Hidup dengan skizofrenia

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) menyatakan bahwa penderita skizofrenia bisa pulih. Berbagai penelitian telah membuktikan hal tersebut. Hal ini penting disampaikan kepada seluruh penderita skizofrenia, keluarga, dan pendampingnya.

Selama ini, karena kurang tepatnya dalam penanganan, maka sebagian besar penderita gangguan jiwa menjadi kronis dan menjadi beban bagi keluarga. Padaha, bil mendapat pengobatan dan dukungan psikosial dari keluarga, kerabat/saudara, teman dan masyarakat sekitarnya, penderita skizofrenia bisa pulih dan kembali hidup bermasyarakat.

Penderita skizofrenia sendiri harus punya keyakinan bahwa dirinya bisa punya kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang. Dia harus mau bekerja sama dengan para petugas kesehatan dan orang orang dkeluarganya, untuk bersama sama mengupayakan pemulihan kesehatan jiwanya. Dia harus mau berusaha melawan dan mengatasi gejala gangguan jiwa yang menyerangnya.

Petugas kesehatan juga harus punya pemahaman yang sama bahwa penderita gangguan jiwa bisa pulih. Tugas dari tenaga kesehatan adalah membantu penderita skizofrenia agar bisa kembali pulih dan hidup produktif di masyarakat.

Keluarga juga harus mau belajar cara membantu pemulihan gangguan jiwa, karena kadang kadang keluarga jadi pemicu kekambuhan. Keluarga perlu mendukung pemulihan dari skizofrena dengan cara, antara lain: tidak membiarkan penderita hidup sendirian, jangan dibiarkan melamun seharian. Ajaklah penderita untuk mengerjakan pekerjaan ringan di rumah, mengajak berkomunikasi, dan lain lain.

Pertemanan atau persahatan juga penting bagi proses pemulihan. Dukungan teman akan membantu proses pemulihan. Masyarakat bisa menyediakan lapangan kerja atau melibatkan penderita skizofrenia dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.