Bagaimana cara Janey Antoniou hidup dengan skizofrenia

Saat ini Janey Antoniou, umur 46 tahun, telah 21 tahun hidup berkeluarga dan mempunyai 2 anak. Janey adalah seorang ilmuwan di bidang genetika. Meskipun demikian, dia pernah mengalami gangguan jiwa hingga harus beberapa kali dirawat di rumah sakit jiwa.

Sejak umur 7 tahun Janey sudah mengalami depresi ringan. Ada masa masa dimana dia merasa sedih dan tubuhnya terasa tidak bertenaga.

Janey tidak ingat persisnya kapan dia mulai mendengar suara suara (halusinasi suara). Seingatnya, dia mulai mengalami halusinasi dikala sudah remaja (umur belasan tahun). Dia mendengar 4-7 suara, laki laki dan perempuan, yang berbeda antara satu dengan lainnya. Semuanya berbicara dalam bahasa Inggris seperti dirinya.

Perilaku Janey agak eksentrik, aneh dan berbeda dari lainnya. Pada masa itu, di era tahun 1970an, Janey kulaih di University of Sussex, Inggris. Pada masa itu para mahasiswa memang sering berperilaku aneh atau eksentrik sehingga perilaku Janey yang aneh tidak menimbulkan masalah diantara teman temannya. Meskipun demikian, ketika dia mencoba bunuh diri dengan mengiris tangannya, teman temannya membawanya ke psikiater. Kepada dokter jiwa tersebut, Janey tidak mengaku kalau dia suka mendengar suara suara (halusinasi suara).

Selama kuliah, selain percobaan bunuh diri tersebut, Janey tidak mengalami gangguan jiwa. Hal tersebut disebabkan dia pernah menderita radang amandel (tonsilitis) sehingga dirawat di rumah sakit selama 8 hari. Suasana tenang dan kegiatan rutin di bangsal rumah menyebabkan halusinasinya menurun sehingga akhirnya Janey dapat menyelesaikan kuliahnya.

Setelah lulus, Janey bekerja di sebuah laboratorium dimana dia bertemu dengan Michael, yang kemudian menjadi suaminya hingga sekarang. Michael tahu tentang depresi yang pernah dialami Janey, namun dia tidak pernah bercerita tentang halusinasi yang dialaminya.

Pada masa itu, Janey bisa mengendalikan halusinasinya sehingga dia pikir gangguan jiwanya tidak akan datang lagi.

Pada umur 25 tahun, kesehatannya menurun. Janey coba menyembunyikan gangguan jiwa. Namun akhirnya teman temannya bisa mengenali adanya gejala dan memberi tahu Michael, suaminya. Sejak saat itu, halusinasi suaranya semakin keras sehingga Janey tidak dapat lagi mengacuhkannya.

Mula mula Janey diobati dengan obat anti depresi, tetapi setelah dia mengaku kalau ada halusinasi, maka obatnya diganti dengan obat anti gangguan jiwa. Pada awalnya Janey tidak mau menerima kalau dirinya menderita skizofrenia. 2 tahun setelah didiagnosa baru Janey menginformasikan hal tersebut kepada kedua orang tuanya dan saudara saudaranya. Untungnya, mereka semua sangat mendukung Janey untuk mengatasi penyakitnya.

Michael selalu mengamati kondisi kejiwaan Janey dan mengatakan kalau kondisi kejiwaannya mulai menurun. Namun Janey selalu tidak menghiraukannya dan merasa bahwa dia dapat mengendalikan halusinasi tersebut. Selama 5 tahun hal tersebut berlangsung dengan tanpa masalah. Janey berganti ganti obat. Namun bila dia berhenti minum obat, maka sakitnya akan kambuh dan dia harus dirawat di rumah sakit jiwa.

Kini Janey telah dapat menerima kalau dirinya menderita skizofrenia. Dia minum obat dengan teratur. Agar tidak kambuh, dia menghindari minum minuman keras dan melakukan kegiatan relaksasi (bersantai). Janey juga menghindari menonton TV (karena dia merasa bahwa TV selalu mengirim pesan untuknya) dan tidak berpergian ke laur dalam rombongan besar/ banyak orang.

Meskipun masih mengalami halusinasi, Janey dapat mengendalikannya. Suara suara tersebut kini seperti suara dikejauhan sehingga tidak terlalu mengganggu. Janey kini bekerja sebagai pelatih kesehatan jiwa bagi para polisi agar mereka mengetahui bagaimana caranya menangani penderita gangguan jiwa dengan tepat.

Dikutip dari http://www.dailymail.co.uk/health/article-201335/How-I-live-schizophrenia.html