Pengobatan schizophrenia (2)

Gambar terkaitObat obat anti psikotik lama, sering mempunyai efek samping yang menganggu gerak tubuh. Obat obat anti psikotik lama antara lain:

  • Chlorpromazine
  • Fluphenazine
  • Haloperidol (Haldol)
  • Perphenazine

Obat anti psikotik lama tersebut sangat murah, khususnya obat generiknya. Hal tersebut perlu dipertimbangkan untuk pengobatan jangka lama.

Biasanya diperlukan waktu beberapa minggu sebelum obat anti psikotik memberikan dampak pada perbaikan gejala. Tujuan utama pengobatan adalah menekan tanda dan gejala schizophrenia dengan dosis serendah mungkin.

Selain dengan obat obatan, untuk mendukung pemulihan penderita schizophrenia juga memerlukan terapi psikososial, seperti:

  • social skills training yang fokusnya pada pelatihan ketrampilan komunikasi dan interaksi sosial
  • family therapi (terapi keluarga) dengan memberi informasi kepada keluarga tentang caranya mendukung pemulihan penderita schizophrenia
  • vocational rehabilitation dan supported employment, dimana pelatihan kerja diberikan dan juga dukungan psikososial selama sang penderita bekerja
  • individual therapy dimana penderita belajar tentang cara mencegah kambuh dan belajar mengatasi penyakitnya.

Di negara negara maju, masyarakat juga mengembangkan program yang menggarap masalah pekerjaan, perumahan, self-help group, dall. Diharapkan Tirto Jiwo, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan, akan bisa memberikan berbagai terapi psikososial dan sekaligus mengembangkan self-help group.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Transformasi Jiwa: Mengubah jiwa rapuh menjadi sehat dan tahan banting

Transformasi Jiwa, Mengubah Jiwa Rapuh Menjadi Sehat Dan Tahan Banting Melalui Penerapan Psikologi Positif

Buku Transformasi Jiwa mulai April 2017 tersedia di toko buku Gramedia atau toko buku ternama lainnya. Bisa juga dibeli secara online

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Pembangunan mushola Tirto Jiwo

IMG-20160325-WA0003Ternyata pembangunan mushola, karena berbagai kendala, terpaksa molor dari jadwal semula.

Alhamdulillah, kini sudah mulai menggarap atap. Semoga pembangunan mushola dapat segera selesai.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Catalino Tapia, tukang kebun pendiri yayasan pemberi bea siswa

Catalino Tapia menginjakkan kakinya di Amerika pada usia 20 tahun dengan uang $6 disakunya. Dia juga hanya berpendidikan setingkat sekolah dasar. Dia bekerja di took catalinodonat di Redwood City dengan keras. Akhirnya berhasil memulai bisnis berkebun sendiri untuk menghidupi istri dan dua anak. Saat paling membanggakan dalam hidupnya datang ketika anaknya, Noel Tapia lulus dari Fakultas Hukum Universitas California di Berkeley. Peristiwa tersebut menggerakkannya untuk berbuat sesuatu.  Catalino Tapia memutuskan bahwa pemuda keturunan Amerika Latin (Latino) harus memiliki kesempatan untuk mencapai pendidikan tinggi.

Pada tahun 2006 Catalino Tapia mendirikan Yayasan Bay Area Gardener, sebuah organisasi nirlaba yang pengurusnya terdiri dari tukang kebun daerah Bay Area yang menyediakan beasiswa untuk pemuda Latin dari keluarga berpenghasilan rendah. Catalino Tapia bersama sesama tukang kebun meminta majikan mereka dan pebisnis lokal untuk menyumbangkan dana, dan dalam 2 tahun pertama mereka berhasil mengumpulkan $ 250.000 . Pada tahun 2007, mereka diberikan bantuan untuk 18 siswa, yang semuanya berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, memiliki keinginan untuk belajar di perguruan tinggi, dan memiliki setidaknya indeks prestasi (IP) 2,5. Penerima bea siswa mendapat $ 1500 per bulan. Penerima bea siswa juga harus bersedia bekerja sebagai relawan masyarakat selama 20 jam per tahun selama mereka mendapat bea siswa.

Catalino Tapia dan tukang kebun lain mengumpulkan uang untuk dana beasiswa dengan mengadakan pertemuan makan malam dan meminta sumbangan dari pebisnis lokal dan pelanggan kebun mereka. Tapia, sekarang 64, juga mendatangi berbagai pebisnis di Redwood City dan sekitar Bay Area. Ia bersedia menghabiskan siang yang panas baru-baru ini dengan berjalan dari pintu ke pintu di kampung halamannya untuk berbicara dengan pemilik bisnis Latino untuk mendukung yayasan.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Membayar hutang-1

kaos-sedekahSalah satu masalah yang terkait dengan gangguan jiwa adalah masalah keuangan keluarga.Kebetulan, saya menemukan beberapa kisah tentang orang orang yang bisa lepas dari lilitan hutang. Saya coba sampaikan ringkasan kisahnya. Semoga pembaca bisa mengambil hikmahnya:
1. Kisah tentang Abdullah yang saya ambil dari http://www.7kids.co.cc/kisahtauladan/kisah_sedekah

 Abdullah, seorang pegawai dengan gaji bulanan 4000 Riyal menghadapi pelbagai masalah kewangan dan hutang.  Beliau bercerita: Saya menyangka bahawa saya akan hidup dalam keadaan ini sehingga mati dan keadaan saya tidak akan berubah buat selama-lamanya. Apa yang paling saya takuti ialah saya akan mati dalam keadaan berhutang yang bertambah pada setiap detik. Keperluan hidup benar-benar menyesakkan saya. Pada suatu hari saya pergi berehat di tempat-tempat orang muda yang mempunyai masalah seperti saya. Tujuan saya pergi ke sana ialah untuk meringankan bebanan diri saya dengan mendengar masalah orang lain. Pada hari tersebut terdapat salah seorang kawan yang saya hormati pandangannya lalu saya mengadukanperihal saya kepadanya. Beliau lalu menasihatkan agar saya mengkhususkan suatu bahagian daripada gaji bulanan saya untuk sedekah. Saya menjawab: “Saya makan pun tak cukup macam mana nak sedekah ?”

Apabila saya balik ke rumah saya bercerita kepada isteri saya tentang apa yang berlaku. Isteri saya berkata: “Apa kata kita cuba dan mungkin Allah akan membuka jalan bagi kita.” Saya lalu menjawab: “Oleh yang demikian saya akan mengkhususkan 300 Riyal daripada gaji bulanan untuk sedekah.” Demi Allah selepas itu hidup saya mula berubah. Perasaan lapang mula menyelubungi saya dan saya menjadi sangat optimistik. Selepas dua bulan, hidup saya mula menjadi teratur semula. Saya mengecap barakah dalam gaji saya yang saya tidak pernah temui sebelum ini. Saya mendapat kekuatan pengurusan sehingga saya boleh menjangkakan bila hutang saya akan selesai.

Selepas beberapa lama salah seorang saudara saya memulakan perniagaan hartanah dan setiap kali saya mendapatkan seorang ahli syer yang baru maka saya mendapat komisen. Segala puji bagi Allah, saya merasakan bahwa hutang-hutang saya akan habis dalam tempoh yang dekat. Setiap komisen yang saya dapat juga saya tidak lupa memperuntukkan satu bahagian untuk sedekah. Demi Allah, sesungguhnya sedekah itu tidak akan mengetahui kelebihannya melainkan orang yang telah mengecapinya. Bersedekahlah dan bersabar nescaya anda akan lihat kebaikan dan keberkatan dengan izin Allah.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

6 Saran dalam menggalang dana secara online

cropped-header-web-srBagaimana cacarnya agar dapat menggalang dana untuk kegiatan social secara online?

Pertanyaan tersebut sangat sesuai bagi saya yang mengelola Tirto Jiwo, Pusat pemulihan dan pelatihan gangguan jiwa da Klinik Umiyah, klinik rawat inap bagi dhuafa. Nah, daripada ilmunya dipakai sendiri, saya share saja ilmu yang saya dapat. Semoga menjadi lebih berkah.

Agar lebih kongkrit, ada baiknya kalau kita belajar dari organisasi yang sudah terbukti mampu menggalang dana secara efektif.

Ada sebuah gerakan yang menyebut dirinya sebagai #sedekah rombongan, mulai beraktivitas sejak tahun 2011, dalam waktu kurang dari 2 tahun sudah mampu menggalang dana hingga mencapai Rp 2 milyar. Hingga bulan September 2015,  #sedekahrombongan telah mampu menggalang dana sebesar Rp 28 Milliar lebih.

Apa rahasianya? Salah satu kunci utamanya adalah karena mereka mampu menyajikan foto dan cerita yang menyentuh. Tentunya ada faktor yang lain, seperti (a) mereka tidak memakai uang sumbangan untuk biaya operasionalnya dan (b) memegang amanah dengan sanat teguh. Mereka rela masuk neraka bila sampai menyalah gunakan uang sedekah.

Menurut Katya Andersen, ahli dalam marketing untuk organisasi nirlaba, ada beberapa karakteristik dimana sebuah website bisa menggerakan para dermawan untuk menyumbang.

Katya Andersen menyatakan bahwa data yang kering ternyata kurang bermanfaat. Data statistik tidak akan “go viral:, tidak akan di share atau dibagikan oleh para pengguna social media.

Foto dan cerita yang menyentuh hati dan menggerakkan lebih bisa mengajak dermawan untuk menyumbang. Masalahnya sekarang, bagaimana agar foto dan cerita di website kita bisa menyentuh dan menggerakan?
Ada 6  elemen dari cerita yang baik:

  1. relevant dengan pembaca atau pengunjung website
  2. biasanya berupa cerita tentang seseorang atau masyarakat
  3. membawa pesan tertentu
  4. cukup detail sehingga membuat cerita lebih “bisa dipercaya”
  5. menyenangkan atau menarik dibacanya
  6. tidak terlalu panjang

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Berjuang di jalan Allah jangan tunggu pensiun-1

12039541_1141411062540426_4706083188764798750_nYang saya maksud sebagai berjuang di jalan Allah adalah didalam tulisan ini adalah  mengalokasikan sebagian dana, tenaga atau pikiran yang dalam jumlah cukup bermakna bagi kejayaan Islam. Kegiatan kongkritnya, misalnya: mendirikan dan mengelola rumah tahfidz, mendirikan dan mengelola panti asuhan, mendirikan dan mengelola klinik kesehatan bagi dhuafa, dan lain sebagainya.

Tidak mudah untuk menentukan usia terbaik bagi seseorang untuk mulai berjuang dijalan Allah. Ada sedikit orang yang siap terjun berjuang di jalan Allah (fisabilillah) sedari belia dan dia bisa sukses karena cita cita dan sekolahnya memang berada di arena fisabilillah.  Mereka yang belajar ilmu agama dan kemudian terjun di dunia dakwah, memang telah berada di jalan perjuangan sejak kecil.

Bagaimana dengan kita yang berada diluar arena perjuangan? Kapan sebaiknya kita mulai terjun di dunia fisabilillah? Sebagian besar orang di jaman ini terjun ke dunia fisabilillah ketika sudah mendekati atau memasuki usia pensiun.

Menurut saya usia terbaik untuk memulai pekerjaan besar ini adalah di usia 40 tahun !
Pasti bukan kebetulan ketika Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diangkat menjadi Nabi pada usia 40 tahun. Juga bukan kebetulan pula bila ada ayat di Al-Qur’an yang memberi panduan do’a khusus ketika kita memasuki usia 40 tahun :

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri“”. (QS 46 :15)”

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Cara mengatasi perasaan tidak berdaya (learned helplessness)-4

Biografi Houtman Zainal Arifin, Profil, Vice Presiden CitibankTulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya.

Langkah terbaik dalam mengatasi learned helplessness adalah dengan belajar dari orang orang yang sudah berhasil mengatasi berbagai hambatan dan rintangan tersebut.

Contoh kedua yang saya ingin angkat adalah perjalanan hidup bapak Houtman Zainal Arifin. Riwayat hidup bapak Houtman Zainal Arifin saya kutip dari situs biografi tokoh ( www.biografiku.com). Beliau dilahirkan pada tanggal 27 Juli 1950 di Kota Kediri Jawa Timur, dan meninggal pada hari Kamis, 20 Desember 2012.

Pengalaman hidupnya yang amat inspiratif patut untuk disimak. Awalnya ia hanya seorang office boy hingga bisa menduduki jabatan sebagai seorang Vice President Citibank. Sebelum meninggal beliau berkerja sebagai direksi di perusahaan swasta, pengawas keuangan di beberapa perusahaan swasta, komite audit BUMN, konsultan, penulis serta dosen pasca sarjana di sebuah Universitas.

Kisah hidup beliau dimulai ketika lulus dari SMA, Hotman merantau ke Jakarta dan tinggal di daerah Kampung1974, Houtman membawa mimpi di Jakarta untuk hidup berkecukupan dan menjadi orang sukses di Ibukota, namun apa daya Di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta, pekerjaan tidak mudah diperoleh.

Sewaktu tinggal di tanah abang, ayah beliau sakit keras. Orang tuanya ingin berobat, tetapi tidak mempunyai biaya yang cukup. Melihat keadaan seperti itu, beliau tidak mau menyerah. Dengan bermodal hanya Rp 2.000,- hasil pinjaman dari temannya, beliau menjadi pedagang asongan menjajakan perhiasan imitasi dari jalan raya hingga ke kolong jembatan mengarungi kerasnya kehidupan ibukota. Usaha dagangannya kemudian laku keras, namun ketika ia sudah menuai hasil dari usahanya, ternyata Tuhan memberinya cobaan, ketika petugas penertiban datang, dagangannya di injak hingga jatuh ke lumpur. Ketika semua dagangan beliau sudah rusak bercampur lumpur, ternyata teman-temannya yang dari kawula rendah seperti tukang sepatu, tukang sayur, dan lain-lain, beramai-ramai membersihkan dagangan beliau. Disini beliau mulai mendapatkan pengalaman berharga tentang kerasnya kehidupan Ibukota dan pentingnya berbagi serta tolong menolong.

Houtman Zainal Arifin kemudian mengalihkan usahanya agar dapat diterima bekerja di perusahaan besar yang berkantor di gedung megah di Jakarta. Beliau melamar ke berbagai perusahaan.

Pada suatu hari, beliau melihat ada orang gila berjalan hilir mudik di sekitar rumah beliau. Orang gila itu hampir nggak pake baju. Beliau pada saat itu cuma punya baju 3 pasang. Hebatnya, beliau ikhlas memberi ke orang gila itu sepasang baju plus sabun plus sisir. Tuhan memang Maha Adil, Pada hari ketiga setelah kejadian tersebut, Tiba-tiba datang surat yang menyatakan bila beliau diterima menjadi OB disebuah perusahaan yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia, The First National City Bank (citibank), sebuah bank bonafid dari USA. Houtman pun diterima bekerja sebagai seorang Office Boy. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya. Karena mau belajar dan bekerja keras, akhir beliau diangkat sebagai pegawai tetap Citibank.

Sekitar 19 tahun kemudian sejak Houtman masuk sebagai Office Boy di The First National City Bank, Houtman kemudian mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice President. Pada hari Kamis tepatnya pada tanggal 20 Desember 2012 Bapak Houtman Zainal Arifin berpulang ke pangkuan Rahmatullah pukul 14.20. Jenazahnya disemayamkan di Jln. H. Buang 33 Ulujami, Kebayoran Lama, Jakarta.

Ada satu fakta yang tidak banyak diulas orang tentang bapak Houtman Zainal Arifin, yaitu bahwa dirumah beliau ada sekitar 30an orang yang tinggal serumah dengan keluarganya. Keberkahan dari menyantuni dan merawat merekalah yang mampu mengundang pertolongan Tuhan sehingga seorang Houtman Zainal Arifin dapat berprestasi secara spektakuler.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Laporan Keuangan Periode Juli 2015

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Semoga Allah swt berkenan membalas sedekah para dermawan dengan berlipat ganda sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al Baqarah ayat 261.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” QS. Al-Baqarah [2] : 261

 

Sisi ilmiah sedekah: 5 manfaat bersedekah (2)

kerjasamaTulisan ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya:

Berikut ini beberapa manfaat sedekah ditinjau dari psikologi dan sosiologis

  • 3. Bersedekah meningkatkan kerjama dan hubungan sosial. Menurut berbagai penelitian sosiologis, antara lain dari Brent Simpson dan Robb Willer, orang yang bersedekah sering mendapat balasan kebaikan baik dari orang yang diberi maupun oleh orang lain. Pertukaran kebaikan tersebut kemudian memperkuat ikatan dan hubungan social, dimana ikatan dan hubungan social tersebut mempengaruhi secara positif kesehatan badan maupun jiwa. Penelitian dari John Cacioppo yang dilaporkan dalam bukunya Loneliness: Human Nature and the Need for Social Connection menyatakan bahwa kegiatan sedekah timbal balik tersebut akan memperkuat ikatan social yang berdampak positif terhadap kesehatan dan kebahagiaan.
  • 4. Bersedekah meningkatkan rasa syukur. Bersedekah juga mendorong rasa syukur, baik ketika kita menerima suatu pemberian ataupun ketika kita melakukan pemberian. Perasaan syukur tersebut menyebabkan kita merasa bahagia, meningkatkan ikatan social dan membuat kita lebih sehat. Robert Emmons dan Michael McCullough, Direktur Research Project on Happiness and Thankfulness menemukan bahwa mendidik mahasiswanya untuk menghitung segala rahmat atau pemberian serta banyak bersyukur ternyata mendorong mahasiswa untuk lebih banyak bersedekah, merasa lebih optimistic dan merasa hidup lebih baik. Studi yang dilakukan oleh Nathaniel Lambert dari Florida State University menunjukkan bahwa menunjukkan rasa syukur atau berterima kasih kepada teman dekat atau pasangan akan membuat hubungan menjadi lebih erat. Menurut Barbara Fredrickson, seorang pioneer dalam penelitian tentang kebahagiaan menyatakan bahwa bersikap penuh rasa syukur akan meningkatkan kebahagiaan dan hubungan social dengan orang menjadi lebih erat.
  • 5. Bersedekah itu menular. Bila kita bersedekah, tidak hanya menguntungkan orang yang menerima sedekah, namun juga mendorong orang lain untuk tergerak bersedekah. Sebuah studi dari James Fowler dari the University of California, San Diego, dan Nicholas Christakis dari Harvard University, yang diterbitkan dalam laporan the National Academy of Science menyatakan bahwa kedermawanan seseorang akan menggerakkan orang lain juga menjadi dermawan dan memberikan sedekah kepada orang lain.

Ayo tunggu apa lagi, mari kita mulai bersedekah yang banyak