Gaya berpikir personalisasi

Konsep awalnya, personalisasi adalah gaya berpikir dimana seseorang menyalahkan diri sendiri atas suatu kegagalan atau kejadian yang tidak menyenangkan, meskipun orang tersebut tidak sepenuhnya bertanggung jawab. Misalnya ketika seseorang membakar roti dan terlalu gosong, maka orang tersebut menyalahkan dirinya sendiri, walau mungkin hal tersebut terjadi karena toaster (mesin pembakar roti) yang rusak. Personalisasi banyak dijumpai pada penderita dengan kecenderungan mengalami depresi

Konsep personalisasi juga mulai dikembangkan dengan menerapkan pada seseorang yang cenderung menyalahkan seseorang (diri sendiri atau orang lain), bukan pada alat atau mesin sebagai penyebab kegagalan atau kejadian yang tidak diinginkan.

Pak Umar, Kepala Divisi Pemasaran Wilayah Jawa Bali,  merasa bersalah ketika tiba tiba lampu mati pada waktu Direktur Pemasaran memberikan pengarahan kepada tenaga pemasaran di kantornya. Meskipun kantor tersebut tidak menyediakan generator cadangan, tetap saja Pak Umar merasa bersalah. Model atau gaya berpikir personalisasi membuat Pak Umar tidak dapat mengambil pelajaran secara benar dari kejadian tersebut dan mengambil langkah langkah yang diperlukan sehingga kejadian yang sama tidak perlu terulang lagi dimasa depan

Artikel terkait: gaya berpikir generalisasi berlebihan, gaya berpikir hitam putih, gaya berpikir memberi cap atau label, gaya berpikir harus atau musti, gaya berpikir mental filter

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Leave a Reply