Hidup baru

Ketika jiwanya sedang sakit, beberapa penderita gangguan jiwa mungkin telah menyakiti orang orang dekatnya, seperti: orang tua, suami/ istri, saudara. Hal tersebut menyebabkan keluarga atau saudara saudara dekatnya, tidak mau lagi menerima penderita gangguan jiwa tersebut. Dengan kata lain, mereka telah membuangnya dari keluarga.

Persoalan timbul ketika penderita gangguan jiwa tersebut kemudian pulih kembali. Penderita gangguan jiwa yang telah pulih biasanya ingin kembali kepada keluarganya. Sayangnya, pada saat tersebut, keluarga sudah tidak mau menerimanya lagi.

Hal itu menimbulkan masalah, tidak hanya bagi Tirto Jiwo, namun utamanya bagi penderita gangguan jiwa yang telah pulih tersebut. Orang yang tahu dirinya dibuang keluarganya akan sangat sulit untuk tetap sehat jiwanya. Tirto Jiwo akan kesulitan mempertahanakan kesehatan jiwa yang bersangkutan karena sebenarnya dia ingin kembali ke keluarganya.

Itulah dilemma yang sekarang dihadapi oleh Tirto Jiwo. Ada beberapa penderita gangguan jiwa yang telah pulih, namun keluarga belum (tidak) mau menerimanya kembali.

Bagaimana mengatasi hal ini?

Tidak gampang, karena permasalahannya rumit. Tidak ada satu jalan keluar yang bias cocok untuk semua orang. Masing masing orang, sesuai kekuatan dan kelemahan masing masing, perlu dibantu sehingga ada jalan keluar. Salah satu pilihan yang tersedia adalah dengan memulai hidup baru di Purworejo