Penyebab kegagalan: perilaku ke-kanak kanakan atau tidak dewasa (6)

ott-suap-hakim-ptun-medan-ditahan-kpk_20150711_123644Tulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Jenis lain dari perilaku ke-kanak kanakan adalah somatisasi (somatization).

Somatisasi adalah mengubah dan mengkomunikasikan konflik psikologis menjadi penyakit tubuh dan mencari pengobatan atas penyakitnya.

Dengan menyalurkan masalah psikologis dan emosional kedalam penyakit tubuh membuat orang tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah utama sebagai penyebab dari munculnya gangguan psikologis, tetapi lebih kepada mengobati penyakit tubuhnya. Selama permasalahan utamanya tidak terpecahkan, maka penyakit tubuhnya akan muncul kembali.

Endah, sorang remaja putri menjadi lumpuh karena keluarga pacarnya tidak setuju anaknya pacaran dengan Endah. Dengan menjadi lumpuh, Endah “memaksa” calon mertua untuk setuju dan mau menerima dirinya menjadi menantu. Endah tidak mau mempelajari alasan kenapa calon mertuanya tidak setuju dan kemudian memperbaiki dirinya agar calon mertuanya berubah menjadi setuju.

Pak Subagio, seorang camat, tiba tiba  mengalami sakit perut karena kantornya sedang diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Dia tidak berani ketemu dengan petugas dari BPK karena sebenarnya dia menyadari kalau dirinya membuat kesalahan dalam penggunaan anggaran di kantornya. Dengan menderita sakit perut, maka dia “selamat” dari kecemasan ketika harus memberi penjelasan kepada petugas pemeriksa.

Meskipun sudah dipelajari sejak lama, namun hingga sekarang patofisiologi terjadinya somatisasi belum diketahui secara pasti.

Teori paling tua menjelaskan bahwa somatisasi terjadi karena tubuh sudah tidak kuat menanggung beban akibat adanya tekanan emosional dan psikologis yang kemudian disalurkan kedalam bentuk gangguan syaraf dan otak, fungsi reproduksi atau pencernaan. Gangguan psikologis sering tercermin pada sakit kepala, sakit perut dan gangguan pada sistem kekebalan tubuh (imunitas).

Teori yang lebih baru menyatakan bahwa somatisasi terjadi karena pada seseorang yang sedang mengalami stress, maka nilai ambang terhadap rasa sakit menjadi menurun. Artinya, ketika sedang stress, maka orang tersebut akan lebih gampang mendeteksi adanya sakit di kepala atau diperutnya.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Leave a Reply