Penyebab gangguan jiwa (2)

otakKelanjutan dari artikel sebelumnya

Faktor biologis:

Segolongan ahli berpendapat bahwa gangguan jiwa adalah penyakit otak, atau disebabkan oleh adanya kelainan kimia, struktur ataupun fungsi otak. Hanya saja, belum ada pemeriksaan radiologi atau laboratorium yang bisa dipakai sebagai tanda bahwa seseorang telah menderita gangguan jiwa. Dengan kata lain, belum ada bukti kuat yang bisa menunjukkan bahwa gangguan jiwa adalah penyakit otak. Oleh karena itu, pendapat tersebut belum diterima atau diikuti.

Faktor biologis yang diperkirakan terkait dengan gangguan jiwa antara lain adalah faktor genetika atau keturunan. Seseorang yang salah satu atau kedua orang tuanya menderita gangguan jiwa, maka kemungkinannya terkena gangguan jiwa lebih besar dibandingkan masyarakat pada umumnya.Meskipun demikian, seseorang yang kedua orang tuanya menderita gangguan jiwa tidak otomatis akan menderita gangguan jiwa. Begitu pula, seseorang yang kembar, bila seorang diantaranya menderita gangguan jiwa, tidak pasti saudara kembarnya juga menderita gangguan jiwa.

Diduga kimia otak (neurotransmitter, zat kimia yang berperanan dalam menyampaikan pesan didalam sistem syaraf otak) berperanan sebagai penyebab gangguan jiwa. Beberapa neurotransmitter yang diduga penyebab gangguan jiwa adalah: dopamin, serotonin dan glutamate.

Beberapa obat anti psiskosis (gangguan jiwa) bekerja dengan mempengaruhi kadar dopamin, serotonin ataupun glutamate di dalam sistem syaraf otak. Meskipun demikian, bagaimana mekanisme kerja atau keterkaitan antara kimia otak dengan gejala gangguan jiwa hingga sekarang belum jelas. Sebagai contoh: pada penderita gangguan jiwa dengan gangguan keseimbangan serotonin, satu orang mempunyai gejala merasa dirinya nabi, namun orang lain dengan dengan gangguan keseimbangan serotonin yang sama ada yang merasa dirinya seorang raja, mau dibunuh agen rahasia negara asing, atau merasa sedang dikejar-kejar bintang film terknal yang mengajaknya menikah.

Pada penyakit fisik, misalnya malaria, kaitan antara penyebab dan gejala penyakit telah dapat dijelaskan secara gamblang dan logis. Penyebab malaria adalah plasmodium yang ditularkan lewat gigitan nyamuk dengan gejala demam, ditemukannya plasmodium didalam darah, dll.

Kelainan struktur dan fungsi otak juga diduga sebagai penyebab gangguan jiwa. Pada penderita gangguan jiwa sering ditemukan jumlah “grey matter”, bagian otak yang berwarna kelabu ternyata berjumlah lebih kecil (lebih sedikit) dibandingkan orang normal. Meskipun demikian, penemuan ini juga belum bisa dipakai sebagai bukti bahwa gangguan jiwa adalah penyakit biologis yang disebabkan oleh adanya kelainan di otak.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Leave a Reply