Pedoman pemulihan gangguan jiwa yang disusun oleh bekas penderita (6)

Artikel ini merupakan kelanjutan tulisan sebelumnya Selama ini, upaya yang dilakukan oleh profesi kedokteran berbeda dari model pemulihan yang dikembangkan oleh para bekas penderita gangguan jiwa. Ada beberapa prinsip yang membedakan antara model rehabilitasi gangguan jiwa (model kedokteran – MK) dan model pemberdayaan atau model pemulihan (MP):

  1. MK : kamu sakit jiwa. MP: kamu mengalami emotional distress (stress emosional) yang mempengaruhi kehidupanmu di masyarakat.
  2. MK: gangguan jiwa disebabkan adanya kelainan otak akibat genetik atau ketidak seimbangan kimia otak. MP: Gangguan jiwa disebabkan oleh kombinasi dari kehilangan, trauma dan tidak adanya dukungan.
  3. MK: gangguan jiwa bersifat menetap (tidak bisa sembuh). MP: Gangguan jiwa bisa pulih secara komplit (penuh).
  4. MK: sebaiknya jangan mulai bekerja hingga semua gejala hilang. MP: mulailah bekerja sesegera mungkin karena bekerja akan membantu proses pemulihan.
  5. MK: minum obat selama hidup. MP: minum obat itu bermanfaat untuk mengurangi gejala, dan selama minum obat, lakukan upaya untuk meningkatkan ketahanan jiwa dan mempelajari cara lain mengatasi stress kejiwaan.
  6. MK:  selama hidupmu harus berada dalam perawatan dokter/ psikolog. MP: dukungan dari sesama penderita gangguan jiwa dan dukungan dari teman teman/ saudara akan sangat membantu pemulihan jiwa.
  7. MK: hindari stress/ tekanan hidup. MP: hiduplah seperti biasa, tetap punya mimpi mimpi, serta berani menghadapi tantangan.
  8. MK: kamu adalah penderita gangguan jiwa. MP: kamu adalah manusia seutuhnya.
  9. MK: karena terkena gangguan jiwa, kamu tidak akan bisa menyatakan (mengekspresikan) perasaanmu dan membangun hubungan pertemanan/ persaudaraan/ perkawinan. MP: Kamu mengalami perasaan yang ekstrem sehingga tidak aman (tidak tepat) untuk mengekspresikannya kepada orang lain. Dengan berjalannya waktu kamu akan bisa mengekspresikan emosi dan perasaanmu secara aman/ benar  dan membangun pertemanan/ persaudaraan/ perkawinan.
  10. MK: kamu tidak mempunyai hak ataupun kewajiban terhadap orang lain. MP: kamu mempunyai hak dan kewajiban sama dengan anggota masyarakat lainnya.
  11. MK: kamu lebih berbahaya dibanding anggota masyarakat lainnya. MP: kamu tidak lebih berbahaya dibandingkan anggota masyarakat lainnya.
  12. MK: kamu tidak boleh menikah atau berkeluarga. MP: kamu boleh menikah dan punya anak sesuai dengan perkembangan proses pemulihan.