Jiwa yang rapuh (1)

_78820370_pochettino_paMengapa seseorang memilih menganggur dari pada bekerja seadanya? Apakah hanya karena mereka malas dan tidak mau bersusah payah, ataukah ada alasan yang lebih mendasar sifatnya?

Para penganggur biasanya mempunyai salah satu atau beberapa sifat yang sering ada pada seseorang dengan jiwa lemah, seperti: tidak tabah, tidak percaya diri, tidak tahan kritik, menjaga gengsi secara berlebihan dan tidak mau dipandang rendah. Sifat sifat tersebut membuat mereka tidak tahan bila harus bekerja seadanya, seperti: menjadi pedagang kaki lima, buruh, pembantu rumah tangga. Paksaan untuk bekerja seadanya akan dapat membuat mereka menjadi gila, marah marah, depresi, atau berperilaku tidak sehat lainnya.

Bila jiwa rapuh yang dimiliki para penganggur diganti dengan jiwa sehat dan tahan banting, tanpa disuruhpun mereka akan keluar rumah dan bekerja membanting tulang.

Jiwa yang lemah juga dipunyai oleh kebanyakan orang yang sudah bertahun-tahun terjebak hutang dan tidak mampu melunasinya. Hanya dengan terlebih dahulu mengubah jiwanya yang lemah menjadi sehat dan tahan banting, maka mereka baru akan mampu melunasi hutangnya.

Ustadz Yusuf Mansur mulai mampu melunasi hutangnya setelah berjualan es di terminal Kali Deres, rajin bersedekah, menghapal Al Quran, dan banyak melakukan amal kebajikan lainnya. Hal hal tersebut membuat jiwanya menjadi lebih sehat dan kuat sehingga mampu menemukan jalan yang semula tertutup.

Bersambung

artikel terkait: jiwa sehat vs jiwa rapuh

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Leave a Reply