Memahami paranoia dari pengalaman penderita

Paranoia adalah curiga atau ketidak-percayaan yang berlebihan. Paranoia bisa menyebabkan seseorang menjadi benci, marah, mengamuk atau melakukan pengkhianatan. Paranoia sering menjadi salah satu gejala dari gangguan jiwa berat.

Berikut ini pengalaman Michael Hedrick dengan paranoia yang dideritanya. Tulisan ini saya sarikan dari tulisan karangannya: The Bite of Paranoia yang dimuat di http://blogs.psychcentral.com/two-minds/2015/02/the-bite-of-paranoia/

Bila Michael Hedrick tidak mengaku, tidak ada yang tahu kalau dirinya menderita gangguan jiwa. Hal tersebut dapat terjadi karena dia melatih dirinya selama bertahun tahun agar dapat bergaul. Dia juga melakukan terapi terhadap dirinya sendiri. Michael juga minum obat secara teratur.

Michael dapat berfungsi secara normal, termasuk ketika harus muncul didepan umum. Hanya saja, satu hal yang masih sulit dia kendalikan dengan baik: paranoia.

Ada masa dimana sangat berat rasanya untuk keluar dari rumah. Untuk berani pergi ke toko didekat rumah saja memerlukan upaya pengumpulan keberanian selama berjam-jam.

Pernah ketika sedang duduk duduk minum kopi disebuah coffee shop sambil sibuk memikirkan bisnisnya , ada 2 orang perempuan muda duduk didekat kursi Michael. Salah satu dari perempuan tersebut memandangnya dan kemudian mereka berdua tertawa. Kejadian tersebut mungkin tidak berarti apa apa bagi orang lain, namun bagi Michael kejadian tersebut telah menghancurkan hatinya meskipun dia berusaha dengan keras untuk tidak memperlihatkan hal tersebut. Selama beberapa waktu Michael bengong memandangi komputernya, mengambil napas panjang dan berusaha dengan keras untuk menguasai dirinya.

Mungkin sebenarnya, kedua perempuan tersebut tidak sedang mentertawakan diri Michael, namun kejadian tersebut dapat membuat Michael mengartikannya secara lain, yaitu bahwa kedua perempuan tersebut mentertawakannya. Setelah beberapa saat duduk diam saja, Michael merasa kepalanya mau meledak dan telinga mulai berdenging. Michael kemudian berjalan keluar dan mengambil rokoknya. Merokok merupakan salah satu cara menenangkan emosinya.

Bila sampai Michael tidak dapat menahan emosinya sehingga dia berteriak, maka pandangan dan tindakan orang lain terhadapnya akan jauh berbeda.

Untungnya, Michael dapat mengontrol kejadian kejadian tersebut. Dalam beberapa menit, dia dapat kembali menenangkan dirinya. Dari sisi psikologis, terlihat bahwa Michael mempunyai cara berpikir yang tidak sehat, yaitu cara berpikir yang loncat ke kesimpulan. Baru melihat dua perempuan didepannya tertawa, Michael sudah menyimpulkan bahwa mereka mentertawakan dirinya