Memperkuat ketahanan jiwa-2

Vulnerable-childTulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya

Salah satu alternative dalam mencegah gangguan jiwa adalah dengan mendeteksi anak anak dengan jiwa yang rapuh dan kemudian memperkuat ketahanan jiwa anak tersebut.

Anak dengan jiwa yang rapuh adalah anak yang rentan terhadap stress, tidak tahan menghadapi stress dan bila terkena stress akan cenderung mengalami gangguan jiwa atau mempunyai kecenderungan untuk menderita gangguan kepribadian.

Beberapa ciri anak dengan kepribadian yang rapuh adalah:

  • anak yang merasa dirinya (akan) dibuang, ditinggalkan, atau diasingkan oleh keluarganya.
  • Anak yang selalu curiga bahwa orang lain akan menyakiti dirinya, memanipulasi, melecehkan, menipu, atau mengambil keuntungan darinya.
  • Anak yang merasa dirinya kurang diperhatikan (emotional deprivation). Tidak ada yang memberikan perhatian, dukungan, asuhan atau perlindungan secara mencukupi.
  • Anak yang tidak percaya diri/ malu. mempunyai cacat, kelemahan, tidak diinginkan, tidak ada yang menyukai, sehingga sangat sensitive terhadap kritik, takut disalahkan.
  • Anak yang menyendiri atau mengurung diri Merasa dirinya bukan bagian dari masyarakat atau kelompoknya.
  • Anak yang mempunyai ketergantungan, tidak mampu (tidak kompeten), yaitu yang merasa dirinya tidak mampu mengelola kehidupan sehari-hari, memerlukan bantuan atau dukungan orang lain.
  • Anak yang merasa ketakutan yang berlebihan akan datangnya penyakit fisik, penyakit kejiwaan maupun akan terjadinya kecelakaan.
  • Anak dengan diri yang tidak tumbuh. kepribadiannya tidak tumbuh dewasa karena campur tangan orang lain yang berlebihan. Seringorang tersebut merasa dirinya kosong, tidak punya tujuan hidup.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Leave a Reply