Cara memulihkan diri dari schizophrenia

Hasil gambar untuk schizophreniaAKHIR AKHIR INI BANYAK PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA PENDERITA SCHIZOPHRENIA BISA PULIH. MESKIPUN DEMIKIAN, PEMULIHAN TERSEBUT MERUPAKAN SUATU PROSES ATAU PERJALANAN PANJANG YANG KADANG ADA PASANG SURUTNYA. FAKTA BARU MENUNJUKKAN BAHWA:

  • schizophrenia bisa diobati dan dipulihkan. Meskipun belum ada obat untuk menyembuhkannya, schizophrenia bisa dipulihkan. Hanya saja perlu pengobatan dan dukungan orang orang dekatnya.
  • schizophrenia bisa menjalani hidup dengan berarti dan bahagia. Dengan penanganan yang baik, penderita schizophrenia bisa bekerja dan bermasyarakat serta hidup bermanfaat dan bahagia.
  • schizophrenia tidak harus tinggal di rumah sakit. Dengan minum obat dan melakukan upaya agar tidak kambuh, penderita schizophrenia bisa terhindar dari kambuh yang memerlukan perawatan di rsj.
  • Dengan berjalannya waktu, penderita schizophrenia menjadi semakin baik, tidak memburuk.

Menurut UK Royal College of Psychiatrist, dari setiap 5 pasien dengan schizophrenia, maka: 1 orang akan pulih dalam waktu 5 tahun sejak serangan pertama, 3 orang akan pulih, namun kadang kambuh, dan 1 orang akan mengalami gangguan secara berkelanjutan.

Dibawah ini ada beberapa cara untuk mengatasi schizophrenia:

  1. Mengupayakan  pemulihan dirinyaa secara aktif dan bertanggung jawab. Bila kita tahu diri kita atau seseorang menderita schizophrenia, segeralah berobat. Semakin cepat berobat semakin baik hasilnya. Penderita gangguan jiwa bisa pulih dan itu yang harus tetap dipegang oleh si penderita maupun keluarga atau orang orang dekatnya.
  2. Ciptakan lingkungan yang mendukung. Adanya lingkungan yang mendukung sangat penting bagi pemulihan. Keluarga, saudara atau teman dekat dapat menjadi pendukung dengan mencarikan dokter, mengendalikan gejala dan membimbing agar bisa kembali bermasyarakat. Upayakan agar selalu bergaul dan bermasyarakat,  jangan hidup menyendiri.
  3. Upayakan untuk mengikuti pola hidup sehat. Berolah raga secara teratur, tidur yang cukup (8 jam sehari), hindari alkohol atau obat terlarang, kendalikan stress dan lakukan hal hal positif yang menyenangkan (musik, melukis, menulis puisi, dll)
  4. Minum obat sesuai petunjuk dokter. Jenis dan dosis obat bervariasi bagi masing masing individu sehingga perlu kerja sama dgn dokter dalam penentuan jenis obat dan dosisnya. Pelajarilah obat gangguan jiwa dan efek sampingnya. Perlu diingat bahwa obat tidak menyembuhkan schizophrenia, tapi menekan gejalanya sehingga berhenti minum obat sering menimbulkan kambuh.
  5. Upayakan untuk bermasyarakat. Upayakan untuk bisa kerja dan melakukan kegiatan kemasyarakatan. Nantinya, Tirto Jiwo akan memberi bekal kepada penderita gangguan jiwa agar bisa mandiri secara keuangan dengan memberikan pelatihan kerja secara praktis.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

 

5 Tingkat pemulihan gangguan jiwa

Gambar terkaitProses pemulihan gangguan jiwa dapat diibaratkan seperti seorang yang sedang naik tangga. Dari tingkat terendah, yaitu ketika yang bersangkutan masih kehilangan kemampuan mengenal realitas hingga ke tingkat mandiri. Hanya saja, dalam proses pemulihan dari gangguan jiwa, kadang ada kekambuhan. Orang yang sudah ditingkat 5, bisa tergelincir kembali k tingkat dibawahnya.

Ada 5 tingkatan pemulihan gangguan jiwa:

  1. Tingkat 1: Stuck (nyangkut). Pada tingkat ini penderita gangguan tidak ingin diganggu, inginnya menyendiri, tidak merasa dirinya perlu pertolongan. Pada tingkat ini biasanya penderita perlu dirawat di rumah sakit.
  2. Tingkat 2: Accepting help (Menerima pertolongan). Pada tingkat ini penderita gangguan sudah mulai menyadari bahwa dirinya sedang mempunyai masalah, menyadari bahwa tanpa pertolongan orang lain dirinya akan sulit mengatasi masalah yang dihadapinya tersebut.
  3. Tingkat 3: Believing (percaya). Penderita gangguan jiwa mulai percaya bahwa masa depan bisa lebih baik dibandingkan dengan keadaan sekarang, penderita mau berubah dan mulai menyadari apa yang dia inginkan.
  4. Tingkat 4: learning (belajar). Penderita mulai belajar bagaimana mengatasi masalah yang dihadapinya, mulai menyadari bahwa proses pemulihan tergantung juga kepada dirinya (tidak hanya menggantungkan diri pada pertolongan orang lain).
  5. Tingkat 5: Self reliance (mandiri). Penderita mulai bisa mandiri, tahu dimana mencari pertolongan bila dia sedang mengalami krisis atau mengalami masalah yang tidak bisa diatasinya.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Bunuh diri (5): ajaklah bicara

Bila anda mengetahui ada tanda tanda keinginan bunuh diri pada teman, saudara atau tetangga, ajaklah bicara. Jangan ragu untuk mengajak bicara mereka, karena semakin cepat diajak bicara hasilnya akan semakin baik. Jangan ditunda-tunda karena berarti memberikan kesempatan untuk melakukan niatnya.

Kadang kita ragu, apakah mengajaknya bicara tidak akan membuat dia marah? Bagaimana kalau ternyata salah? Kita sering merasa takut atau ragu. Namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang menunjukkan atau mempunyai tanda tanda orang akan bunuh diri, memang termasuk orang orang yang memerlukan bantuan atau pertolongan–dan semakin cepat pertolongan datang semakin baik.

Mengajak bicara seseorang yang punya niat bunuh diri bukanlah pekerjaan mudah. Untuk itu, bila kita tidak tahu secara pasti, cara terbaik adalah dengan mengajaknya bicara dan mengajukan pertanyaan. Dalam kenyataannya, memberikan kesempatan kepada seseorang yang mempunyai keinginan untuk bunuh diri menyatakan perasaannya, kepedihannya, akan meringankan bebannya dan akan dapat mengurungkan niatnya.

Beberapa kalimat pembuka untuk mengajaknya bicara, misalnya seperti ini:

  • Saya agak prihatin melihat dirimu akhir akhir ini
  • Saya perhatikan ada yang berbeda pada dirimu akhir akhir ini, ada apa?
  • Saya perhatikan kamu sekarang bukan seperti yang aku kenal

Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan:

  • Sejak kapan kamu punya perasaan seperti itu?
  • Apakah yang menyebabkan kamu punya perasaan seperti itu?
  • Apa yang bisa saya lakukan untuk membantumu?
  • Apakah kamu merasa perlu pertolongan seorang ahli (dokter atau psikolog)?

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Bunuh diri (4): tanda tanda orang yang akan bunuh diri

Hasil gambar untuk suicideBeberapa tanda niat bunuh diri antara lain:

  • Bicara tentang bunuh diri, seperti: “seandainya saya tidak pernah dilahirkan”, “saya lebih baik mati saja”, “jika saya masih ketemu kamu lagi”, dll
  • Mencari alat bantu bunuh diri, seperti senjata, tali, obat, racun tikus, dll
  • Perhatiannya tertanam pada hal hal kematian, seperti: pikirannya secara berlebihan tertuju pada masalah mati, kematian atau kekerasan. Menulis puisi atau cerita tentang kematian
  • Tidak ada lagi masa depan, perasaan tidak ada lagi yang bisa menolong, tidak ada lagi jalan keluar, tidak ada harapan, perasaan bahwa tidak akan bisa lagi bertambah baik atau berubah.
  • Benci kepada diri sendiri, merasa dirinya tidak berharga, malu, bersalah. Merasa bahwa orang sekitarnya akan merasa lebih baik bila dirinya mati
  • Mempersiapkan kepergiannya, seperti membuat surat wasiat, memberikan barang berharga kepada seseorag, membuat pengaturan soal keluarganya.
  • Mengucapka selamat tinggal dengan cara mengunjungi, menelpon  atau menulis email kepada saudara atau teman untuk mengucapkan selamat tinggal. mengucapkan kata kata kepada kawan atau teman bahwa mereka tidak akan ketemu lagi.
  • Menyendiri, tidak ingin ketemu orang atau tidak ingin bergaul, ingin menyendiri.
  • Bertindak ceroboh dan mencelakakan diri sendiri seperti minum alkohol yang banyak, minum obat, menyopir sembarangan atau kegiatan lain yang beresiko tinggi pada kematian seperti yang bersangkutan sudah ingin mati.
  • Perubahan mendadak menjadi tenang. Bila seseorang yang mengalami depresi kemudian tiba tiba berubah menjadi tenang, itu merupakan suatu tanda bahwa yang bersangkutan sudah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Bunuh diri (3): tanda tanda orang yang akan bunuh diri

Hampir semua orang yang bunuh diri telah menyampaikan atau mempunyai tanda tanda atau gejala. Cara paling tepat dalam mencegah upaya bunuh diri adalah mengenal tanda tanda tersebut dan bertindak dengan tepat dan cepat. Bila anda percaya bahwa seseorang akan bunuh diri, maka anda bisa mempunyai peran besar dalam mencegah upaya bunuh diri dengan mengajaknya bicara tentang berbagai alternatif jalan keluar yang masih mungkin, menunjukkan bahwa anda perhatian dan mengasihi dia, dan membawanya ke dokter atau psikolog.

Tanda tanda yang jelas bahwa seseorang akan bunuh diri adalah dia berbicara tentang keinginannya untuk bunuh diri atau niat mencelakai dirinya sendiri, berbicara atau menulis tentang mati atau kematian, dan mencari sesuatu yang bisa untuk bunuh diri seperti senjata, tali untuk gantung diri atau obat. Tanda tanda seperti itu sangat penting terutama bila orang tersebut mempunyai gangguan jiwa seperti depresi atau gangguan bipolar, mempunyai ketergantungan obat atau alkohol, pernah mencoba bunuh diri sebelumnya, atau ada riwayat keluarga bunuh diri.

Tanda lain yang tidak terlalu kentara/ terlihat jelas, namun sama pentingnya adalah bila yang bersangkutan sudah putus asa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keputus-asaan merupakan salah satu tanda yang kuat bahwa seseorang mempunyai kemungkinan besar untuk bunuh diri. seseorang yang sudah putus asa mungkin bicara tentang sesuatu yang “sudah tidak tertahankan lagi”, masa depan suram, atau bicara tentang tidak ada lagi hari esok atau masa depan.

Tanda tanda lain yang mengarah ke upaya bunuh diri adalah perubahan perasaan dan perubahan kepribadian yang mendadak, seperti perubahan dari anak sopan menjadi pemberontak, senang bergaul berubah menjadi mengurung diri. Seseorang yang akan bunuh diri sering juga tidak lagi tertarik dengan kegiatan sehari-hari, tidak memperhatikan penampilan dirinya lagi, dan menunjukkan adanya perubahan yang besar pada kebiasaan makan dan tidurnya.

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Bunuh diri (2): salah paham tentang bunuh diri

 

  • Hasil gambar untuk bunuh diriBila seseorang telah berniat bunuh diri maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. Sebenarnya, meskipun seseorang sedang dalam keadaan depresi yang mendalam, perasaan mereka tentang kematian masih mendua. Kebimbangan atau keraguan antara pingin tetap hidup atau ingin mati itu terus berkecamuk sampai saat saat terakhir sebelum melakukan bunuh diri. Hampir semua orang yang bunuh diri tidak ingin mati, mereka hanya ingin berhenti dari merasakan kepedihan yang sudah tidak tertahankan lagi. Dorongan hati untuk tetap hidup kadang terkalahkan dengan keinginan untuk mengakhiri kepedihan. Namun, kadang kepedihan tersebut bisa juga dikalahkan oleh dorongan hati untuk tetap hidup.
  • Orang yang berkeinginan bunuh diri adalah orang orang yang tidak mau meminta tolong. Penelitian di negara negara barat menunjukkan bahwa sekitar separuh orang yang bunuh diri telah mendatangi dokter dalam kurun 6 bulan sebelum kematiannya.
  • Bicara soal bunuh diri akan membuat orang timbul ide untuk bunuh diri. Anda tidak membuat seseorang bunuh diri hanya karena bicara soal bunuh diri. Malahan kebalikannya yang benar. Berbicara tentang masalah bunuh diri secara terbuka kepada orang yang punya niat bunuh diri merupakan salah satu cara ampuh dalam mencegah orang tersebut bunuh diri.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Bunuh diri (1): salah paham tentang bunuh diri

Akhir akhir ini saya mendengar semakin banyak orang melakukan bunuh diri. Banyak penyebab bunuh diri. Salah satu penyebabnya adalah karena orang orang disekitarnya tidak tahu cara mencegah agar seseorang tidak sampai bunuh diri.

Image result for bunuh diriOrang yang bunuh diri mungkin tidak pernah meminta tolong, tetapi hal tersebut bukan berarti mereka tidak mau atau tidak ingin mendapat pertolongan. Sebagian besar orang yang bunuh diri sebenarnya tidak ingin mati, mereka hanya ingin penderitaannya atau kesusahannya berakhir.

Bunuh diri adalah sebuah usaha orang yang sudah putus asa untuk mengatasi penderitaan yang sudah tidak tertahankannya lagi. Orang yang akan melakukan tindakan bunuh diri sudah dibutakan oleh rasa benci kepada dirinya sendiri, tidak ada harapan, tidak bisa ditolong lagi dan terisolasi, sehingga hanya melihat mengakhiri hidupnya sebagai satu satunya jalan keluar.  Sebenarnya, orang yang berkeinginan untuk bunuh diri selalu merasa bingung atau ragu tentang keinginannya untuk mengakhiri hidupnya. hanya saja, mereka tidak bisa melihat alternatif lain yang lebih baik.

Ada 5 kesalah pahaman tentang bunuh diri:

  1. Orang yang menyampaikan keinginannya untuk bunuh diri tidak pernah benar benar melakukannya. Hampir semua orang yang membunuh dirinya sendiri telah memberikan tanda tanda atau signal bahwa mereka akan bunuh diri atau mempunyai keinginan untuk bunuh diri. Jangan anggap enteng tanda tanda tersebut. Beberapa pernyataan seperti:” Kamu akan menyesal bila aku mati”, “Aku tidak bisa lagi melihat jalan keluarnya”. Meskipun hal tersebut  disampaikan sambil lalu atau secara main main, hal tersebut perlu mendapat perhatian serius karena itu merupakan tanda tanda orang yang mempunyai keinginan untuk bunuh diri.
  2. Setiap orang yang mencoba bunuh diri pasti telah gila. Hampir semua orang yang bunuh diri tidak menderita gangguan jiwa psikotik atau gila. Mereka memang mengalami kesedihan, putus harapan, sedang berduka cita, namun keadaan stress berat atau merasakan kesakitan emasional bukan tanda seorang sakit gila.

Bersambung

Sumber bacaan http://helpguide.org/mental/suicide_prevention.htm

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Terapi kognitif untuk mengatasi waham (delusion) pada schizophrenia

Image result for delusionSalah satu gejala pada penderita schizophrenia adalah adanya waham (delusion), yaitu penderita percaya kepada suatu hal  meskipun hal tersebut berbeda dari kenyataan.

Penderita schizophrenia biasanya punya beberapa kelainan pola pikir sehingga mereka menilai atau menginterpretasikan suatu kejadian secara negatif atau tidak sehat. Beberapa pola pikir tidak sehat tersebut, antara lain:

  • loncat ke kesimpulan. Penderita schizophrenia sering malas mengumpulkan data pendukung. Mereka sering loncat ke kesimpulan tanpa merasa perlu mencari data pendukung kesimpulannya tersebut.
  • Attribution biases. Penderita schizophrenia cenderung menyalahkan orang lain bila sesuatu hal jelek terjadi pada diri mereka (bukan menyalahkan diri sendiri atau menganggap hal tersebut sebagai kebetulan)
  • Deficit in theory of mind. Penderita schizophrenia sering tidak bisa memahami jalan pikiran, niat atau motif orang lain. Hal ini terutama bila kondisinya sedang parah dan pada penderita dengan gejala negatif yang menonjol.
  • Pola pikir negatif lainnya yang sering muncul pada penderita depresi, seperti berpikir hitam-putih, overgeneralization, dan lain lain.

Pada terapi kognitif, penderita diminta mengembangkan berbagai alternatif pemikiran atau mengembangkan pemikiran yang seimbang. Psikolog bisa mnegajukan pertanyaan seperti: apakah ada penjelasan yang lain dari kejadian tersebut?

Misalnya dari pada berkata (atau percaya) bahwa “dokter tidak tersenyum karena saya sudah tidak punya ruh)”, maka penderita bisa diajak untuk mengembangkan pikiran lain, misalnya: “Pak dokter sedang banyak pikiran, sibuk sampai lupa membalas salam tanpa senyum”. Atau pikiran atau percaya kepada sesuatu pemikiran yang lebih seimbang:” Tumben pak dokter tidak tersenyum, padahal biasanya ramah sekali. Pasti sedang sibuk dan banyak pikiran”.

Dengan mengubah pikiran yang tidak berdasar kenyataan menjadi pikiran yang lebih seimbang, maka penderita schizophrenia akan dapat mengatasi delusi (waham) sedikit demi sedikit. Dalam terapi kognitif, waham yang ringan diatasi terlebih dahulu sebelum menggarap waham yang lebih berat atau sulit.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Transformasi Jiwa: Mengubah jiwa rapuh menjadi sehat dan tahan banting

Transformasi Jiwa, Mengubah Jiwa Rapuh Menjadi Sehat Dan Tahan Banting Melalui Penerapan Psikologi Positif

Buku Transformasi Jiwa mulai April 2017 tersedia di toko buku Gramedia atau toko buku ternama lainnya. Bisa juga dibeli secara online

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (4)

Berikut ini lembar kerja yang bisa dipakai untuk mengelola pikiran penderita hipomania atau mania agar lebih terkontrol

 

Ketika sedang bergembira (euphoric), saya sering berpikir: Pandangan yang seimbang, sebagai alternatif
 

 

 

 

 

 

 

Wow, saya punya banyak ide dan kreatif. Saya sangat bersemangat sekarang ini. Orang lain sepertinya tidak puny aide

 

 

 

Berbelanja sepertinya merupakan ide bagus untukku saat ini. Saya ingin punya sepatu buatan luar negeri

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Adakah fakta yang mendukung bahwa idea tau pemikiran saya benar (realistis)?
  • Apakah ada hal hal detil atau fakta yang saya lewatkan?
  • Apa ada hal lain yang bisa menjelaskan hal tersebut?
  • Apakah ada pandangan lain dalam hal tersebut?
  • Pandangan seperti apa yang lebih seimbang dan benar?

 

 

Sepertinya suasana hati saya sedang sedikit naik. Meskipun terasa senang menjadi kreatif dan punya banyak ide, namun pelaksanaannya harus pelan pelan, satu demi satu.

 

 

Apakah aku benar benar perlu sepatu baru? Buatan luar negeri lagi.  Sepatu tersebut mahal dan kualitasnya tidak jauh beda dengan buatan dalam negeri yang harganya jauh lebih murah. Juga, sepatu yang ada masih cukup bagus.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo