Gaya berpikir generalisasi berlebihan

unhelpful_thinking_stylesBila seseorang merasakan suatu emosi yang tidak menyenangkan (misalnya: sedih atau marah), hal tersebut biasanya didahului oleh munculnya pikiran dan pernyataan diri yang tidak membantu (unhelpful self-thought). Sering, pikiran pikiran yang tidak membantu tersebut mempunyai pola tertentu. Pola tertentu tersebut dikenal sebagai gaya berpikir yang tidak membantu (unhelpful thinking style).

Gaya berpikir yang tidak membantu tersebut biasanya muncul secara otomatis sebagai suatu kebiasaan. Hal tersebut terjadi tanpa disadari oleh yang bersangkutan. Bila seseorang secara terus menerus dan sering menerapkan suatu gaya berpikir yang tidak membantu, maka orang tersebut sering kurang berhasil dalam hidupnya, atau bahkan mengalami gangguan emosional.

Pada tahun 1960an Prof Aaron Beck telah mengidentifikasi adanya 10 gaya berpikir tidak membantu yang sering ditemuinya pada pasien yang menderita depresi. Kesepuluh gaya berpikir tersebut kemudian diteliti dan diuraikan lebih lanjut oleh Dr David D. Burn. Salah satu gaya berpikir yang tidak membantu adalah berpikir overgeneralization, yaitu membuat generalisasi berlebihan.

Elemen kunci dari gaya berpikir ini adalah mengambil suatu contoh kejadian di masa lalu atau masa sekarang dan memberlakukan hal tersebut untuk semua keadaan di saat sekarang maupun yang akan datang.

Bila seseorang mengatakan “ kamu selalu….”, atau “ semua orang …….”, atau “ Saya tidak pernah……”, “saya selalu mengalami nasib sial…”, itu menandakan bahwa kemungkinan besar orang tersebut sedang menerapkan overgeneralization. Ketika mengatakan hal tersebut, mereka hanya menyandarkan ucapannya pada satu atau beberapa kejadian saja.

Gaya berpikir overgeneralization, membuat kesimpulan luas dan umum hanya berdasar beberapa fakta atau kejadian, membuat seseorang merasa mendapat beban yang berlebihan yang berada diluar kendalinya atau tidak mampu ditanggungnya. Perasaan tidak berdaya sering muncul akibat pikiran yang muncul dari gaya berpikir overgeneralization.

Dalam kaitannya dengan hubungan antar manusia, gaya berpikir overgeneralization juga sering diterapkan. Bila seseorang berkata “kamu tidak pernah bersikap ramah kepadaku”, atau “setiap aku pulang kerumah, keadaan ruang tamu selalu berantakan”, atau “saya selalu membuang sampah pada tempatnya”, itu merupakan tanda bahwa yang bersangkutan menerapkan gaya berpikir overgeneralization. Kata kata yang sering dipakai untuk menunjukkan overgeneralization antara lain: selalu, tidak pernah, semua orang, semuanya, setiap kali.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo 

Leave a Reply