Bunuh diri (8): pertolongan dan dukungan

Hasil gambar untuk bunuh diriBila pada tingkat situasi sangat tinggi, maka orang tersebut tidak boleh ditinggalkan sendirian dengan alasan apapun. Semua alat yang bisa dipergunakan untuk bunuh diri (obat, senjata, tali, dll) harus disingkirkan.

Pada penderita depresi yang minum obat antidepressant, terlihat adanya kenaikan pada perasaan dan pemikiran untuk bunuh diri. Oleh karena itu, penderita depresi yang baru saja mulai minum obat  dan yang baru saja dinaikkan dosis antidepressant-nya harus selalu dimonitor. Resiko melakukan bunuh diri terjadi pada 2 bulan pertama setelah mulai minum obat anti-depressant.

Bila ada teman, saudara atau tetangga yang mempunyai keinginan untuk bunuh diri, maka pertolongan yang perlu diberikan adalah sikap yang bersimpati dan telinga yang mau mendengarkan. Orang yang berniat bunuh diri perlu tahu bahwa dia tidak ditinggal sendirian dalam menghadapi masalahnya dan bahwa anda sangat perhatian kepadanya. Meskipun demikian, tanggung jawab untuk kembali sehat tetap ada pada yang bersangkutan. Anda bisa memberikan dukungan, namun anda tidak akan bisa menggantikan dirinya untuk pulih kembali. Orang yang bersangkutan yang harus mempunyai komitmen untuk bangkit kembali.

Memerlukan keberanian tersendiri untuk menolong seseorang agar bersedia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri, terutama bila hal tersebut menimpa saudara atau teman dekat kita. Ikut terlibat dalam menolong saudara atau teman dekat agar tidak bunuh diri sering menimbulkan gejolak emosi dalam diri kita sendiri. Oleh karena itu, setelah hal tersebut berlalu, mungkin anda perlu “curhat” kepada orang yang anda percayai.

Bersambung

Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo 

Leave a Reply