Gaya berpikir loncat ke kesimpulan

unhelpful_thinking_stylesGaya berpikir loncat ke kesimpulan berarti gaya berpikir dimana seseorang sudah mengambil kesimpulan tanpa benar benar mengetahui bukti yang mendukung kesimpulan tersebut. Meskipun kita sering sudah mempunyai dugaan atau perkiraan, namun hal tersebut belum tentu benar. Bila hal ini sering dilakukan, maka akan menyebabkan seseorang sering membuat kesimpulan yang keliru yang menyebabkan timbulnya situasi yang tidak menyenagkan.

Ada dua jenis gaya berpikir loncat ke kesimpulan, yaitu: membaca pikiran orang (mind Reading) dan “meramal” atau predictive thinking.

Dalam mind reading, kesimpulan diambil karena yang bersangkutan merasa dapat membaca apa yang dipikirkan oleh orang lain atau dapat membaca dasar pemikiran (motivasi) dibelakang perilaku seseorang. Gaya berpikir “membaca pikiran” ini sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, ketika kita sedang berbicara dengan seseorang, kemudian orang tersebut melihat jam tangannya, kemudian dalam pikiran kita muncul keyakinan: “Pembicaraan saya pasti membosankan” atau “pasti dia tidak ingin mengobrol denganku” Bila kita mengambil kesimpulan seperti itu, tanpa mempertimbangkan bukti nyata lainnya, maka kita telah “meloncat ke kesimpulan”. Padahal dalam kenyataannya, mungkin orang tersebut sedang menunggu telpon atau sms dari seseorang lain. Contoh lainnya, bila atasan memanggil kita, kemudian segera muncul dalam pikiran kita:”Boss pasti akan memarahi saya karena saya kurang rajin dalam bekerja”. Bila gaya berpikir tersebut sering diterapkan, akan membuat orang tersebut menjadi tidak bahagia atau cemas.

Pada orang dengan sikap “kebesaran” atau grandiose, perilaku orang disimpulkan dengan cara berbeda. Misalnya, ketika orang dengan sikap kebesaran mengajak mengobrol dan orang tersebut melihat jam tangan, maka kesimpulannya adalah: “Pembicaraan saya menarik perhatiannya, dia pasti akan membatalkan perjanjian dengan orang lain

Kadang loncat ke kesimpulan juga diterapkan untuk diri sendiri. Seperti misalnya: kelihatannya saya tidak cukup bagus”, “saya selalu membuat kesalahan”, “saya pikir saya ini membosankan

Bentuk lain dari loncat ke kesimpulan adalah predicitive thinking (ramalan). Orang sering memikirkan hal hal buruk atau memalukan akan menimpa. Ketika diminta untuk memberikan presentasi, tmbul pikiran “pasti presentasi saya nanti tidak bagus

Loncat ke kesimpulan juga kadang diterapkan ketika seseorang membaca informasi atau berita. Hanya dengan membaca judul berita atau membaca perihal suatu surat, dia sudah langsung menyimpulkan isi berita atau isi surat tersebut. Kebiasaan tersebut menyebabkan seorang karyawan akan sering ditegur oleh atasannya sehingga karirnya mulai dilampaui oleh teman temannya.

Artikel terkait:  gaya berpikir generalisasi berlebihan, gaya berpikir hitam putih, gaya berpikir memberi cap atau label, gaya berpikir harus atau musti, gaya berpikir mental filter

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Leave a Reply