Gaya berpikir harus atau musti

unhelpful_thinking_stylesGaya berpikir harus atau musti adalah gaya berpikir dimana banyak kewajiban, keharusan atau larangan yang harus diikuti, termasuk untuk hal hal yang kecil atau tidak penting.

Dalam kehidupan sehari hari kita sering mendengar kata kata “Aku harus” atau “kamu musti”, atau “itu harus”, “ itu tidak boleh, jangan”. Kata kata itu baik dan boleh boleh saja. Hanya menjadi “tidak membantu” atau bahkan merugikan bila kata kata itu diterapkan untuk memenuhi permintaan atau larangan yang tidak penting atau tidak prinsip.

Dalam kehidupan sehari-hari kadang terdengar kata kata: “saya tidak boleh membuat kesalahan”, atau “saya harus selalu menyenangkan istri”, “saya tidak boleh memarahi anak”.

Kalimat tersebut sering menyebabkan seseorang menjadi merasa bersalah karena ketentuan atau pernyataan tersebut sangat sulit dipenuhi.

Kadang kita juga memakai kata kata atau kalimat sejenis itu ketika membicarakan orang lain. Misalnya: “seharusnya semua orang salih mengasihi”, “seharusnya semua orang tahu tentang hal itu”, “ orang seharusnya tidak boleh marah kepada orang lain”. Bila kata kata atau kalimat tersebut sering diucapkan, maka akan mudah membuat seseorang menjadi frustasi atau tidak puas dengan keadaan.

Pak Bambang punya prinsip bahwa pemimpin yang baik harus dapat memotivasi anak buahnya, bukan memarahi. Dengan prinsip tersebut, dia berhasil membuat sebuah kantor cabang meningkat penjualannya. Pak Bambang kemudian dipromosi ke kantor cabang yang lebih besar. Di kantor cabang yang lebih besar, ternyata karakter anak buahnya sangat berbeda. Mereka tidak cukup hanya dengan diberi motivasi, mereka juga perlu dimarahi. Akibatnya, Pak Bambang menjadi frustasi

Artikel terkait:  Gaya berpikir mental filtering, Gaya berpikir hitam putih, Gaya berpikir generalisasi berlebihan, Gaya berpikir memberi label atau cap

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Leave a Reply