menuai hasil dari usahanya, ternyata Tuhan memberinya cobaan, ketika petugas penertiban datang, dagangannya di injak hingga jatuh ke lumpur. Ketika semua dagangan beliau sudah rusak bercampur lumpur, ternyata teman-temannya yang dari kawula rendah seperti tukang sepatu, tukang sayur, dan lain-lain, beramai-ramai membersihkan dagangan beliau. Disini beliau mulai mendapatkan pengalaman berharga tentang kerasnya kehidupan Ibukota dan pentingnya berbagi serta tolong menolong.

Houtman Zainal Arifin kemudian mengalihkan usahanya agar dapat diterima bekerja di perusahaan besar yang berkantor di gedung megah di Jakarta. Beliau melamar ke berbagai perusahaan.

Pada suatu hari, beliau melihat ada orang gila berjalan hilir mudik di sekitar rumah beliau. Orang gila itu hampir nggak pake baju. Beliau pada saat itu cuma punya baju 3 pasang. Hebatnya, beliau ikhlas memberi ke orang gila itu sepasang baju plus sabun plus sisir. Tuhan memang Maha Adil, Pada hari ketiga setelah kejadian tersebut, Tiba-tiba datang surat yang menyatakan bila beliau diterima menjadi OB disebuah perusahaan yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia, The First National City Bank (citibank), sebuah bank bonafid dari USA. Houtman pun diterima bekerja sebagai seorang Office Boy. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya. Karena mau belajar dan bekerja keras, akhir beliau diangkat sebagai pegawai tetap Citibank.

Sekitar 19 tahun kemudian sejak Houtman masuk sebagai Office Boy di The First National City Bank, Houtman kemudian mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice President. Pada hari Kamis tepatnya pada tanggal 20 Desember 2012 Bapak Houtman Zainal Arifin berpulang ke pangkuan Rahmatullah pukul 14.20. Jenazahnya disemayamkan di Jln. H. Buang 33 Ulujami, Kebayoran Lama, Jakarta.

Ada satu fakta yang tidak banyak diulas orang tentang bapak Houtman Zainal Arifin, yaitu bahwa dirumah beliau ada sekitar 30an orang yang tinggal serumah dengan keluarganya. Keberkahan dari menyantuni dan merawat merekalah yang mampu mengundang pertolongan Tuhan sehingga seorang Houtman Zainal Arifin dapat berprestasi secara spektakuler.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Laporan Keuangan Periode Juli 2015

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Semoga Allah swt berkenan membalas sedekah para dermawan dengan berlipat ganda sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al Baqarah ayat 261.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” QS. Al-Baqarah [2] : 261

 

14 cara mengurangi sikap mementingkan diri sendiri (1)

selfless_selflessness_selfish_love_happiness_open_your_heartAgar jiwa kita sehat, kita perlu berlatih untuk tidak menjadi egois. Kita perlu mengutamakan kepentingan orang banyak diatas kepentingan diri sendiri.

Kita semua tahu bahwa sikap egois atau mementingkan diri sendiri bukanlah sikap yang baik dan terpuji.

Meskipun demikian, dalam dunia yang materialistik, dimana kita mengukur kesuksesan seseorang dengan banyaknya harta, serta paham individualisme, maka mengurangi sikap mementingkan diri buknalah perkara yang gampang. Materialisme mengajak kita untuk kikir dan individualism mengajak kita untuk tidak perduli kepada nasib orang lain. Berikut ini metode untuk memupuk sikap mementingkan kepentingan orang banyak diatas kepentingan diri sendiri, atau mengurangi sikap egois.

  1. Perluas cara pikir kita. Perluas cara pikir kita dengan belajar memahami kebutuhan dan keinginan orang orang dan masyarakat disekitar kita dengan banyak membaca, mendengarkan radio atau pandangan orang, dan lain lain.
  2. Pahami perasaan orang lain. cobalah untuk menempatkan diri kita pada posisi orang lain, terutama orang orang yang kondisinya dibawah kita (baik secara sosial maupun ekonomi).
  3. Bersikap tidak egois meskipun tidak ada orang yang mengetahuinya. Jangan berperilaku baik dengan menolong orang lain untuk mendapatkan pujian dari orang lain.
  4. Ikut merasa senang ketika orang lain bahagia.  Belajarlah untuk merasa ikut senang dan gembira ketika orang lain berbahagia. Rasakan kebahagiaan dengan membuat orang lain bahagia.
  5. Tirulah orang orang hebat yang tidak mementingkan diri sendiri. Bacalah riwayat hidup orang orang hebat, seperti nabi Muhammad, Nelson Mandela, Ibu Theresa yang tidak egois.
  6. Jangan merugikan orang lain dalam mencari keuntungan diri. Jangan menipu, mencuri dan kegiatan tidak baik lainnya untuk mendapatkan keuntungan.
  7. Jangan menilai waktumu lebih berharga dari pada waktu orang lain. Contohnya: jangan kita menyerobot antrian karena kita merasa waktu kita lebih berharga dibandingkan waktu orang lain.

Bersambung

Sisi ilmiah sedekah: 5 manfaat bersedekah (2)

kerjasamaTulisan ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya:

Berikut ini beberapa manfaat sedekah ditinjau dari psikologi dan sosiologis

  • 3. Bersedekah meningkatkan kerjama dan hubungan sosial. Menurut berbagai penelitian sosiologis, antara lain dari Brent Simpson dan Robb Willer, orang yang bersedekah sering mendapat balasan kebaikan baik dari orang yang diberi maupun oleh orang lain. Pertukaran kebaikan tersebut kemudian memperkuat ikatan dan hubungan social, dimana ikatan dan hubungan social tersebut mempengaruhi secara positif kesehatan badan maupun jiwa. Penelitian dari John Cacioppo yang dilaporkan dalam bukunya Loneliness: Human Nature and the Need for Social Connection menyatakan bahwa kegiatan sedekah timbal balik tersebut akan memperkuat ikatan social yang berdampak positif terhadap kesehatan dan kebahagiaan.
  • 4. Bersedekah meningkatkan rasa syukur. Bersedekah juga mendorong rasa syukur, baik ketika kita menerima suatu pemberian ataupun ketika kita melakukan pemberian. Perasaan syukur tersebut menyebabkan kita merasa bahagia, meningkatkan ikatan social dan membuat kita lebih sehat. Robert Emmons dan Michael McCullough, Direktur Research Project on Happiness and Thankfulness menemukan bahwa mendidik mahasiswanya untuk menghitung segala rahmat atau pemberian serta banyak bersyukur ternyata mendorong mahasiswa untuk lebih banyak bersedekah, merasa lebih optimistic dan merasa hidup lebih baik. Studi yang dilakukan oleh Nathaniel Lambert dari Florida State University menunjukkan bahwa menunjukkan rasa syukur atau berterima kasih kepada teman dekat atau pasangan akan membuat hubungan menjadi lebih erat. Menurut Barbara Fredrickson, seorang pioneer dalam penelitian tentang kebahagiaan menyatakan bahwa bersikap penuh rasa syukur akan meningkatkan kebahagiaan dan hubungan social dengan orang menjadi lebih erat.
  • 5. Bersedekah itu menular. Bila kita bersedekah, tidak hanya menguntungkan orang yang menerima sedekah, namun juga mendorong orang lain untuk tergerak bersedekah. Sebuah studi dari James Fowler dari the University of California, San Diego, dan Nicholas Christakis dari Harvard University, yang diterbitkan dalam laporan the National Academy of Science menyatakan bahwa kedermawanan seseorang akan menggerakkan orang lain juga menjadi dermawan dan memberikan sedekah kepada orang lain.

Ayo tunggu apa lagi, mari kita mulai bersedekah yang banyak

Cukuplah Allah bagi kami

Kolam Ikan Hias, masih dalam tahap pembangunan

Kolam Ikan Hias, masih dalam tahap pembangunan

Pada saat ini, Tirto Jiwo sedang membangun sebuah kolam ikan hias. Kami harapkan dengan adanya kolam ikan tersebut, maka suasana Tirto Jiwo akan semakin mendukung proses pemulihan.

Kami sengaja membangun prasarana Tirto jiwo berada dalam pertengahan. Keinginan kami, bangunan Tirto Jiwo tidak mewah bagi kalangan miskin, namun juga tidak jelek bagi kalangan berada.

Kami juga sengaja tidak menentukan tarif secara ketat. Bagi keluarga miskin, kami akan dengan sepenuh hati melayani. Bagi keluarga mampu, kami mengharapkan pengertiannya untuk membayar lebih sebagai bentuk infaq untuk mendapatkan keberkahan dari Allah. Keberkahan dari Allah swt merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi kesembuhan seseorang dari gangguan jiwa. Bila Allah menghendaki, seberat apapun kondisi kesehatan jiwanya, akan dengan mudah dipulihkan.

Namun, namanya juga manusia. Beberapa keluarga yang mampu mencoba untuk membayar serendah mungkin. Mereka pikir bahwa membayar sedikit mungkin itu bagus buat mereka.

“Cukuplah Allah bagi kami, Allah yang akan memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami”

Rahasia rezeki (3): kaya bukan berarti mulia, miskin tidak berarti hina

Saat ini sebagian besar manusia mengukur keberhasilannya dengan seberapa banyak materi yang bisa mereka kumpulkan. Semakin banyak materi dan kemewahan yang dikumpulkan, semakin terhormat pula kedudukannya dimata sebagian besar manusia. Kebalikannya, semakin miskin, semakin rendah pula kedudukan sosialnya.

Sebagai dampaknya, orang berlomba-lomba mengumpulkan materi meskipun dengan cara tidak halal, seperti korupsi. Karena masyarakatnya sudah menjadi materialistis, maka meskipun sudah ketahuan kekayaannya berasal dari korupsi, masyarakat tidak memandang rendah kepada koruptor tersebut. Tidak ada hukuman sosial dari masyarakat terhadap para koruptor.

Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki seseorang, namun Allah tidak memandang bahwa bila rezekinya dilapangkan berarti orang tersebut sedang dimuliakan kedudukannya.  Sebaliknya bila sedang disempitkan rezekinya tidak berarti mereka sedang di hinakan. Kita simak ayat Al quran Surat Al-Fajr 89:15-16 sebagai berikut:

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku“.

Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.

Tuhan melapangkan atau menyempitkan rezeki seorang hambanya sebagai alat untuk menguji ketakwaannya. Dimata Allah, orang kaya tidak berarti lebih mulia dibandingkan dengan orang miskin. Dimata Allah, hanya ketakwaanlah yang menjadi tolok ukurnya.

Diantara para nabi, kita mengenal nabi Ibrahim, nabi Sulaiman dan nabi Yusuf yang kaya raya. Namun kita juga mengenal nabi yang hidup sederhana seperti nabi Muhammad, nabi Ayub dan nabi Isa.

Rahasia rezeki (2): Allah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki.

Rezeki itu misterius. Tidak ada rumus yang pasti tentang rezeki. Banyak ahli yang mencoba menganalisa karakteristik orang kaya dan membandingkannya dengan orang miskin. Mereka menemukan setidaknya ada 17 cara berpikir dan bertindak orang kaya yang tidak dipunyai orang miskin. Namun menurut saya, karakteristik atau cara berpikir tersebut tidak menjamin akan membuat seorang miskin menjadi kaya. Selain itu, banyak orang kaya yang hanya memiliki beberapa karakteristik orang kaya saja namun mereka tetap kaya. Dilain pihak, banyak juga orang miskin yang memiliki karakteristik atau pola pikir yang sama banyaknya, namun tetap miskin.

Saya ambilkan beberapa contoh diantaranya:

  • Orang kaya memberi nilai tambah (added value). Kebanyakan orang kaya memang mempunyai usaha yang memberi nilai tambah (misalnya bikin mobil, pesawat, air minum, dll). Namun dilain pihak, banyak orang kaya yang hanya sedikit memberi nilai tambah. Hal ini terutama banyak dijumpai diantara para penghibur: penyanyi, bintang film, pemain bola. Dilain pihak, guru atau profesor yang menghasilkan murid yang hebat, relawan yang membantu korban bencana, mereka tidak menjadi kaya meskipun memberi nilai tambah yang tidak sedikit.
  • Orang kaya mengagumi orang kaya lainnya, sedang orang miskin iri atau dengki dengan orang. Kalau ingin kaya kita harus mengagumi orang kaya dan tidak boleh iri. Namun dalam kenyataannya, banyak sekali orang miskin yang mengagumi orang kaya, namun tetap miskin. Dilain pihak banyak orang kaya yang mengagumi orang miskin (atau setidaknya tidak kaya), namun mereka tetap saja kaya. Contohnya: Banyak orang kaya yang mengagumi orang miskin (yang hebat) dan tidak suka dengan orang kaya yang pelit, si kaya tetap saja kaya dan tidak menjadi miskin.
  • Orang kaya selalu Penuh Daya Upaya, Orang kaya tidak mudah menyerah. Menurut para ahli tersebut, orang kaya percaya bahwa visi dan mimpi mereka akan terwujud sehingga berani menghadapi segala rintangan mencapai apa yang mereka impikan. Sedang orang miskin cenderung selalu mencari alasan bila menghadi sebuah rintangan. Padahal dalam kenyataannya, di dunia ini banyak sekali kita jumpai orang miskin yang bekerja keras dan pantang menyerah, namun tetap saja miskin. Perhatikan saja bagaimana pengusaha kecil di Jakarta yang harus berangkat kerja sehabis subuh dan pulang malam, namun tetap miskin.Banyak orang yang sudah membuat visi misi, proposal hidup yang hebat hebat, namun tetap saja hal tersebut  tidak membuat mereka kaya.

Yang benar adalah Allah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki. .

Coba kita simak ayat berikut:

” Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS Al Ankabut 29:62)

Selain itu, seseorang menjadi kaya bukan karena usahanya atau kehebatannya semata. Kita bisa belajar dari kisah Karun didalam Al Quran Surat Al Qasas 28: 76-82.

“Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.

Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar“.

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar”.

Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).

“Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)”.

Peluang bisnis dalam pemulihan gangguan jiwa berat

Tidak semua penderita gangguan jiwa berat berasal dari masyarakat bawah. Sebagian dari mereka berasal dari keluarga yang mampu dan bersedia membayar agar mereka bisa pulih dan kembali hidup produktif di masyarakat.

Dengan terapi psikososial yang tepat, penderita gangguan jiwa berat bisa pulih. Saat ini, di negara negara Amerika, Kanada, Inggris dan Australia sudah mulai tumbuh pelayanan kesehatan jiwa untuk memulihkan penderita gangguan jiwa berat sehingga mereka bisa kembali hidup produktif di masyarakat.

Di Indonesia, saat ini hanya sebagian sangat kecil penderita gangguan jiwa berat yang bisa pulih dan kembali hidup normal di masyarakat. Sebagian besar menjadi khronis dan menjadi beban keluarga. Mengapa hal tersebut terjadi?

Banyak penyebabnya. Salah satunya karena setelah mereka keluar dari perawatan di rumah sakit jiwa, mereka kembali kepada keluarganya tanpa persiapan dan bekal yang memadai. Setelah keluar dari RSJ, penderita hanya ketemu psikiater selama 10 menit sekali atau dua kali dalam sebulannya. Tidak ada perubahan dan persiapan yang berarti dalam kehidupan keluarganya sehingga setelah beberapa bulan kembali bersama keluarganya, penderita menjadi kambuh kembali. Setelah berkali-kali kambuh, penderita akan menjadi khronis dan semakin sulit dipulihkan.

Ada beberapa peluang bisnis dalam pemulihan gangguan jiwa berat. Sasarannya adalah penderita gangguan jiwa berat (skizofrenia, gangguan bipolar, depresi berat, dll) yang telah keluar dari perawatan di rumah sakit jiwa.

Peluang bisnis pertama adalah memberi terapi psikososial kepada penderita gangguan jiwa yang tinggal bersama keluarganya. Disini terapist bekerja bersama sama dengan keluarga dan si penderita untuk membuat program pemulihan di rumah. Terapist datang secara berkala ke rumah penderita dan menerapkan program pemulihan tersebut bersama-sama.

Peluang bisnis kedua adalah dengan membuat pusat pemulihan bagi penderita gangguan jiwa. Disini penderita tinggal bersama dalam suatu asrama bersama dengan beberapa penderita gangguan jiwa lainnya. Terapi psikososial disini dilakukan secara kelompok dan individual.

Tentunya, baik melalui kunjungan rumah maupun tinggal dalam asrama, semua penderita gangguan jiwa tetap harus minum obat dan berkonsultasi dengan psikiater secara berkala. Hanya bedanya, selain obat, penderita gangguan jiwa mendapat terapi psikososial sehingga mempercepat pemulihan dan mengurangi kemungkinan kambuh kembali.

Di negara negara seperti Amerika, bimbingan dan terapi psikososial diberikan oleh psikolog dan bekas penderita gangguan jiwa yang telah pulih. Bahkan di beberapa pusat pemulihan, semua  psikoterapi tersebut diberikan oleh bekas penderita gangguan jiwa yang telah pulih.