Obat gangguan jiwa dan kehamilan

Sebagian ibu ibu yang menderita gangguan jiwa perlu minum obat secara teratur. Tanpa minum obat, gangguan jiwanya bisa kambuh.

Masalah serius timbul bila ibu ibu tersebut ingin punya anak. Beberapa obat yang sering dipakai untuk mengobati gangguan jiwa mempunyai dampak yang buruk terhadap janin yang dikandungnya.

Pada tahun 2009, Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Amerika Serikat telah memperingatkan akan bahaya obat Sodium Valproate (Depakote, Depakene) terhadap janin yang terkena obat tersebut. Janin dapat mengalami kelainan pada syaraf tulang belakang, cacat kepala wajah, dan kelainan jantung dan pembuluh darah. Depakoote adalah obat untuk mengatasi gangguan bipolar.

Obat obat atypical juga mempunyai dampak yang kurang baik terhadap janin, meskipun data hasil penelitian untuk memastikan kelainan tersebut masih terbatas.

Aripipirazole dapat menimbulkan gangguan jantung (unexplained tachycardia) sehingga mengharuskan bayi untuk segera dilahirkan melalui operasi seksi cesaria. Sayangnya, data masih sangat terbatas untuk membuat kesimpulan secara pasti.

Clozapine juga dapat menimbulkan kelainan atau kecacatan yang cukup besar, gangguan metabolik kehamilan, dan berbagai efek samping pada janin. Data tentang dampak clozapine terhadap janin juga masih terbatas.

Berbagai studi menunjukkan bahwa Olanzapine tidak menimbulkan kelainan bawaan pada bayi. Begitu pula dalam percobaan pada binatang, tidak ditemukan dampak olabzapine pada janin. Meskipun demikian, olanzapine sering menimbulkan gangguan metabolisme pada bayi yang ibunya meminum olanzapine selama kehamilan.

Tidak ditemukan pengaruh negatif terhadap  bayi  pada ibu yang meinum obat Quetiapine. Obat Quetiapine merupakan obat pilihan pada ibu dengan gangguan jiwa yang ingin mempunyai anak.

Bagi ibu hamil, Quetiapine lebih baik dibandingkan Risperidone. Obat Risperidone memang tidak menimbulkan efek samping yang berat pada janin. Hanya saja ditemukan bahwa Risperidone menyebabkan hiperprolactinemia yang sering menyebabkan keguguran. Obat Risperidone bukan obat pilihan pertama pada kehamilan muda. Obat ini boleh diberikan bila kehamilan sudah berlangsung selama beberapa bulan tanpa gangguan pada janin.

Memperhatikan adanya berbagai efek samping obat terhadap kehamilan, ibu ibu dengan gangguan jiwa yang ingin atau sudah hamil perlu berdiskusi dengan dokter yang merawatnya. Perlu dipilih obat yang paling sesuai, namun mempunyai dampak negatif paling sedikit terhadap bayinya.

Sumber bacaan: http://www.currentpsychiatry.com/specialty-focus/practice-trends/article/atypical-antipsychotics-during-pregnancy/66830924a85234cbb0eafc0eebb71497.html