Kelly Risbey: berhasil berjuang mengatasi depresi dan gangguan kecemasan.

Kelly Risbey sukses dalam berjuang mengatasi depresi dan gangguan kecemasan yang datang dan pergi selama sekitar 20 tahun (silahkan kunjungi websitenya di http://mentalhealthwarrior.com/about-me/my-story/ )

Kelly berusaha keras tetap bersekolah dan mendapat nilai yang bagus, ditengah perjuangannya melawan depresi dan serangan panic yang sering muncul ketika sedang mengikuti pelajaran. Dengan dukungan keluarga dan teman teman, serta dengan semangat juangnya yang tinggi, akhirnya dia dapat menyelesaikan S1-nya.

Gangguan depresi dan serangan panik juga muncul ketika Kelly mulai bekerja. Di kantornya dia harus duduk diruangan sempit, sepi, dan dengan jadwal kerja yang ketat, serta kurangnya kontak personal. Semangat juangnya muncul kembali sehingga akhirnya dia dapat juga mengatasi depresi dan gangguan kecemasan ditempat kerjanya.

Kelly kemudian melanjutkan kuliahnya. Dia kuliah selama 10 tahun untuk menyelesaikan S2 dan S3-nya ditengah serangan depresi dan kecemasan. Selain itu, dia juga menderita sakit kronis di leher dan punggungnya. Dia merasa sangat menderita, jauh lebih menderita dibandingkan dengan orang orang lain. Namun, dengan semangat juangnya, dia mampu mengatasi hal tersebut.

Serangan paling parah terjadi di tahun 2009, ketika dia harus pindah ke kota lain untuk bekerja. Ditempat baru dia kehilangan teman teman dan sahabat yangb mendukung, serta pelayanan sakit pinggang dan leher kronisnya. Hal tersebut menyebabkan kondisi kejiwaannya memburuk.

Kelly mengalami halusinasi suara dan visual, mimpi buruk, agoraphobia, depresi dan gangguan kecemasan. Dia harus minum obat, tidur 23-24 jam per hari. Dia mengalami hal tersebut selama 9 bulan.

Akhirnya, Kelly dapat bangkit dan pulih dari gangguan jiwanya. Daya juangnya bangkit kembali. Perlahan-lahan, dia berhasil mengatasi gangguan jiwanya.

Kelly merasa banyak orang mendukung dan ingin membantunya, termasuk suaminya. Namun, karena mereka belum pernah mengalami depresi atau mengalami kecemasan, maka bantuan tersebut sering tidak tepat.

Ketika sedang gelisah dan depresi tersebut, Kelly memerlukan bantuan orang lain yang pernah mengalami gangguan jiwa yang sama dengan yang dideritanya yang kini sudah pulih. Oleh karena itu, ketika sudah pulih dari depresi dan serangan panik, dia mendirikan lembaga swadaya masyarakat Mental Helath Warriors. Dia ingin membantu mereka yang terkena gangguan jiwa untuk dapat pulih seperti dirinya.

Dalam membantu penderita gangguan jiwa, Tirto jiwo memakai pendekatan yang dianjurkan oleh para bekas penderita gangguan jiwa yang kini telah pulih.