Sejarah Tirto Jiwo

Lembaga Rehabilitasi Gangguan Jiwa, Tirto Jiwo dibangun sejak tahnu 2012 atas prakarsa dari kakak beradik Dr. Gunawan Setiadi, MPH dan Wibowo Setiaji, S.Sos. Ketika sedang dilakukan pematangan lahan, Bapak Alfansuri, seorang pengusaha dari Jakarta, datang untuk mendukung pembangunan Tirto Jiwo dan mulai menyumbang Rp 1.000.000,- secara rutin. Ketika Tirto Jiwo memulai pelayanannya kepada penderita gangguan jiwa pada tahun 2014, donasi dari Bapak Alfansuri meningkat menjadi Rp 6.000.000,- per bulan. Tanpa dukungan dari Bapak Alfansuri, kemungkinan pembangunan  Tirto Jiwo  akan berhenti ditengan jalan.

Secara resmi, Tirto Jiwo mulai beroperasi secara resmi pada tahun 2015 dengan dikeluarkannya ijin dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purworejo. Hingga saat ini, Tirto Jiwo hanya menerima pasien laki laki. Kapasitas tempat tidur berjumlah 30 tempat tidur.

Dasar Hukum

Tirtio Jiwo mulai memberikan pelayanan pada 4 april 2014 dan mendapatkan ijin operasional dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purworejo No.466.3/112/2015 pada 24 Maret 2015.

Sebagai lembaga, pendirian Tirto Jiwo tercatat dalam Akte Notaris Ti Budiyanto, SH No.01/2015 pada Maret 2015 dan terdaftar pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No.AHU-0080561.AH.01.07.2016 pada 9 Desember 2016.