7 cara mengubah pemikiran negatif

Pada artikel sebelumnya telah dibahas beberapa model pemikiran yang  terdistorsi (seperti: all or nothing, jump to conclusion) sehingga menghasilkan pola pikir negatif yang sering menyebabkan gangguan perasaan dan kecemasan. Dalam artikel ini akan dibahas teknik untuk mengatasi hal tersebut.

Pemikiran negatif (sebagai akibat dari pola pikir yang salah seperti disebutkan diatas) sering menghasilkan kecemasan dan perasaan tidak aman. Seringkali kita tidak sadar bahwa kita telah terperangkap dalam pola pikir yang salah tersebut. Untuk itu, cognitive behavioral therapy (CBT) bisa membantu.

CBT mengajarkan kepada anda tentang cara untuk mengenal suatu keadaan sebagaimana keadaan yang sesungguhnya dengan mengubah cara anda berpikir sehingga anda bisa melihat sesuatu secara lebih seimbang dan terhindar dari dampak negatif dari pemikiran negatif.

Ingat bahwa masalah gangguan emosi atau kejiwaan timbul karena persepsi kita terhadap sesuatu kejadian. Dr Burns, seorang profesor psychiatri dari Medical Center, Universitas Pennsylvania menerangkan tentang emosi ABC.

A merupakan singkatan dari actual events (kejadian sesungguhnya)

B merupakan singkatan dari belief (kepercayaan), yaitu apa yang anda percayai dari kejadian tersebut.

C merupakan singkatan dari consequence (konsekuensi) yang anda alami sebagai akibat dari apa yang anda percayai.

Cognitive therapy mencoba mengubah “B”, yaitu apa yang anda percayai dari kejadian tersebut agar anda tidak perlu mengalami “C” yaitu konsekuensi negatif dari B yang anda punyai. Bila anda bisa menghindari munculnya B negatif (kepercayaan negatif) dari suatu kejadian yang sebenarnya (actual event), maka berarti anda sudah berhasil mencegah timbulnya konsekuensi negatif (marah, sedih, frustasi, dll)

Berikut ini teknik atau cara melakukannya:

  1. Periksa apa yang sebenarnya terjadi (evident). Letakkan suatu kejadian dalam konteksnya atau gambaran besarnya. Bila anda sedih karena suami bilang bahwa anda pemalas karena ketika tadi malam anda pulang malam dan tidak punya lagi kekuatan untuk membersihkan dapur.  Maka ingat ingat bahwa pada hari hari biasa, ketika tidak terlalu capai, anda biasanya membersihkan dapur. Tentu saja, bila saat itu sangat capai, bisa dimaklumi bila anda tidur tanpa membersihkan dapur terlebih dahulu. Dengan kata lain, anda tidak perlu menyalahkan diri anda sendiri sebagai pemalas.
  2. Bicara kepada diri sendiri seperti bila anda bicara kepada teman. Misalnya ada seorang teman yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga teman tersebut merasa sebagai orang yang tidak berguna lagi, gagal dan tidak dihargai. Apa yang anda katakan kepadanya? Mungkin anda akan berkata seperti ini:” Anda bukan seorang yang gagal dan tidak berguna. Banyak orang terkena PHK, dan PHK sering tidak berkaitan dengan kinerjamu. Kamu punya kemampuan dan kreatif. Kamu dulu pernah jatuh dan bangkit lagi. Saya percaya kamu akan bisa mengatasi hal ini.” Bila anda mengalami hal yang sama, katakan hal yang sama kepada diri anda sendiri.
  3. Temukan kesuksesan atau keberhasilan kecil. Dari pada menilai perkawinan anda sebagai gagal total, coba lihat pada keberhasilan atau kesuksesan kecil, seperti bahwa selama ini anda bisa saling mendukung sehingga anda bisa mengambil S2 dan jabatan juga naik terus. Kita selalu bia mengubah pikiran negatif menjadi pikiran positif dalam segala situasi.
  4. Buat rumusan pengertian atau definisi dari suatu istilah. Bila anda gagal ketika ikut tes mengemudi (cari SIM-surat ijin mengemudi) kemudain anda berpikir bahwa anda adalah manusia tidak berguna, maka coba lihat pengertian “manusia tidak berguna”. Manusia tidak berguna adalah manusia yang tidak bisa menghasilkan apa apa. Nah, tentu saja anda tidak termasuk dalam kategori “manusia tidak berguna”.
  5. Lakukan survey kecil-kecilan.Bila ibu anda ingin berkunjung dan menginap dirumah anda, padahal saat itu anda sangat sibuk dengan pekerjaan kantor dan anak anak juga sibuk dengan tes di sekolah. Anda sebenarnya agak keberatan dengan kunjungan ibu anda disaat kondisi seperti itu, namun anda juga ingin menjadi anak yang berbakti. Bila anda bingung, coba tanya kepada teman teman atau saudara dekat bagaimana sebaiknya mengatasi hal tersebut.
  6. Buat perbandingan. Misalnya bila anda merasa sedih karena anda merasa jadi ibu yang pemalas (karena anda tidak suka masak, makanan sering beli makanan jadi), maka bandingkan dengan bidang yang lain. Ternyata anda senang membersihkan rumah, merawat taman, membantu anak anak mengerjakan pekerjaan rumah. Dengan demikian anda bisa menghilangkan pikiran negatif bahwa anda adalah seorang istri pemalas karena tidak suka memasak.
  7. Pecahkan masalah. Bila anda marah marah setelah pulang kantor karena melihat rumah kotor dan berantakan. Maka dari pada marah marah tidak karuan, coba pecahkan masalahnya. Ternyata istri anda hari itu harus memasak untuk kegiatan sosial sehingga tidak sempat membersihkan rumah. Maka pemecahannya bisa dengan, misalnya: mencari pembantu kerja paruh waktu, atau beli makanan jadi untuk kegiatan sosial (tidak harus istri masak sendiri), dll. Intinya dari pada marah dan punya pikiran negatif, lakukan saja pemecahan masalahnya.
Seperti juga kebiasaan baik (berolah raga, makan sehat, dll) maka agar bisa menghilangkan pikiran negatif, kita perlu berlatih melakukannya secara teratur. hasilnya akan menggembirakan.

referensi: http://www.diy-stress-relief.com/change-negative-thoughts.html

Leave a Reply