Schema Therapy (2)

Schema therapy dikembangkan pertama kali oleh Dr Jeffery Young.

Skema (schema) adalah pola pikir atau kepercayaan yang menetap, sukar diubah, yang terbentuk sejak kecil dan dimasa remaja. Skema adalah pandangan seseorang terhadap diri dan lingkungannya. Seseorang yang merasa dirinya bodoh atau gagal, biasanya pandangan tersebut menetap meskipun yang bersangkutan sudah dewasa. Skema biasanya tidak hilang dengan sendirinya, skema perlu diubah melalui suatu therapy.

Skema biasanya terbentuk karena adanya kebutuhan dimasa kanak kanak yang tidak terpenuhi. Dalam proses selanjutnya, skema tersebut menyebabkan kebutuhan tersebut tidak terpenuhi ketika beranjak dewasa. Sebagai ilustrasi, seorang anak merasa kebutuhan akan dukungan dan perlindungan dari orang tuanya tidak terpenuhi. Timbulah skema sebagai anak yang tidak diinginkan. Skema tersebut membuat si anak mempunyai perilaku gampang marah, minta perhatian berlebihan, dll. Perilaku tersebut menyebabkan si anak kurang disayang orang tuanya sehingga skema sebagai anak yang tidak diinginkan semakin kuat atau bertahan hingga dewasa,

Perilaku seseorang terhadap skema yang dipunyainya dapat berupa: (a) surrender (menyerah). Misalnya seseorang dengan skema anak yang dibuang, maka setelah dewasa dia tidak mau membuat komitment jangka panjang karena dia yakin bahwa suatu saat akan ditinggalkan, (b) avoidance (menghindar). Contohnya,seseorang dengan skema anak yang terbuang tidak akan mau membicarakan atau berperilaku kearah perkawinan (komitmen jangka panjang), (c) overcompensation (kompensasi berlebihan). Seseorang dengan skema rendah diri akan berperilaku menghina atau mengejek kelemahan orang lain untuk menutupi kelemahan diri sendiri.

Sebuah alat (tool) telah dikembangkan untuk merubah pola pikir (kognisi) yang tidak sehat tersebut. Dengan mengisi pertanyaan diatas dan mengembangkan alternative pola pikir yang lebih sehat, sedikit demi sedikit maka skema negative tersebut akan dapat berkurang atau dihilangkan.