Psikoedukasi bagi penderita schizophrenia

Hasil gambar untuk psychoeducation for schizophreniaPenderita schizophrenia tidak hanya memerlukan obat agar bisa pulih. Mereka juga memerlukan psychoeducation, sehingga mereka bisa memahami tentang penyakitnya dan secara pro-aktif berusaha bersama dengan dokter untuk memulihkan kesehatan dirinya.

Pada penderita schizophrenia, pemahaman penyakitnya dengan pendekatan stress-vulnerability model biasanya sangat cocok. Adanya faktor biologis mendorong mereka untuk mengikuti petunjuk dokter dalam minum obat dan memahami faktor resiko serta pencetus sehingga mereka berusaha menghindarinya.

Pada penderita schizophrenia sering ditemui faktor yang membuat rentan terkena schizophrenia, yaitu:

  • genetic vulnerability, faktor genetika/ keturunan berupa riwayat keluarga dengan gangguan jiwa
  • bilogic vulnerability, faktor biologis yang bisa berupa infeksi pada kehamilan, trauma pada waktu lahir, penyakit atau kekurangan gizi, dll.
  • life stress vulnerability, yaitu rasa kurang percaya diri, toleransi yang rendah terhadap rasa frustasi, umur remaja atau dewasa muda.

Beberapa penderita schizophrenia juga mempunyai life stress factor, yaitu riwayat hidup yang penuh tekanan, seperti:

  • pengalaman¬† hidup akhir akhir ini yang sengsara atau penuh duka cita
  • post traumatic stress disorder yang banyak diderita tentara Amerika sekembalinya dari perang di Afghanistan
  • mempergunakan obat terlarang seperti amphetamine, ecstasy
  • gangguan tidurpelecehan seksual, dll

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Leave a Reply