Sisi psikososial penderita gangguan jiwa berat (4)

Lanjutan dari artikel sebelumnya

Aspek psikososial ketiga yang sangat berpengaruh terhadap proses pemulihan adalah penerimaan oleh keluarga, kerabat dan masyarakat.

Sebagian penderita gangguan jiwa ditinggal atau dibuang oleh keluarganya. Mereka terpaksa tinggal di pusat pemulihan karena keluarga tidak lagi mau menerimanya.

Ada banyak variasi dari penolakan oleh keluarga. Maskuri dan Tukiman bercerai dengan istri masing masing. Bila harus hidup sendirian, Maskuri dan Tukiman tidak kuat karena harus memikirkan uang, membersihkan rumah, makan, dan lain lain.

Kurnia ditolak oleh ibu tirinya, padahal bapaknya sebenarnya sangat sayang kepadanya. Sayangnya, ibu tirinya tidak mau menerimanya. Ibu kandungnya dan saudara dari ibunya juga tidak mau menerima Kurnia karena merasa malu punya anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa.

Berbagai persoalan tersebut bukanlah perkara ringan dan mudah diselesaikan. Bagi seseorang dengan sehat jiwa sekalipun, tidaka akan udah memecahkan berbagai permasalahan tersebut diatas.

Oleh karena itu, selain obat, penderita gangguan jiwa benar benar memerlukan dukungan psikosoial. Mereka memerlukan bantuan agar mereka bisa memecahkan masalah masalah yang melilit kehidupannya.

Penderita gangguan jiwa perlu dibantu agar jiwanya menjadi sehat dan kuat. Tahan menghadapi berbagai permasalahan yang datang.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Leave a Reply