Sisi psikososial penderita gangguan jiwa berat (3)

Lanjutan dari artikel sebelumnya

Aspek psikososial yang juga sangat penting adalah masalah tempat tinggal.

Gambar terkait orang, termasuk didalamnya adalah para penderita gangguan jiwa, juga memerlukan tempat tinggal. Saya kira kalimat tersebut jelas dan mudah dipahami. Namun dalam kenyataannya, tidak sedikit orang yang menolak bila ada saudaranya yang menderita gangguan jiwa untuk tinggal dirumahnya. Banyak sekali alasan yang dikemukakan yang pada intinya tidak mau bila ada kakak atau adiknya yang menderita gangguan jiwa ingin tinggal bersamanya. Mereka mengharapkan ada orang lain atau pemerintah yang mau menampung saudaranya tersebut.

Sebagian diantaranya masih mau mengeluarkan uang asal adik atau kakaknya tidak tinggal dirumahnya. Tidak sedikit yang tidak mau menyumbang uang meskipun hanya sedikit.

Terus dimana mereka harus tinggal?

Salah satu alternatifnya adalah dengan mendirikan perumahan yang disubsidi dan didukung oleh pusat pusat pemulihan.

Didalam perumahan tersebut, para penderita gangguan jiwa dapat tinggal, bekerja mencari nafkah dan mendapat dukungan psikososial yang diperlukannya.

Tirto Jiwo masih mempunyai tanah yang bisa dipakai untuk membangun perumahan bagi para penderita gangguan jiwa yang tidak punya saudara atau tempat untuk menumpang. Hanya, dana untuk membangun perumahan tersebut yang belum tersedia.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Leave a Reply