Cara mengatasi perasaan tidak berdaya (learned helplessness)-3

Ibu Sumirah

Ibu Sumirah

Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya.

Pada saat ini, dengan telah mengguritanya system kapitalisme , maka sebagian besar pekerja akan sangat sulit untuk dapat hidup berkecukupan. Bagi kebanyakan pekerja, termasuk pegawai negeri sipil, gaji mereka hanya cukup untuk hidup pas-pasan. Cari tambahan penghasilan yang halal juga tidak gampang.Sebagian besar waktu, tenaga dan pikiran sudah tersedot oleh pekerjaan yang ditekuninya sekarang. Tidak cukup tabungan tersedia untuk memulai usaha sampingan.

Bagaimana caranya menembus batas dan perangkap yang menjerat?

Kita perlu belajar dari orang orang yang telah terbukti mampu mengatasi semua rintangan tersebut. Ada beberapa teladan yang akan saya ulas sebagai pelajaran.

  1. Ibu Sumirah, seorang ibu tamatan SMP yang bekerja sebagai tukang pijat, tukang sol sepatu, buruh pabrik. Beliau mampu mempunyai penghasilan (tahun 2008) sebesar Rp 2 juta perhari. Dia terapkan nasihat ayahnya.  ‘Kalau kamu punya rezeki, 50 persen untuk kamu dan 50 persen lagi untuk mushala. Pasti rezeki itu akan barokah’,”
    Pesan almarhum ayahnya terus diingat Sumirah. Setiap rupiah yang dihasilkan selalu disisihkan untuk mushala. Ketika SD dan tinggal di Pacitan, orderan memijat datang hingga Madiun, bahkan Semarang. Saat SMP Sumirah dan kakaknya hijrah ke Jakarta. Di kota megapolitan ini Sumirah tidak tertarik mencicipi pekerjaan lain. Kebetulan, kemampuan memijatnya tersohor hingga ke Jawa Barat. Pada 1986 Sumirah dan suami mencari peruntungan di Surabaya. Di kota ini selain tetap memijat, ia bekerja di pabrik PT Horison Sintex (sekarang Lotus). Ia hanya masuk pabrik hari Selasa, Rabu, dan Kamis.Dia menyisihkan 50% penghasilannya untuk membangun mushola, memperbaiki jalan dikampungnya, dan membuat serta mengelola panti asuhan. Silahkan kunjungi Ibu Sumirah di Panti Asuhan Amanah sekaligus rumahnya di Jalan Pandugo Gg II Nomor 30 B, Rungkut.

Bersambung

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Leave a Reply