10 Jalan menuju jiwa tahan banting (2)

cropped-421204_371865962824366_100000028958808_1524997_1546429639_nTulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Beberapa jalan menuju jiwa tahan banting:

  • Tetapkan tujuan (cita cita) dan melangkah maju. Tetapkanlah tujuan (goal) atau cita cita yang realistis dan lakukan langkah langkah (sekecil apapun) yang mengarah kearah tercapainya cita cita. Bila kita terkena ganggian jiwa, dan ingin meneruskan kuliah, maka kita dapat mulai dengan latihan konsentrasi (belajar memahami suatu bab dari buku pelajaran), belajar bergaul, dan belajar mengatur waktu.
  • Hadapi masalah dan ambil keputusan.. Latihlah diri kita masing masing agar berani menghadapi masalah. Sebagai contoh, bila kita merasa sedih dan tidak ada tenaga, maka segera mandi dengan air hangat dan pergi keluar rumah (mengobrol dengan teman, jalan jalan ke taman). Bila kita takut menghadapi guru karena tidak dapat mengerjakan PR, maka segera bangkit cari teman yang mau membantu mengerjakan PR dan besoknya temui guru.
  • Lihat peluang sebagai alat untuk memahami diri sendiri. Ketika kita menghadapi masalah yang cukup besar, maka sifat kita yang paling dasar akan muncul. Oleh karena itu, bila kita menghadapi masalah, pakailah kesempatan tersebut untuk lebih memahami diri sendiri. Bila kita kesulitan mencari pekerjaan, maka hal tersebut dapat dipakai sebagai cermin bagi diri kita dan memperbaiki diri sendiri. Mungkin kita belum dapat pekerjaan karena nilai kita jelek (dulu malas belajar), karena kita tidak dapat bergaul (maka berlatihlah untuk bergaul), karena kurang beriman, dll.
  • Pupuk rasa percaya diri, kurangi kritik negatif terhadap diri. Terlalu sering menyalahkan diri sendiri akan membuat kita kurang percaya diri. Pelan pelan tumbuhkan rasa percaya diri, misalnya dengan membuat daftar hal hal positif yang pernah kita capai (ulangan matematika dapat nilai 8, dapat membuat pekerjaan tangan, juara menggambar,d ll).
  • Pandang segala sesuatunya dalam perspektif. Jangan terlalu ribut dengan hal hal kecil, tetapi lihat segala sesuatunya dalam perspektif. Begitu juga ketika menghadapi suatu masalah, atau mengalami kesedihan atau ketakutan, letakkanlah dalam perspektif. Biasanya kesedihan akan berkurang dengan berjalannya waktu. Bila kita sedih karena motor hilang, lihatlah bahwa tanpa sepeda motor hidup masih dapat berjalan secara normal.
  • Optimis, lihat sisi positif dari suatu masalah. Peliharalah sifat optimistik. Segala sesuatu masalah selalu ada jalan keluarnya. Hanya kita perlu sabar dan berusaha, serta berdoa. Dengan pandangan yang optimistik, kita akan dapat melihat jalan keluar dari setiap masalah. Kita juga akan dapat mengambil pelajaran dari masalah masalah tersebut.

Semoga bermanfaat.

Salurkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirto Jiwo

Leave a Reply