Memperkuat ketahanan jiwa-6

Team-building-activities-kidsTulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Kondisi kejiwaan seseorang terbentuk sejak masa kanak-kanak secara pelan pelan. Oleh karena itu, untuk memperkuat ketahanan jiwa anak agar menjadi kuat dan tahan banting juga memerlukan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Proses memperkuat ketahanan jiwa perlu waktu panjang dan memakan banyak energy, kesungguhan dan komitment.

Proses memperkuat ketahanan jiwa akan sulit dilakukan oleh psikolog atau psikiater dari tempat praktek, karena akan memerlukan banyak biaya.Selain, proses penguatan ketahanan jiwa tidak dapat hanya dengan terapi bicara/ psikoterapi. Penguatan ketahanan jiwa memerlukan latihan dalam dunia nyata di lapangan.

Guru yang didukung oleh orang tua merupakan sosok yang ideal dalam proses penguatan jiwa seorang anak agar menjadi sehat dan tahan banting. Untuk itu, guru perlu dibekali ilmu dan diberi motivasi agar bersedia mengorbankan waktu dan tenaga bagi tumbuhnya jiwa anak yang sehat.

Guru yang telah dilatih akan dapat mengenali anak anak yang memerlukan penguatan ketahanan jiwa, yaitu anak anak yang rentan maupun anak yang marah (lihat artikel sebelumnya).

Pada prinsipnya, anak anak tersebut perlu diberi pelatihan agar menjadi anak yang:

  • Bersyukur. Anak anak yang marah maupun merasa diabaikan/ dibuang, adalah anak yang tidak merasa puas dengan kondisinya. Anak anak tersebut perlu dilatih agar dapat menghayati dan menerapkan rasa syukur (gratitude). Dengan mempertebal rasa syukur, maka sedikit demi sedikit rasa marah maupun rasa tidak terpenuhi kebutuhannya akan dapat berkurang. Dengan bersyukur, maka anak akan merasa bahagia, puas dengan keadaan dirinya sekarang. Anak akan memandang dirinya secara positif.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Leave a Reply