Mengantisipasi bila krisis pada penderita schizophrenia terjadi

schizophreniaMeskipun segala obat dan dukungan psikosialsudah diusahakan dengan sebaik-baiknya, kadang kondisi penderita schizophrenia bisa menurun tajam dan menjadi kambuh. Ketika terjadi krisis, kambuh, maka peranan keluarga dekat menjadi sangat penting. Penderita gangguan jiwa mungkin memerlukan mondok di rumah sakit.

Sebelum terjadi krisis, keluarga dan penderita gangguan jiwa schizophrenia perlu merencanakan apa yang harus dilakukan keluarga bila terjadi krisis. Hal hala yang perlu disiapkan antara lain:

  • kemana harus membawa penderita, ke dokter praktek atau harus ke rumah sakit jiwa? alamatnya?
  • bagaimana transportasi kesana?
  • siapa yang mengurus anak anak yang tinggal dirumah?
  • apakah ada kartu jamkesmas atau jamkesda?

Berikut ini saran saran menghadapi penderita schizophrenia yang sedang kambuh akut:

  • ingat bahwa anda tidak bisa beradu pendapat atau berdebat dengan penderita gangguan jiwa akut.
  • ingat bahwa sebenarnya penderita sendiri juga merasa tidak enak kenapa dirinya hilang kontrol atau tidak bisa mengendalikan diri. Kita harus bisa memahami apa yang sedang dialami oleh si penderita.
  • jangan memperlihatkan bahwa anda marah atau tersinggung. Jangan bersikap mengancam karena akan membuat penderita memberontak atau melawan.
  • jangan berteriak, tapi bicaralah dengan pelan, tegas dan dengan kata kata sederhana
  • jangan menggunakan kata kata ejekan atau bersikap mengejek
  • buat suasana sekitar tenang (matikan TV, radio, lampu yang terlalu terang, dll)
  • minta agar hanya orang orang dekat yang ada disitu, orang lain diminta menyingkir
  • hindari menatap matanya secara langsung, atau jangan lama beradu mata
  • jangan sentuh penderita. turuti permintaannya bila hal tersebut tidak membahayakan atau bila tidak diluar nalar. hal ini akan membuat penderita merasa lebih tenang karena berarti keadaan ada dalam kendalinya.
  • anda duduk dan ajak si penderita juga duduk. Bila si penderita duduk, anda juga harus duduk.
  • jangan berdiri dan menutup pintu keluar tapi posisikan diri anda berada diantara penderita dengan pintu keluar.
  • jangan bercekcok atau adu pendapat dengan sesama anggota keluarga atau jangan saling menyalahkan.

Bila situasi membahayakan atau penderita melakukan kekerasan, segeralah minta tolong tetangga atau polisi. Sampaikan bahwa yang bersankutan menderita gangguan jiwa dan sedang kambuh.

Biasanya kambuhnya penderita tidak terjadi secara tiba tiba. Oleh karena itu, orang orang dekat atau keluarga penderita gangguan jiwa perlu mengenal tanda tanda awal kekambuhan dan mengusahakan pencegahan agar tidak terjadi kambuh. tanda tanda awal kekambuhan biasanya berupa perubahan perilaku, perubahan suasana hati, perubahan pikiran.

Selain itu perlu dicegah pula hal hal yang bisa menjadi pencetus kekambuhan, seperti bertengkar, bergadang sampai larut malam, tidak minum obat, dll.

Leave a Reply