Latar belakang

Saya tidak akan bosan untuk menekankan bahwa penderita gangguan jiwa berat bisa pulih. Mereka bisa kembali ke masyarakat, bekerja dan hidup normal sebagaimana masyarakat pada umumnya. Hanya saja, proses pemulihan tersebut tidak selalu berjalan lurus dan lancar, kadang ada proses naik turunnya.

Agar proses pemulihan berjalan dengan baik, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, utamanya dukungan dari keluarga (atau orang dekat), tenaga kesehatan, kawan sesama penderita gangguan jiwa dan masyarakat sekitar.

Pada saat ini, sebagian besar penderita gangguan jiwa yang telah keluar dari rumah sakit jiwa (rsj) akan mendapat obat dan diminta kontrol sebulan sekali atau dua kali. Minum obat secara teratur sesuai petunjuk dokter itu perlu, namun tidak cukup. Agar bisa cepat pulih kembali, diperlukan program pemulihan yang tertata dan disusun berdasar bukti ilmiah hasil penelitian (evidence based treatment).

Untungnya, program pemulihan tersebut bisa dilaksanakan dirumah dan dijalankan oleh anggota keluarga terdekat dari penderita gangguan jiwa. Berbagai teknik psikoterapi yang akhir akhir ini dikembangkan sangat kongkrit sifatnya, sederhana dan tidak memerlukan landasan pengetahuan medis maupun psikologis canggih. Tentu saja, pemahaman dasar tentang penyakit gangguan jiwa diperlukan, dan ilmu tersebut juga sudah bisa dibaca dari website ini.

Teknik teknik untuk mendukung pemulihan gangguan jiwa tersebut ada yang bersifat umum, dalam arti perlu diterapkan kepada penderita gangguan jiwa tanpa memandang jenis penyakitnya. Misalnya: membangun pola hidup sehat, ketrampilan pemecahan masalah, ketrampilan membangun persahabatan, dan lain lain. Namun ada juga teknik teknik pemulihan yang bersifat khusus yang perlu diterapkan untuk mengatasi permasalah khusus. Misalnya: teknik terapi kognitif untuk penderita depresi, teknik terapi perilaku untuk mencegah kambuhnya mania atau hipomania, dan lain lain.

Leave a Reply