Penyebab kegagalan: perilaku ke-kanak kanakan atau tidak dewasa (3)

304955_menteri-pan-rb-yuddy-chrisnandi-cium-tangan-puan-maharani_663_382Lanjutan artikel sebelumnya

Ketika menghadapi situasi yang menekan, menimbulkan stress, reaksi antara satu orang dengan orang lain sering berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan karena faktor pengalaman masa lalu yang berbeda, faktor lingkungan dan keluarga yang berbeda. Menghadapi situasi yang menekan, ada yang dapat bereaksi secara positif dan mengatasi stress dengan benar dan komplit, namun ada juga yang menghadapi tekanan tersebut dengan cara yang kekanak-kanakan.

Jenis lain dari perilaku kekanak-kanakan adalah melakukan idealisasi atau mengidolakan seseorang lain secara berlebihan. Idealisasi adalah beranggapan bahwa seseorang yang dikagumi mempunyai kemampuan yang jauh lebih hebat (atau hampir sempurna) dibandingkan dengan kenyataan yang ada.

Mengidolakan seseorang sering dilakukan oleh anak anak. Misalnya: mengidolakan penyanyi, bintang film, guru atau tokoh masyarakat. Mengidolakan seseorang pada anak anak adalah perilaku normal, namun orang dewasa yang mengidolakan seseorang secara berlebihan berarti orang tersebut masih bersifat kekanak-kanakan.

Contoh: Seseorang yang dinasihati oleh atasan terus menganggap atau menilai bahwa sang atasan adalah pemimpin yang cerdas, pintar dan tidak pernah karena bisa mendeteksi kesalahan kecil yang dilakukan dirinya. Dia menjadi sangat takut, hormat berlebihan ketika bertemu atasan. Sering memuji muji atasan.

Pada orang dewasa yang terlilit hutang dan sudah lama tidak mampu melunasinya, sering terjebak dengan mengidolakan motivator bisnis, konsultan bisnis atau bahkan dukun. Mereka mengikuti saran atau nasihat motivator, konsultan atau dukun bisnis dengan membabi buta.

Bisa juga, idealisasi pada orang dewasa dilakukan dengan mengidolakan kepala daerahnya, ustadz atau guru ngajinya, atau siapa saja yang dianggapnya hebat, tidak ada cacat celanya, dan mempunyai kemampuan diatas kemampuan senyatanya.

bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Leave a Reply