Jessie Close: pulih dari gangguan jiwa bipolar

Jessie Close, seperti juga pada banyak penderita bipolar, dia tidak tahu kalau dirinya menderita bipolar hingga ketika berusia 40an tahun. Menurut Glen Close, saudaranya, memang ada yang tidak beres pada diri Jessie. Mereka menganggap bahwa hal tersebut merupakan kepribadian dari Jessie. Jessie hidup tidak teratur, keluar dari sekolah, puyna banyak pacar, ganti ganti mobil, tidak bisa tenang.

Dalam keluarga Jessie memang ada riwayat kecanduan minuman keras dan depresi. Pada usia sangat muda, Jessie pernah mencoba bunuh diri. Pada waktu itu, keluarganya belum punya pengetahuan tentang gangguan jiwa dan cara mengatasinya.

Pada suatu musim panas, Jessie mengalami depresi berat. Keluarganya sedang berkumpul saat itu. Akhirnya Jessie berkata: “Aku perlu pertolongan”.

Kejadian itu merupakan titik bali dalam kehidupan Jessie Close. Sejak berobat ke pskiater dan mendapat pengobatan, dia mulai dapat mengendalikan diri dan perasaannya. Dulunya Jessie merupakan orang yang gampang bingung, sering curiga (paranoid), kini dia sudah mampu menyelesaikan novel karangannya yang kedua.

Beberapa saran dari Jessie Close tentang keberhasilannya mengatasi penyakit bipolar yang dideritanya:

  1. Minum obat secara teratur
  2. Konsultasi dengan psikiater
  3. Ketemu dokter keluarga secara teratur
  4. Mengenali tanda tanda awal kekambuhan
  5. Meminta dukungan dari teman dan keluarga

Sumber bacaan : http://www.choicesinrecovery.com/about/recovery-spotlight/jessie-close