Jiwa sehat vs jiwa rapuh

Berkunjung ke Tirto Jiwo

Berkunjung ke Tirto Jiwo

Untuk dapat hidup sukses dan bermanfaat bagi orang banyak, seorang individu tidak hanya perlu pintar dan mempunyai pengetahuan yang luas. Mereka juga perlu memiliki jiwa yang sehat, kuat dan tahan banting. Jiwa yang sehat dan kuat, tidak hanya membuat mereka mampu mengatasi berbagai rintangan dan cobaan, namun juga mampu membuat mereka segera bangkit bila ada hantaman badai kehidupan menerjang[1].

Bapak Houtman Zainal Arifin (1950-2012) mempunyai jiwa yang kuat dan tahan banting. Meskipun hanya berbekal ijazah SMA dan harus memulai hidup di Jakarta sebagai pedagang asongan, beliau dapat diterima bekerja dan merintis karir di Citibank, mulai dari tingkat Office Boy hingga mencapai jabatan puncaknya sebagai Vice President[2].

Jiwa yang sehat dan tahan banting juga dimiliki oleh Ibu Sumirah. Dengan hanya lulusan SMP, dia mampu membangun masjid dan mendirikan panti asuhan. Pada tahun 2008, penghasilan Bu Sumirah dari berbagai pekerjaan seperti buruh pabrik (bekerja pada hari Selasa, Rabu dan Kamis), tukang pijat, tukang sol sepatu, menjahit baju, dan tukang keriting rambut mencapai Rp 2 juta perhari[3]. Penghasilan tersebut berkali-kali lipat penghasilan seorang sarjana sekalipun.

Dilain pihak, jiwa yang rapuh dan tidak sehat merupakan salah satu penyebab utama dari berbagai permasalahan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti: masih menganggur meskipun sudah lebih dari 3 tahun menjadi sarjana, karir macet, penghasilan tidak cukup, gelisah karena sudah mendekati pensiun namun belum ada persiapan apa-apa, hidup terasa hampa, tidak mampu melunasi hutang yang sudah bertahun-tahun menjerat, dan tidak mampu berhenti dari kecanduan alkohol.

artikel terkait: jiwa yang rapuh

[1] U.S. Department of Health & Human Services, What Is Mental Health? At http://www.mentalhealth.gov/basics/what-is-mental-health/ accessed on 19 October 2015

[2]Pajokka Jokka, Kisah Sukses Houtman Zainal Arifin, Profilpedia diĀ  http://www.profilpedia.com/2015/07/kisah-sukses-houtman-zainal-arifin.html

[3] Kompas.com, News/Regional, Pemijat Itu Bisa Bangun Masjid dan Kampungnya, posted pada Jumat, 19 September 2008 di http://regional.kompas.com/read/2008/09/19/08462836/pemijat.itu.bisa.bangun.masjid.dan.kampungnya

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Leave a Reply