Gaya berpikir emosional reasoning

Gaya berpikir emotional reasoning adalah gaya berpikir dimana seseorang menilai diri sendiri, orang lain, atau menilai situasi berdasarkan perasaan orang tersebut. Perasaan yang bersangkutan menjadi alasan dalam menilai sesuatu, seseorang atau menilai situasi.

Satu satunya alasan bahwa suatu yang jelek akan terjadi karena orang tersebut merasa bahwa suatu yang jelek akan terjadi.  Ibu Ina merasa bahwa cemas, maka dia yakin bahwa sesuatu yang berbahaya akan terjadi hari itu.

Pak Iwan sering merasa sedih ketika bekerja di kantor, kemudian dia berkesimpulan bahwa kantornya bukan tempat kerja yang bagus.  Pak Agus merasa gembira ketika mewancarai seorang calon sekretaris di kantornya. Dia mengusulkan agar calon tersebut diterima bekerja karena menurut Pak Agus, calon tersebut merupakan seorang sekretaris yang bagus, rajin dan pandai.

Gaya berpikir ini bersifat tidak membantu karena kesimpulan yang muncul hanya didasarkan pada perasaan, bukan pada bukti nyata.

Artikel terkait: gaya berpikir generalisasi berlebihan, gaya berpikir hitam putih, gaya berpikir memberi cap atau label, gaya berpikir harus atau musti, gaya berpikir mental filter

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Leave a Reply