Teknik dasar mengatasi depresi (3)

Image result for bersyukurTeknik berikutnya untuk mengurangi depresi adalah dengan banyak banyak mengucap syukur. Ini pekerjaan susah untuk seseorang yang lagi depresi, karena orang yang depresi selalu melihat sesuatu dari sisi negatifnya saja.

Agar bisa bersyukur, beberapa teknik bisa dilakukan

  • pada setiap sore atau malam sebelum tidur, tulis 3-5 hal yang terjadi pada hari itu yang membuat anda bersyukur. Misalnya: masih punya mata yang bisa untuk melihat TV, masih bisa tidur dirumah tidak menggelandang dijalan, tidak sakit kanker yang harus kemoterapi, dll.
  • buat jurnal atau buku harian untuk menulis hal hal positif yang terjadi pada hari itu. Jurnal ini sebaiknya dibaca ulang ketika perasaan sedang “jatuh”. Misalnya, pagi sarapan nasi dengan telor dan minum teh hangat, diajak ketoko melihat lihat baju, dll.
  • banyak berdzikir mengucap syukur (alhamdulillah) dan memuji Allah (subhanallah)
  • kirim email atau surat ucapan terima kasih kepada orang orang yang membuat kita positif hari ini.
  • ucapkan terima kasih kepada siapa saja yang memberikan kontribusi kepada kita pada hari ini.
  • datangi bangsal kelas 3 rumah sakit atau orang orang yang sedang kesusahan dan doakan agar mereka lekas sembuh atau menjadi lebih baik. Lebih baik lagi bila anda mau bersedekah kepada mereka, dijamin depresi anda akan segera sembuh.

Langkah terakhir bila depresi semakin memburuk adalah dengan meminta pertolongan ahlinya. Datangilah dokter ahli jiwa, khususnya bila anda mempunyai keinginan atau pikiran bunuh diri. Psikolog dan profesional bimbingan lainnya juga akan dapat membantu anda mengurangi depresi.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Teknik dasar mengatasi depresi (2)

Tehnik ketiga dalam mengatasi depresi adalah merawat dan menjaga diri sendiri. Penderita depresi perlu menjalankan pola hidup sehat, belajar mengelola stress (tekanan hidup), menentukan batas batas apa yang bisa dikerjakan, belajar berperilaku sehat dan menjadwalkan kegiatan yang menyenangkan dalam kehidupannya sehari hari.

  • Upayakan agar punya kebiasaan tidur 8 jam sehari. Penderita depresi biasanya mempunyai gangguan tidur. Tidur terlalu banyak atau sulit tidur tidak baik untuk kejiwaan.
  • Jangan mengurung diri di dalam rumah atau kamar. Lakukan jalan jalan di alun alun atau taman, minum teh di halaman, duduk duduk di bangku taman, dan kegiatan luar rumah lainnya.
  • Kendalikan stress. Stress dapat memperpanjang dan memperburuk depresi. Stress juga dapat menjadi pencetus depresi.
  • Latihan teknik relaksasi. Relaksasi setiap hari dapat mengurangi gejala depresi, mengurangi stress, dan memperkuat perasaan bahagia dan sejahtera. Belajar dan terapkan teknik meditasi, yoga, napas panjang, atau meditasi.
  • Lakukan hal hal yang menyenangkan atau yang dulu disukai. Misalnya bermain musik, jalan jalan ke gunung atau ke pantai, melukis, atau menulis. Lakukanlah kegiatan apa saja meskipun anda tidak menyukainya karena berada di luar rumah dan mengerjakan sesuatu akan membawa perbaikan. Lama kelamaan anda akan merasa lebih bersemangat dalam melakukan kegiatan yang menyenangkan.
  • Buat daftar kegiatan atau hal hal yang di masa lalu dapat memperbaiki depresi dengan cepat. Misalnya luangkan waktu menikmati alam, buat daftar apa yang kamu sukai tentang dirimu, membaca buku yang bagus, menonton film lucu, mandi pakai air hangat, bermain dengan hewan piaraan (kucing, burung, dll), mendengarkan musik, melakukan kegiatan kegiatan kecil, melakukan sesuatu secara spontan.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Teknik dasar mengatasi depresi (1)

Depresi menyerap energi, harapan dan daya juang sehingga membuat orang yang terkena depresi mengalami kesulitan mengatasinya.

Meskipun demikian, bukan berarti depresi tidak bisa dipulihkan. Untuk masalah obat anti depresi, kita serahkan masalahnya kepada para dokter. Kita fokus pembahasan kita pada teknik mengatasi depresi.

Agar terbebas dari depresi kita harus mau melakukan atau mengerjakan sesuatu. Namun melakukan sesuatu tersebut disaat kita mengalami depresi bukanlah pekerjaan mudah. Biasanya semakin bermanfaat kegiatan yang perlu dilakukan untuk mengatasi depresi , semakin sulit hal tersebut dilakukan. Hanya saja, perlu dibedakan bahwa sulit bukan berarti tidak mungkin.Untuk itu, agar bisa mengatasi depresi, kita perlu melakukan hal hal yang kecil terlebih dahulu yang kemudian dikembangkan ketingkat yang lebih sulit.

  1. Bangun hubungan yang mendukung (support network).  Adanya keluarga, saudara atau teman yang mendukung sangat penting untuk mengatasi depresi. Terisolasi atau merasa sendirian tanpa teman dapat membuat depresi menjadi lebih berat. Hanya masalahnya, orang yang lagi depresi biasanya malas bergaul.  Untuk itu, berusaha menjaga hubungan/ pertemanan serta kegiatan sosial sangat penting untuk mengatasi depresi. Bila seseorang sedang depresi, maka upayakan untuk: (a) menghubungi saudara atau teman yang dipercaya. Upayakan agar orang tersebut mau menceritakan perasaannya dan meminta dukungan mereka. (b) Mencoba untuk tetap ikut kegiatan sosial meskipun orang tersebut tidak menyukainya. Ketika depresi biasanya seseorang senang menyendiri, namun berada diantara teman dan saudara akan membuat penderita depresi merasa lebih baik. (c) Dorong untuk bergabung dengan kelompok support group for depression. Bertemu dan berbicara dengan orang orang yang sama sama sedang berusaha mengatasi depresi bisa membuat depresi berkurang
  2. Hilangkan pikiran negatif. Penderita depresi melihat segala sesuatunya dari sisi negatif. Namun kita tidak bisa hanya bilang kepada mereka untuk selalu berpikir positif. Untuk mengurang pikiran negatif seorang penderita depresi bisa diminta untk melakukan hal hal sebagai berikut: (a) terima bahwa dirinya tidak sempurna tanpa menjadi sedih atau kecewa,karena tidak ada manusia sempurna (b) ajak untuk membuat pernyataan yang lebih positif tentang dirinya, (c) bergaul dengan orang orang yang optimis atau bersikap positif, (d) ajak untuk membuang pikiran negatif dan minta untuk menuliskan dalam buku hariannya. Bila orang tersebut sedang tidak dalam depresi, kita minta yang bersangkutan membaca ulang tulisan tersebut.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Tahapan pemulihan kerja pada penderita schizophrenia (1)

Pekerjaan merupakan salah satu terapi bagi penderita gangguan jiwa.

Hasil gambar untuk petani buahTahapan yang perlu dilalui dalam rehabilitasi terhadap penderita skizofrenia adalah sebagai berikut:

  1. Tahap psikotik. Tirto Jiwo hanya akan menerima penderita gangguan jiwa yang telah bisa keluar dari rumah sakit jiwa. Tahap psikotik penderita masih perlu dirawat di rumah sakit jiwa.
  2. Tahap konseling. Penderita sudah bisa keluar dari rsj. Penderita mulai bisa diajak untuk mempersiapkan langkah langkah menuju pemulihan dan persiapan kerja.
  3. Tahap penggunaan kemampuan sederhana. Pasien perlu mulai diberi kepercayaan untuk melakukan pekerjaan pekerjaan yang mudah yang melibatkan penggunaan kemampuan yang sangat sederhana dan hanya memerlukan kemampuan mekanik dan fungsi hafalan. Pekerjaan tangan seperti menyapu, mengepel, membersihkan debu, melakukan bordir dan  jahitan sederhana. Kerja yang memerlukan penghitungan sederhana atau pekerjaan tugas ringan seperti penjaga kemananan, penolong atau petugas yang ditugaskan menjaga pasien. Pada fase ini pada umumnya pekerjaan yang dilakukan tidak  memerlukan kemampuan intelektual atau keputusan-keputusan kompleks atau kemampuan mengingat yang kuat, meskipun sebelum sakit si penderita mempunyai kemampuan intelektualitas yang tinggi.
  4. Bekerja paruh waktu berfungsi dengan dukungan yang ketat. Pasien mulai bisa bekerja dalam pola kerja yang terjadwal secara paruh waktu. Penderita mulai bekerja 2-3 jam per hari sesuai dengan tingkat kenyamanan pasien. Penderita bisa bekerja pada shift pagi atau shift sore. Dalam fase ini pasien perlu memperoleh banyak dukungan dan  pujian. Pemberian gaji/honor  atau imbalan lain yang sesuai diberikan kepada penderita secara sering, bila perlu bahkan diberikan setiap hari. Seringkali hadiah (honor) atau penguatan mungkin perlu diberikan jauh melampaui kualitas kerja yang sebenarnya atau jumlah hasil kerja dicapai, dengan tujuan untuk  penguatan yang meningkatkan kepercayaan diri pasien dan menanamkan dalam dirinya / keinginan nya untuk tetap berkarya.

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Nov 2012

Terapi Keluarga

Hasil gambar untuk Family therapyDi Inggris, bila ada salah satu anggauta keluarga terkena gangguan jiwa, maka seluruh anggauta keluarga yang tinggal serumah dianjurkan untuk mendapatkan terapi keluarga (family therapy) atau kadang juga disebut sebagai  intervensi keluarga (family intervention) atau family psychoeducation (penyuluhan/pendidikan psikologi bagi keluarga).

Mengapa terapi keluarga diperlukan?

Karena penelitian membuktikan bahwa peranan keluarga dalam pemulihan gangguan jiwa sangatlah penting. Tanpa dukungan keluarga, kecil kemungkinan seseorang bisa pulih dari gangguan jiwa. Selain itu, adanya anggauta keluarga yang menderita gangguan jiwa juga bisa menyita perhatian dan kadang memerlukan dukungan biaya juga. Bila penderita menjadi khronis, maka kadang keluarga bisa mengalami kelelahan atau frustasi dalam menangani penderita gangguan jiwa. Oleh karena itu, di Inggris, setiap keluarga dengan penderita gangguan jiwa dianjurkan untuk mengikuti terapi keluarga atau psikoedukasi keluarga.

Apa itu terapi keluarga?

Dalam kaitannya dengan gangguan jiwa, terapi keluarga merupakan intervensi psikologis berupa pendidikan (pemberian pengetahuan) tentang segala seluk beluk gangguan jiwa (penyebab, gejala, pengobatan, efek samping obat, dll); tindakan untuk mencegah kambuh, mengatasi bila terjadi kambuh, dan langkah langkah yang diperlukan untuk membantu pemulihan gangguan jiwa.

Dalam terapi keluarga, peserta juga akan diberi pengetahuan dan teknik bagaimana membantu mengatasi halusinasi, waham, memonitor efek samping obat, mengendalikan stress (tekanan hidup). Selain itu, peserta program terapi keluarga juga akan mendapatkan ilmu dan ketrampilan pemecahan masalah, teknik relaksasi, dan penerapan praktis dari terapi kognitif perilaku (cognitive behavioral therapy) sederhana.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Laporan Keuangan April 2017

Pemasukan keuangan melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo  bulan April 2017

  1. Nina Mardyana Rp. 1 200 000
  2. Feni Yuniati Rp. 500 000
  3. Waluyo BS Rp. 750 000
  4. Bayu Kurniawan Rp. 7 000 000
  5. Dermawan Rp. 750 000
  6. Keluarga Ashab M. Rp. 1500 000
  7. Damasela Rp. 500 000
  8. Sulaeman Rp. 1 250000
  9. Dr Esti Widyanto Rp. 800 000
  10. Dermawan Rp. 600 000.

Total pemasukan Rp. 14 850 000.

Semoga Allah swt memberikan balasan berlipat ganda kepada para dermawan sesuai dengan firman allah dalam Surat Al Baqarah ayat 261.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Menolong sesama membuat jiwa jadi bertambah kuat

Image

Altruisme (menolong sesama) adalah salah satu jenis pertahanan jiwa (defense mechanism). Dengan secara rutin melakukan kegiatan menolong sesama akan membuat jiwa seseorang menjadi semakin kuat sehingga yang bersangkutan akan mampu mengatasi permasalahan hidup yang menghadangnya

 

 

Prinsip prinsip pemulihan gangguan jiwa yang disusun oleh bekas penderita (4)

3.Hasil gambar untuk recovery psychiatry Recovery skills (pulihnya ketrampilan). Setelah seseorang yakin bahwa dirinya bisa pulih, begitu pula dengan orang orang disekitarnya juga percaya bahwa orang tersebut bisa pulih dari gangguan jiwanya, maka penderita gangguan jiwa mulai dapat mengembalikan ketrampilannya, khususnya ketrampilan berkomunikasi atau berinteraksi sosial. Penderita gangguan jiwa perlu belajar untuk mendapatkan ketrampilan bagaimana mengekspresikan marah, sedih,kecewa, sayang, atau takut. Ketrampilan tersebut diperlukan agar yang bersangkutan bisa bergaul dan berinteraksi dengan sesama secara normal. Ketrampilan yang diperlukan dalam pemulihan, antara lain: ketrampilan menentukan tujuan dan sasaran serta mencapainya, ketrampilan memaafkan diri sendiri, ketrampilan mengendalikan perasaan tidak enak, ketrampilan merawat diri sendiri (olah raga, jalan jalan, bermain musik, melakukan hobi, dll), bertanggung jawab kepada diri sendiri.

4. Recovery Identity (Pulihnya identitas diri ). Penderita yang pulih dari gangguan jiwa tidak lagi hanya merasa sebagai penderita gangguan jiwa, tapi sudah menjadi manusia yang utuh. Identitas diri tersebut antara sebagai karyawan, kepala atau anggota keluarga, murid, dll.

5. Recovery comunity (kembali menjadi bagian masyarakat). Penderita gangguan jiwa yang pulih diterima sebagai bagian dari masyarakat.

Dr Nancy Waxler, pada tahun 1979 melakukan penelitian dengan membandingkan pemulihan dari gangguan jiwa di Sri lanka dengan di Inggris. Dia menemukan bahwa angka pemulihan gangguan jiwa di Sri Lanka ternyata lebih bagus dibandingkan dengan di Inggris. Hal ini disebabkan karena penduduk Sri lanka melihat gangguan jiwa sebagai penyakit yang bersifat sementara dan penderita akan pulih kembali. Ketika masyarakat percaya bahwa penderita gangguan jiwa akan pulih kembali, maka penderita tersebut benar benar kemudian menjadi pulih.

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Prinsip prinsip pemulihan gangguan jiwa yang disusun oleh bekas penderita (3)

Menurut hasil berbagai riset yang dilakukan oleh National Empowerment Center, terhadap orang orang yang sudah pulih dari gangguan jiwa, ada 5 tema utama dalam pemulihannya, yaitu:

  1. Recovery beliefs (keyakinan bisa pulih). Penderita gangguan jiwa harus yakin bahwa mereka bisa pulih, kembali hidup normal dan bekerja di masarakat. Orang orang disekitarnya juga harus punya keyakinan yang sama, bahwa saudara mereka akan bisa pulih dari gangguan jiwanya. Mereka (orang yang sudah pulih dari gangguan jiwa) tidak pernah menyerah dan yakin bahwa suatu saat mereka akan mencapai suatu keadaan dimana mereka tidak lagi menderita gangguan jiwa. Adanya “harapan” akan masa depan yang lebih baik merupakan salah satu kunci pemulihan gangguan jiwa, karena bila tidak punya harapan, mereka tidak akan mau berusaha. Orang yang bisa pulih dari gangguan jiwa juga kembali mempunyai kepercayaan pada dirinya sendiri. Kepercayaan diri yang sering hilang karena menderita gangguan jiwa, bisa mereka raih kembali.
  2. Recovery relationships (pulih hubungan sosialnya). Adanya hubungan persaudaraan atau persahabatan yang erat akan membantu proses pemulihan. Beberapa penderita gangguan jiwa pernah menyakiti orang tua, saudara atau sahabatnya. Kembalinya persaudaraan atau persahabatan akan mempercepat proses pemulihan. Beberapa sifat sifat yang diperlukan oleh penderita gangguan jiwa agar membantu pemulihannya adalah: seseorang yang yakin kepada  penderita bahwa dia akan pulih, seseorang yang tidak pernah menyerah (karena dalam proses pemulihan kadang masih terjadi kekambuhan), seseorang dimana penderita merasa aman atau percaya kepada orang tersebut, seseorang yang pernah mengalami kejadian serupa (pernah menderita gangguan jiwa dan sekarang sudah pulih), seseorang yang mempunyai rasa kemanusiaan yang tinggi, seseorang yang membiarkan penderita pulih dengan kecepatan yang berbeda beda antara

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Gangguan jiwa bipolar (4): episode mania atau hipomania

Paranonia A young man in an office peers through blinds

Pemikiran paranoid (curiga) sering muncul dan terlihat dari tingginya rasa curiga pada orang lain. Rasa curiga tersebut sering didasarkan pada kejadian masa lalu yang terus dipegangnya dan diperkuat dengan fakta fakta yang mendukung (namun mengabaikan fakta yang bertentangan). Interaksi dengan orang yang dicurigai biasanya terlihat tegang karena rasa curiga tersebut. Orang yang dicurigai sering bereaksi karena diperlakukan berbeda dan hal tersebut dipakai sebagai dasar untuk membenarkan bahwa orang tersebut memang patut dicurigai.

Meningkatnya jumlah ide dan keinginan  

Selama episode mania atau hipomania, penderita akan mempunyai banyak ide dan gagasan. Penderita biasanya terlalu berlebihan dalam menilai kemampuan dirinya dalam mengerjakan idenya tersebut. Meningkatnya aktivitas mental tersebut (munculnya banyak ide) menyebabkan yang bersangkutan tidak bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan kegiatan yang sedang dikerjakannya.

Kesalahan dalam menilai

Penderita hipomania mengalami “kerusakan” pada kemampuannya memberikan penilaian sosial (social judgement) atau menilai sesuatu hal , khususnya dalam hal hubungan antar manusia. Mereka sering menyatakan atau mengerjakan sesuatu yang aneh atau tidak menyadari dampak perkataan atau perbuatan mereka terhadap orang lain.  

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo