Persyaratan Peserta:

Tujuan program pemulihan gangguan jiwa di Tirto Jiwo adalah membantu penderita gangguan jiwa untuk bisa kembali pulih dan hidup produktif di masyarakat. Program pemulihannya meliputi:

  1. Upaya peningkatan kemampuan mengatasi berbagai gejala gangguan jiwa.
  2. Upaya peningkatan ketahanan jiwa sehingga mampu mencegah dari kekambuhan.
  3. Upaya peningkatan kemampuan ketrampilan sosial dan kognitif sehingga bisa hidup mandiri secara ekonomi dan sosial di masyarakat.

Tirto Jiwo didukung oleh lingkungan pedesaan yang asri dengan penduduk yang ramah dan bersahabat terhadap penderita gangguan jiwa. Lingkungan tersebut sangat mendukung proses pemulihan gangguan jiwa.

Persyaratan keikutsertaan dalam program pemulihan:

  1. Laki laki dan berumur antara 17-50 tahun. Saat ini belum tersedia fasilitas bagi perempuan.
  2. Pernah didiagnosa menderita gangguan jiwa berat, seperti: skizofrenia, gangguan bipolar, depresi berat.
  3. Tidak sedang memerlukan perawatan di rumah sakit jiwa. Tirto Jiwo bukan rumah sakit jiwa sehingga tidak memiliki fasilitas dan kewenangan merawat penderita gangguan jiwa yang memerlukan perawatan di RSJ.
  4. Bersedia tinggal di Tirto Jiwo dengan sukarela (tanpa paksaan).
  5. Didukung oleh keluarga, baik secara finansial maupun psikologis.

Tirto Jiwo tidak bersifat mencari untung, meskipun demikian, keluarga diharapkan memberikan kontribusi finansial untuk keperluan biaya makan dan akomodasi (termasuk biaya rokok), biaya konsultasi ke dokter spesialis jiwa beserta obatnya (minimal sebulan sekali), biaya rekreasi (makan di luar, jalan jalan ke tempat rekreasi, dll), serta biaya pelatihan ketrampilan usaha.

Bagi penderita yang berasal dari keluarga tidak mampu, maka keluarga diharapkan tetap memberikan infaq sesuai kemampuannya.

Fasilitas:

  1. Koneksi internet (wifi) 24 jam non stop.
  2. 10 tempat tidur dan masih akan terus ditingkatkan hingga mencapai 20 tempat tidur.
  3. Lahan pertanian dan peternakan seluas 2000 m2, yang dimanfaatkan sebagai kegiatan terapeutik.
  4. Usaha ekonomi skala kecil (yang terus dikembangkan) sebagai sarana pelatihan agar mampu mandiri secara ekonomi dan sosial.