Tahap persiapan

dr. Gunawan Setiadi

Dalam tahap persiapan ini, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan diri anda sendiri.

Mengapa? Karena mendukung proses pemulihan gangguan jiwa bukanlah pekerjaan gampang. Diperlukan kesabaran dan pengorbanan, baik pengorbanan moril dan sering juga materiil. Untuk itu, saya sarankan. Mari kita niatkan upaya membantu pemulihan gangguan jiwa tersebut sebagai amal ibadah. Kita niatkan semua ini karena ingin mendapatkan ridlo Allah semata. Yang kedua, yang tidak kalah pentingnya, mari kita sandarkan semuanya kepada pertolongan Allah Yang Maha Kuasa. Sesungguhnya, kita ini semua adalah hamba-Nya, dan bila kita sakit, maka Dia yang akan menyembuhkan. Mari kita yakinkan dalam diri kita sendiri bahwa Tuhan yang bisa menerbitkan dan menenggelamkan matahari bisa pula menyembuhkan seseorang dari gangguan jiwa.

Langkah kedua adalah mempelajari dasar dasar teori penyebab gangguan jiwa dari stress vulnerability model. Dalam stress vulnerability model disampaikan bahwa pada banyak orang ada kerentanan fisik terkena gangguan jiwa. Adanya kerentanan fisik tidak akan menyebabkan seseorang terkena gangguan jiwa bila tidak ada faktor pemicu, seperti stress. Implikasinya adalah seorang penderita gangguan jiwa perlu minum obat untuk menekan kerentanan fisik tersebut. Tanpa minum obat maka besar kemungkinan seorang penderita gangguan jiwa akan kambuh kembali. Masalahnya, banyak penderita gangguan jiwa yang tidak mau minum obat. Untuk itu, jalan keluarnya ada dua. Pertama, perlu ada anggota keluarga yang mendampingi dan selalu mengingatkan/ memastikan bahwa penderita minum obat secara teratur. Alternatif kedua, adalah dengan memakai obat suntik (biayanya jauh lebih mahal). Anggota keluarga perlu memonitor/ mencatat gejala gangguan jiwa dan efek samping obat. Hal ini penting karena dosis dan jenis obat sangat tergantung dari gejala dan efek samping obat tersebut.

Implikasi kedua dari stress vulnerability model adalah perlunya mengelola atau mengendalikan stress. Silahkan pelajari manajemen stress dan buat agar rumah dimana penderita tinggal mempunyai tingkat stress yang rendah (misalnya: kurangi teriak atau membentak, berdebat, mengkritik orang lain, dll)

Langkah ketiga adalah mempelajari teknik psikososial untuk memulihkan penderita gangguan jiwa. Dalam memberikan dukungan psikososial kepada penderita gangguan jiwa, ada beberapa hal yang perlu ditekankan disini:

  • Gangguan jiwa bisa pulih. Secara pelan harus ditanamkan bahwa ada Tuhan Yang Maha Kuasa yang akan bisa menyembuhkan penderita gangguan jiwa. Penderita gangguan jiwa perlu percaya dan diajak berdoa kepada Allah untuk meminta kesembuhan.
  • Penderita gangguan jiwa dan semua anggota keluarga perlu rajin berdoa memohon petunjuk dan pertolongan atas segala masalah yang dihadapi keluarga tersebut. Allah yang Maha Kuasa, yang mampu menciptakan langit dan bumi, pasti mampu memecahkan masalah yang dihadapi penderita gangguan jiwa dan keluarganya asal mereka mau berdoa memohon kepada-Nya. Seluruh anggota keluarga agar rajin sholat wajib berjamaah, melakukan sholat sunah (utamanya sholat tahajud dan sholat dhuha).
  • Keluarga perlu menanam kebaikan sebanyak-banyaknya. Misalnya: memberi makan kepada orang miskin (tukang becak, tetangga yang kurang mampu), memberi sedekah (misalnya: membayar keperluan anak sekolah dari keluarga yang tidak mampu), membersihkan rumah janda tua yang terlantar. Secara bertahap, penderita gangguan jiwa perlu diajak atau dilibatkan dalam kegiatan amal sholeh tersebut.

Beberapa kegiatan pendukung yang perlu dan mudah dilakukan, antara lain:

  • Buat pemantauan kegiatan harian penderita. Selama seminggu catat semua kegiatan penderita sejak bangun pagi hingga tidur kembali di malam hari.Dari catatan tersebut kemudian bersama penderita buat jadwal kegiatan harian untuk seminggu kedepan. Upayakan untuk meningkatkan kegiatan postif dan menyenangkan. Misalnya: nonton TV merupakan kegiatan menyenangkan namun tidak positif. Bila terlalu banyak nonton TV, maka kurangi nonton TV dan ganti dengan kegiatan lain. Begitu seterusnya, jadwal baru perlu dibuat sebulan sekali dengan perubahan sedikit demi sedikit sehingga waktu penderita terpakai sepenuhnya untuk kegiatan positif.
  • Bila ada gangguan emosi, maka buat catatan harian keadaan emosi. Bila level emosi meningkat (kearah hipomania) atau menurun (kearah depresi), maka intervensi perlu segera dilakukan. Intervensi untuk mencegah hipomania misalnya adalah dengan membuat penderita cukup tidur. Intervensi untuk mencegah depresi antara lain dengan melakukan kegiatan positif dan menyenangkan (berkebun atau jalan jalan ke taman, ngobrol dengan seseorang yang mendukung, dll)

Bila ingin mempelajari secara lebih mendalam, berikut ini beberapa teknik terapi psikososial umum yang bisa dipelajari, antara lain:

Teknik terapi psikososial khusus yang terkait dengan tanda atau gejala penyakit tertentu, misalnya:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>