Penyebab dan faktor resiko dari gangguan kepribadian

slide-1-638Kepribadian adalah kombinasi dari pikiran, emosi dan perilaku yang membuat Anda unik. Kepribadian adalah cara Anda melihat, memahami dan berhubungan dengan dunia luar, serta bagaimana Anda melihat diri Anda. Kepribadian terbentuk selama masa kanak-kanak, dibentuk melalui interaksi dari dua faktor:

  • Warisan kecenderungan atau gen. Aspek kepribadian Anda diteruskan kepada Anda oleh orang tua Anda, seperti rasa malu atau memiliki pandangan yang bahagia. Ini kadang-kadang disebut temperamen Anda. Ini adalah bagian “alam atau bawaan”  dari perdebatan antara pengaruh alam (bawaan) vs pemeliharaan (nature vs nurture)
  • Lingkungan, atau situasi kehidupan Anda. Ini adalah lingkungan Anda dibesarkan , peristiwa yang terjadi, dan hubungan dengan anggota keluarga dan orang lain. Ini mencakup hal-hal seperti jenis pengasuhan yang Anda dapatkan, baik penuh kasih atau kasar. Ini adalah bagian “pemeliharaan”  dari perdebatan alam (bawaan) vs pemeliharaan.

Gangguan kepribadian diduga disebabkan oleh kombinasi pengaruh-pengaruh genetik dan lingkungan. Anda mungkin memiliki kerentanan genetik untuk berkembangnya gangguan kepribadian dan situasi hidup Anda dapat memicu perkembangan yang sebenarnya dari gangguan kepribadian.

Meskipun penyebab yang tepat dari gangguan kepribadian tidak diketahui, faktor-faktor tertentu tampaknya meningkatkan risiko mengembangkan atau memicu gangguan kepribadian, termasuk diantaranya:

  • Sebuah riwayat keluarga dengan gangguan kepribadian atau penyakit mental
  • Status sosial ekonomi rendah
  • Kekerasan verbal, kekerasan fisik atau seksual selama masa kanak-kanak
  • Pengabaian selama masa kanak-kanak
  • Sebuah kehidupan keluarga tidak stabil atau kacau selama masa kanak-kanak
  • Yang didiagnosis dengan gangguan perilaku pada anak anak
  • Kehilangan orang tua melalui kematian atau perceraian traumatis selama masa kanak-kanak

Gangguan Kepribadian sering mulai dari masa anak dan berlangsung sampai dewasa. Ada keengganan untuk mendiagnosis gangguan kepribadian pada anak, karena pola-pola perilaku dan pemikiran bisa mencerminkan eksperimen remaja atau hanya fase perkembangan sementara.

Leave a Reply