Yayasan Delandsey Street

Yayasan Delansey Street telah berhasil melakukan hal hal yang kelihatannya mustahil dilakukan, yaitu: membuat seseorang yang sudah berkali kali masuk penjara, perampok, pemakai obat bius, pelacur, dan berbagai sampah masyarakat lainnya untuk kembali hidup normal di masyarakat.

Selama lebih dari 40 tahun, yayasan Delansey Street sudah melakukan hal tersebut. Hingga saat ini, sudah lebih dari 18000 orang telah lulus dari gemblengan yang dilakukan oleh yayasan Delansey Street. Lulusannya ada yang sudah menjadi pengusaha konstruksi, pemilik restoran, dan berbagai pekerjaan halal di masyarakat lainnya.

Yayasan Delansey Street didirikan oleh Dr Mimi Silbert dan 3 orang kawannya. Mereka membeli sebuha apartment dengan uang pinjaman dan merubahnya menjadi asrama penampungan bekas narapidana, pengedar dan pecandu obat bius, bekas permapok dan pembunuh.

Untuk bisa diterima masuk kedalam gemblengan yayasan, syaratnya adalah tidak boleh memakai obat bius dan tidak boleh melakukan ancaman atau tindak kekerasan. Mereka yang melanggar aturan tersebut dikeluarkan dari asrama. Minimal mereka harus bersedia tinggal di asrama selama 2 tahun (kebanyakan mereka lulus setelah 4 tahun). Rata rata sekitar 35% peserta mengundurkan diri.

Selama bergabung dan dibina oleh yayasan Delansey Street, mereka tidak perlu bayar. Makan, minum, kamar dan pakaian diberi gratis. Selama 2 tahun pertama mereka digembleng oleh seniornya, yaitu oleh mereka yang sudah lebih dulu bergabung dengan Yayasan. Prinsipnya seseorang mengajari seorang lainnya. Orang yang dulu sekolah hingga SMA, mengajari peserta baru yang dulunya hanya sekolah SMP. Orang yang bisa masak, menyopir, jadi tukang batu, tukang kayu, mengajari temannya yang ingin belajar hal tersebut.  Mereka juga dibimbing sehingga bisa menyelesaikan pendidikan setara SMA (seperti kejar paket C di Indonesia). Tidak ada tenaga profesional yang didatangkan dari luar.

Selama 2 tahun berikutnya, peserta harus belajar 3 ketrampilan yang laku dijual di pasaran (seperti: ketrampilan jadi tukang batu, juru masak, atau kerja kantoran). Mereka belajar sambil bekerja di berbagai perusahaan yang didirikan dan dipunyai oleh Yayasan Delandsey Street. Semua pekerja tidak digaji (termasuk Mimi Silbert). Semua gaji disetor dan dikumpulkan jadi satu. Semua orang dapat makan, pakaian, dll, namun mereka tidak dapat gaji.

Saat ini Yayasan Delandsey mempunyai berbagai perusahaan seperti: restoran, perusahaan pindah barang (moving company), pertamanan, dan lain lain.